Gadisku

Gadisku
Kembali Pulang


__ADS_3

"Sayang hari ini kita akan pulang lebih awal, untuk mengemas semua keperluan yang belum dibawa" dharma menghampiri nita diruanganya.


"Baiklah, aku akan menyelesailan semua pekerjaan ini agar bisa pulang lebih awal" nita masih terfokus dengan komputernya.


"Bisakah kau menatapku saat berbicara denganku" nada bicara dharma mulai sedikit kesal.


"..." nita masih terfokus dengan komputernya dan tak menghiraukan perkataan dharma.


Cup


Dharma mencium bibir merah nita lantaran tak menghiraukan perkataan dharma.


"Dharma ini kantor" mendorong tubuh dharma.


"Tak ada orang" langsung memeluk nita yang sedang duduk dan fokus dengan pekerjaanya.


"Dharma" panggil nita tapi dharma langsung mencium kembali bibir nita dan melumatnya sampai nita membalas ciuman dharma.


"Masih mau tak menghiraukan aku"


"Maaf aku hanya ingin lebih awal menyelesaikan pekerjaan ini, agar waktu lebih banyak denganmu" nita menenggelamkan wajahnya didada bidang dharma.


"Waktuku hanya untukmu sayang" memeluk tubuh mungil nita.


"Bisakah kita tidak pulang keindonesia"


"Kenapa apa tak ingin pernikahan kita dipercepat" nita melepaskan pelukan dharma.


"Entahlah" nita menatap keluar jendela.


"Sayang tak akan ada yang bisa memisahkan kita lagi, percaya padaku semua sudah siap sayang" memeluk nita dari belakang.

__ADS_1


"Tak bisakah kita melangsungkan pernikahan kita disini"


"Sayang apa kau tak mau meminta restu pada orang tuamu dan orang tuaku"


"..." nita tak memberikan jawaban apa.


Keraguan nita sangat mendalam, nita masih terbayang dengan kisah masa lalunya. Dimana orang tua dharma yang tak menerima hubungan mereka, karna nita tak sederajat dengan dharma.


Aku tak tau harus berbuat apa, disatu sisi aku merasa senang akan pulang ke indonesia bertemu dengan kedua orang tuaku dan meminta restu pada mereka. Tapi disisi lain aku merasa takut akan kehilangan lagi orang yang benar aku sayang.


Aku tak ingin kembali keluka lama yang pernah aku alami, disini aku sudah merasa aman nyaman bersama dharma dan perhatian dharma. Hampir setiap hari aku bersamanya menghabiskan waktu.


Tapi saat nanti aku berada diindonesia apa mungkin aku akan tetap bisa bersama dharma tanpa ada yang mampu memisahkan kita seperti kita ditempat ini.


****


14.00pm


Kami sudah dijemput oleh salah satu sopir dari keluarga dharma.


"Selamat datang kembali tuan" ia membukakan pintu dan mempersilahkan aku dan dharma masuk kedalam mobil.


Sepanjang perjalaan dharma terus memelukku dan menyakinkanku agar aku tenang, tapi tak bisa dipungkiri rasa ke hawatirkuu tak bisa disembunyikan lagi.


Hampir satu jam perjalanan akhirnya kami sampai dirumah mewah dan megah milik keluarga dharma.


"Ayo turun" menatapku denganpenuh artian.


"Aku rasa aku langsung pulang saja" melepaskan pelukan ditangan dharma.


"Besok siang kita akan menemui orang tuamu, hari ini kita menginap disini" nita hanya terdiam dan masih setia duduk didalam mobil.

__ADS_1


"Sayang apa kau akan tetap berada disitu" dharma terus mendesak nita hingga akhirnya nita keluar dari dalam mobil.


Aku melangkahkan kakiku dengan penuh keraguan, teringat kejadian itu akan kembali lagi.


Baru saja aku melangkahkan kaki sampai didepan pintu terdengar teriakan seorang wanita yang menghampiri kami.


"Sayang, akhirnya kau kembali pulang ibu sangat merindukanmu" arika memeluk erat tubuh dharma tanpa sadar aku ada disebelah dharma.


"Aku juga sangat merindukanmu ibu" setelah pelukan itu dilepas tatapan tajam menuju pada diri nita.


"Selamat siang bu" nita meraih tangan arika tapi ditepisnya.


"Kau apa yang kau lakukan disini" nita kembali melingkarkan tanganya ditangan dharma.


"Dia Kekasihku bu, aku sebelumnya sudah memberi tau ibu kalau aku pulang hanya untuk meminta restu ibu dan ayah" dharma menarik pingang kecil nita agar lebih mendakap dengan tubuh dharma.


"Apa maksudmu"


"Aku akan menikahi gadisku bu" jawab dharma santai.


"Tidak, kamu akan menikah tapi dengan sintia" dharma hanya menepuk tangan dan tertawa mendegar perkataan ibunya.


"Gadis itu, apa ibu masih belum sadar dia mendekatiku hanya untuk mencari hartaku dan ingin merebut perusahaan kita. setelah dia mendapatkan semuanya maka dia akan mengusir kita semua dari rumah ini" ucap dharma dengan menunjukkan sebuah rekaman yang berisi tentang pembicaran sintia dan ayah.


Sebelum pesta pertunangan dharma beberapa tahun lalu berlangsung. Dharma mencari tau tentang nita dan keluarganya, hingga disuatu ketika bawahannya mengirimkan rekaman pertemuan sintia dan ayahnya dikantor untuk membicarakan tentang merebut perusahaan dari keluarga dharma.


@@@


Hai ada kah yang masih setia membaca novel ini. mohon sabar ya aku rasa sebentar lagi aku akan mengakhiri novel ini.


yuk beri lile dan komentar dulu.

__ADS_1


__ADS_2