
"Aku merindukanmu sayang" dharma menarik kembali pingang nita.
"Tolong lepaskan aku" nita memperlihatkan wajah memelasnya tapi dharma tak berhenti melakukan aksinya.
Perlahan tangan dharma melepaskan kancing baju nita paling atas dan langsung mencium bibir nita dengan lembut.
Nita masih tidak membalas ciuman dharma.
"Ayolah sayang disini hanya ada aku dan kau" dharma meraih wajah nita dan menatap matanya.
"Dharma kumohon hentikan" nita mulai meneteskan air matanya.
"Apa kau sudah tak mencintaiku" dharma menghapus air mata nita.
"Tidak aku membencimu" nita menunduk.
"Jika memang kau membenciku kenapa kau tak menatapku"
"Kau ingat,orang tuamu tak akan pernah setuju dengan hubungan kita jadi untuk apa kita meneruskan hubungan ini" nita membalikan badannya membelakangi dharma.
"Disini hanya ada kau dan aku tanpa ada orang tuaku dan orang lain "dharma memeluk nita dari belakang dan mencium leher nita yang membuat nita menengang seketika.
"Tak akan ada lagi yang menghalangi hubungan kita sekali pun orang tuaku" dharma mulai mencium punggung nita.
Sentuhan dharma mulai membuat nita mematung tak mampu menolak gejolak cintanya. ya tak bisa dipungkiri lagi, walau dharma telah meninggalkan nita selama ini tanpa kabar tapi perasaan nita tak sedikit pun berkurang untuk dharma. walau nita terus menolak dharma tapi nita tak bisa membohongi hatinya kalau dia tak bisa lepas atau jauh dari dharma.
__ADS_1
Tapi karna dharma meninggalkannya tanpa kabar dan tak menepati janjinya untuk datang membuat nita sangat kesal pada dharma karna itu nita terus menolak dharma.
"Kenapa kau hanya diam, apa kau memang mau menjauh dariku" dharma menghentikan aksinya dan mulai sedikit menjaga jarak pada nita.
"..." nita tak mampu menjawab semua permintanyaan dharma.
"Apa yang harus aku buktikan lagi padamu jika aku benar benar mencintaimu" dharma duduk disofa dan menatap keluar jendela.
Ingin rasanya nita memeluk dharma dan mendapatan kehangatan yang dulu selalu dharma berikan padanya.
"Apa kau lupa dengan janjimu?" nita berada disamping dharma.
"Aku tak pernah lupa dengan janjiku padamu" dharma mulai ingin menceritakan pada nita kenapa dia tak datang menempati janjinya.
"Aku sudah berusaha sebisaku menyelesaikan pekerjaanku,disaat aku sudah akan pulang untuk menemuimu ada kendala disalah satu bisnisku membuat kepulanganku tertunda.hingga aku harus mengabiskan waktu diruangan kerjaku sampai pagi untuk memperbaiki semua file file yang akan aku selesaikan agar aku cepat pulang menemuimu" dharma menarik kepala nita untuk bersandar dibahunya.
"Lalu apa ini" nita menunjuk bekas goresan ditangan dharma seperti bekas jahitan.
"ahh bukan apa apa" dharma menerunkan lengan panjang bajunya untuk menutupi bekas luka itu.
"Jelaskan padaku jika tidak aku akan pergi dan tak akan pernah mau bertemu denganmu lagi"
Dharma kembali mengigat saat ia berada diclub malam dan diberikan minuman yang berisi obat hingga tangannya terkenena pecahan botol saat dia mendorong skretarisnya. tapi jika nita tau dharma menyentuh minuman beralkohol, sudah pasti dia akan pergi meninggalkan dharma karna dharma sudah berjanji tidak akan menyentuh alkohol.
"Sebaiknya untuk saat ini aku tak memberi tau nita tentang apa yang terjadi, aku tak mau kehilangan dia lagi. aku tak mau menyianyiakan kesempatan yang sudah ada didepan mataku" guman dharma dalam hati. hingga akhirnya dharma mengarang cerita tentang luka jahitan ditangannya.
__ADS_1
"Aku tak apa, ini hanya terkena pecahan gelas saat aku menyenggol gelas disamping meja kerjaku karna aku terlalu kelelahan" dharma mencoba menyakinkan nita dengan nada yang tenang.
"Harusnya kau lebih hati hati lagi" nita merah tangan dharma uang tertutup baju lengan panjangnya dan memperhatian luka ditangan dharma.
"Ini karna kau, kau tak ada disampingku hingga aku sampai terluka" dharma mulai mengoda nita
"Kenapa aku" nita memberikan tatapan tajam pada dharma.
"Iya karna kau membuatku tak fokus untuk bekerja" dharma mulai memeluk nita dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak nita dan memejamkan matanya.
"Apa yang kau lakukan" nita mencoba melepaskan pelukan dharma.
"Biarkan aku seperti ini sekejap saja,untuk merasaan kenyamanan yang menghilang selama ini" dharma memeluk nita dan nita membiarkan dharma memeluknya hingga ia juga merasakan sangat nyaman dengan pelukan dharma.
Mereka sama sama melepas rindu mereka yang selama ini terhalang oleh orang tua dharma. Awal nita pergi kemari New York, ingin membuka semua lembaran baru tanpa dharma dan yang lainnya. ia ingin memulai semua dari awal menjadi orang sukses salah satu tujuan nita selama ini.
@@@
kok komennya masih sepi nihh yukk kalian bebas mau tulis komentar apa pun disini aku akan menerima semua masukan kalian. maafkan aku ya jika ceritanya masih kurang menarik
like
komen
and jagan lupa vote ya 🥰🥰✌
__ADS_1