Gadisku

Gadisku
kepergian dharma


__ADS_3

nita mengikuti alur permain dharma yang lembut mencumbu nita sampai dharma melepaskan bra nita dan melumat buah dada nita dengan lembut yang membuat nita menjambak rambut dharma membuat badan dharma semakin memanas nita pun mulai melumat leher dharma hingga nita merasakan ada yang mengeras membentur pangkal pahanya dharma hanya tersenyum merasakan keperkasaanya mulai mengeras dan membaringkan nita ke tempat tidur. nita pun langsung beranjak dari tempat tidur meninggalkan dharma. hingga beberapa saat nita berada dikamar mandi lalu dia keluar dan melihat dharma tertidur. nita pun mendekati dharma dan mencium pipinya lalu tidur disebelah dharma tiba tiba ada tangan yang menggeligat memeluk tubuh sintia


"sudah mulai hebat ya kabur dariku dan membuat aku frustasi" ucap dharma dengan mata masih tertutup


"sudahlah ayo istirahat besok kau harus kebandara" ucap nita yang masih dalam pelukan dharma


mereka kembali tertidur dalam gelutan tangan dharma yang memeluk tubuh nita. nita pun merasakan kehangan dalam pelukan dharma. waktu begitu cepat berlalu malam berganti pagi tapi nita masih tertidur lelap di pelukan dharma ia pun memandangi wajah nita yang cantik tanpa make up yang natural sekali yang membuat dharma tak bisa memalingkan matanya dari nita dan mencium dahi nita. nita pun terbangun dan memandang dharma.


"kenapa kau memandangku?" ucap nita


"iiiihh keGRan sekali sih kamu" ucap dharma lalu beranjak dari tempat tidur


nita pun menyiapkan makanan untuk dharma sebelum dia akan pergi untuk mengurus bisnisnya


"apa ini untukku sayang" ucap dharma yang baru selesai mandi


"bukan ini untuk kekasihku" ucap nita dengan senyum sinisnya


" terserahlah ini untuk siapa aku lapar jadi aku mau makan" ucap dharma yang meraih piring yang disiapkan nita


" jam berapa kau akan berangkat ke airport ?" ucap nita sambil menuangkan air untuk dharma

__ADS_1


"pukul 12.00pm ada apa ?" ucap dharma


"ooo baiklah apa barangmu sudah siap semua?" ucap nita


" aku rasa sudah " ucap dharma


"ooo..." ucap nita


"kenapa apa kau tak rela jika aku pergi?" ucap dharma yang memandang nita sinis


" tidak " jawab nita singkat


" tidak jika kau mau mencari yang lain silahkan saja" jawab nita dingin


" apa kau cemburu sayang?" ucap dharma


"...." tak ada jawaban dari nita


" sayang apa kau mendengarku? maafkan aku aku hanya bercanda aku akan tetap setia padamu dan aku berjanji saat aku kembali dari pemerjaanku aku aku akan segera melamarmu aku berjanji" ucap dharma yang menggapai tangan nita


"aku hanya ragu kau tak akan datang saat acara wisudaku karna bapak dan ibu tak bisa datang" jawab nita sedih

__ADS_1


"maafkan aku tapi aku akan berusaha menyelesaikan pekerjaanku lebih awal agar aku bisa datang ke acara wisudamu aku berjanji" ucap dharm menyakinkan nita


" apa benar kau akan datang?" jawab nita dengan penuh kebahagiaan


" aku akan berusaha untukmu sayang" jawab dharma


mereka pun melanjutkan sarapan pagi dengan makanan yang sudah disiapkan oleh nita. setelah selesai makan nita pun membantu dharma menyiapkan keperluan yang akan dibawa dharma. tanpa terasa waktu pun menunjukan untuk dharma segera berangkat ke bandara. nita ingin mengantar dharma pergi kebandara tapi dharma melarangnya karna yang ada dharma berat untuk berangkat jika nita ikut mengantar dharma. karna sejak nita mengalami kecelakaan dan meninggalkan dharma tanpa kabar rasanya dharma tak ingin berada jauh dari nita karna bagi dharma nita adalah satu satu gadis yang paling dia sayangi dan paling dia cintai.


"aku berangkat dulu, kamu jangan pernah melirik laki laki lain selama aku pergi jaga kesehatanmu dan jangan lupa meminum obatmu. kalau ada apa apa denganmu cepat hubungi aku. saat aku sampai aku akan langsung menghubungimu" ucap dharma dan mencium bibir nita


" tapi kau harus janji untuk datang keacara wisudaku" ucap nita memeluk dharma dan dharma hanya membalas dengan anggukan yang tandanya ia mengerti.


pak anom pun sudah datang untuk menjemput dharma iia memasukan kembali koper dan tas yang akan dibawa dharma. lalu mereka berangkar ke bandara. disepanjang perjalanan dharma memikirkan nita. meninggal nita membuat rasa takut kehilangan yang begitu mendalam yang benar benar membuat dharma takut kehilangan untuk ke dua kalinya dharma memendang keluar jendela tanpa terasa dharma pun sampai dibandara. pak anom membantu menurun kan barang bawaan dharma.


"baik baik disana ya tuan" ucap pak anom


" terima kasih pak aku titip papa dan mama ya pak" ucap dharma


"baik tuan, kalau begitu saya pergi dulu " jawab pak anom


dharma pun masuk ke tempat keberangkatan intersional memeriksa tasnya dan tiketnya lalu berjalan menuju kepesawat.

__ADS_1


__ADS_2