Gadisku

Gadisku
nexxt


__ADS_3

cahaya mentari masuk dari selasela jendela nita masih merasakan ada tangan kekar yang memeluk dadanya. tangan lentik nita menyusuri rahang kokoh dharma iiia sangat merindukan sosok dharma yang selalu bisa membuatnya tenang senyuman dharma selau bisa membuat nita merindukannya. tapi ia harus mengambil keputusan ia tak mau ada orang yang terluka karnanya. nita pun melepaskan pelukan dharma. Tersadar akan adanya pergerakan disamping dharma ia terbangun dan menarik nita hingga nita terjatuh lagi dipelukan dharma.


"tetaplah disampingku aku masih merindukanmu" ucap dharma dan memeluk nita


"pulanglah aku tak mau ibu mu mencarimu karna semalaman tak pulang kerumah" ucap nita dingin


"apa kau tak senang jika aku menemani malammu?" ucap dharma


"sudahlah cepatlah pulang" ucap nita


"tidak hari ini aku akan menemani hari-harimu " ucap dharma


"kau harus bekerja sudahlah cepat bersiap" ucap nita yang melepaskan pelukan dharma

__ADS_1


"kenapa kau terus mengusirku apa kau tak suka dengan kehadiranku?" ucap dharma kesal


"tidak" jawab nita singkat dan pergi meninggalkan dharma


dharma yang kesal beranjak dari tempat tidur dan tanpa sengja menyenggol kotak disamping meja kaca nita. karna sangat penasaran dharma pun membuka kotak hitam itu dharma terkejut melihat isi dalam kotak itu hingga emosinya memuncak. nita yang melihat dharma membuka kotak hitam itu ia langgsung merebut kotak hitam itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"kenapa kau menyembunyikan semua ini dariku?" ucap dharma kesal


"kenapa kau diam ayo bicara" bentak dharma


tapi tak sedikit pun nita berani bicara ia hanya terdiam tak berani memandang dharma yang sudah emosi


"pllakkk" dharma memukul kaca rias dikamar nita

__ADS_1


"hentikan apa yang kau lakukan"ucap nita meraih tangan dharma yang bercucuran darah


"tak sedikit pun aku pernah menyembunyikan apa pun darimu dari suka mau pun cita sejak kau pergi tanpa kabar semua sudah ku beritau apa yang terjadi padaku dan kita sudah berjanji tak ada hal sedikit pun yang akan kita sembunyikan" ucap dharma yang masih kesal dengan nita


".." nita hanya bisa terdiam air matanya pun mulai berjatuhan kepipinya dan tetap mengobati tangan dharma yang terluka


"kenapa ku selalu menangis apa masalah akan terselesaikan hanya dengan menangis? berapa kali kau mendapat kan ancam seperti itu" bentak dharma dengan menunjuk kotak hitam yang sudah dibuang nita ditempat sampah


"baru sekali" jawab nita terbanta-banta


"tidak mungkin kalau memang hanya selali kenapa kau harus menangis? aku telah lama mengenalmu dan aku tau ini bukan ancaman yang pertama yang kau dapatkan" ucap dharma


nita sudah tak mampu untuk berbicara emosi dharma yang berapi-api membuat nita tak bisa menceritakan apa yang terjadi karna jika dharma tau siapa yang berani mengirim ancaman itu sudah pasti dharma akan mencari dan memberi pelajaran kepada orang tersebut. sifat dharma sangat kejam jika dia tau ada orang yang berani menyakiti nita karna rasa sayangnya kepada nita yang begitu dalam membuatnya tak mau melihat gadis kesayanganya terluka dan tersakiti. memang tak jarang dharma membentak nita dan menekan nita jika ada masalah karna nita memang gadis yang terlalu lugu bagi dharma dia jarang mau mengakui jika ada orang yang menyakitinya. lebih baik nita diam dan memendam masalahnya sendiri karna itu dharma selalu menekan nita untuk bercerita apa lagi dengan keaadan nita yang sekarang nita dia tak bole bayak menerima beban dan pikirannya tak boleh tertekan sejak kecelakan yang ia alami. sifat dharma pun jadi semakin sensitif kepada nita untuk menjaga keaehatan gadis kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2