Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku
Hancur Bersamamu


__ADS_3

Hal apa yang lebih menyakitkan ketika berada dalam posisi salah, tapi justru dimaafkan oleh orang yang sudah disakiti? Rasa bersalah itu akan menyelimuti seluruh ruang hatimu hingga untuk bernapas saja akan terasa sesak setiap mengingat wajah dan kebaikannya.


Maaf dari Roy menjadi cambuk bagi dirinya untuk tidak mengulang kesalahan yang sama dan semoga dia bisa.


Roy bahkan tidak mempertanyakan siapa pria yang sudah pergi bersamanya selama dua hari. Pria itu seolah menutup semuanya melupakan kesalahan dan pengkhianatan Yura.


Bahkan perhatian dan juga kasih sayang yang ditunjukkan Roy pada Yura dan anaknya semakin besar. Pria itu seolah ingin menutupi kesalahan Yura agar semua pelayan orang di sekitarnya, termasuk Erlang tidak memandang sebelah mata pada Yura.


"Aku ingin bicara denganmu," ucap Erlang mencegat langkah Yura saat gadis itu ingin turun.


"Lepaskan! Jangan pernah menyentuhku lagi! Erlang, aku mohon sadarlah. Perbuatan kita salah dan sudah terlalu jauh. Aku istri ayahmu!" hardik Yura memohon. Dia benar-benar harus membentengi dirinya berada di dekat pria itu.


"Aku gak bisa Yura, aku juga tahu kalau kalau kau juga menginginkan sentuhanku."


"Dasar brengsek! Apa kau pikir seorang pria hanya butuh **** saja? Apa di otakmu itu hanya ada sebatas ************ saja? Kau memang bajingan, Er!" bentak Yura menghapus air matanya yang sempat jatuh.


Dia benci pada Erlang, bagaimana mungkin dalam benak pria itu dia mau bersamanya selama ini, menerima sentuhannya karena hanya mengejar ****. Apa Erlang tidak bisa mengerti perasaan seorang wanita?


"Lantas katakan. Apa yang kau inginkan? Aku sudah menawarkan diriku. Ayo ikut bersamaku, kita tinggalkan tempat ini, menjauh dan pergi dari orang-orang yang mengenal kita, tapi kau gak mau!" ucap Erlang mengguyar rambutnya hingga berantakan. Frustasi, mungkin itu yang dirasakan pria itu saat ini.


"Dan meninggalkan Papamu? Aku gak bisa. Jadi, aku mohon, lepaskan aku," isak Yura tertahan, jangan sampai suaminya mendengar.


"Jadi, itu keputusanmu? Memintaku menjauhi mu? Aku tahu jauh di lubuk hatimu, kau ingin bersamaku, mengapa tidak kau akui saja?" Erlang masih bertahan dengan keyakinan dalam hatinya.

__ADS_1


"Keinginan haram ku tidak sebanding dengan kebaikan yang sudah diberikan ayahmu padaku. Kau tidak akan mengerti karena bagimu di dalam hidup ini hanya tentang keinginanmu sendiri, tidak bisa mengerti dan menghargai orang lain. Kini aku sadar bahwa tidak seharusnya aku menyukai pria sepertimu! Selamat tinggal," ucap Yura menghapus jejak air matanya dan memberikan senyum terakhirnya pada pria itu.


Nanti, setelah dia melangkah pergi, dia tidak ingin memberikan kesan apapun pada Erlang lagi. Hatinya akan membatu, tidak mau tergoda seperti dulu lagi.


Dia ingat perkataan Roy, yang mengatakan dia harus bisa menghargai dirinya sendiri agar anak dalam kandungannya bisa bangga kepadanya.


Erlang hanya bisa menatap dengan penuh kecewa punggung Yura yang menjauh darinya. Kalau itu keinginan Yura, maka harga diri Erlang yang setinggi gunung tidak ingin memaksa gadis itu lagi. Dia akan buktikan bahwa keputusan Yura hanya akan membawa kesedihan dan rasa sakit dalam hidup dari gadis itu.


Erlang akan membuktikan padanya bahwa dia dengan mudah bisa menggantikan tempat Yura di dalam hatinya. Masih ada Jessica.


Dulu, dia sangat tergila-gila pada Jessica dan sekarang gadis itu muncul lagi, tidak akan sulit baginya melupakan Yura dengan bantuan Jessica di sisinya.


***


"Ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian," ucap Erlang ketika makan malam berlangsung. Kali ini tidak hanya mereka bertiga di meja makan itu seperti biasanya, Erlang juga mengundang Jessica


"Ada apa?" tanya Roy penuh minat, dia bahkan meletakkan alat makannya di atas piring.


"Aku dan Jessica akan menikah bulan depan, mohon Papa merestui pernikahan kami," ucap Erlang menarik tangan Jessica dan membawa ke bibirnya untuk mengecup punggung tangan gadis itu, dia ingin melihat reaksi Yura.


Namun, tampaknya gadis itu hanya tidak beraksi berlebihan seperti yang diharapkan Erlang, dan hal itu semakin membuat Erlang kesal.


Erlang benar-benar sudah gila, hanya karena rasa sakit hatinya kepada gadis itu, tanpa pikir panjang bahkan tanpa mengatakan apapun kepada Jessica sebelumnya, dia mengumumkan pernikahan mereka malam itu.

__ADS_1


Amarah sudah membuat akalnya tumpul. Harga dirinya yang dianggap tidak lebih baik dari ayahnya di dalam hati Yura, membuat Erlang ingin menghukum gadis itu dengan membuatnya tersiksa, melihat keberadaannya dan Jessica di rumah itu.


"Tentu saja Papa merestui hubungan kalian. Kapanpun kalian ingin menikah, Papa akan mendukung," ucap Roy dengan setulus hati.


Walaupun pria itu tidak terlalu setuju atas pilihan Erlang, terlebih karena Jessica sudah pernah menyakiti putranya itu tapi kalau memang Erlang ingin kembali pada Jessica dan sudah yakin bahwa gadis itulah yang bisa membuatnya bahagia, maka Roy sebagai orang tua hanya bisa mendukungnya.


"Bagaimana denganmu, Ibu? Apa kau juga akan memberikan dukungan serta restumu untuk pernikahan kami?" pancing Erlang yang membuat posisi Yura semakin tidak nyaman. Namun, gadis itu berusaha untuk tetap tenang, mengangkat wajahnya dengan tegak. Menatap mata Erlang dan mengatakan satu kalimat yang menjadi pamungkas dari gadis itu. Pertanda bagi Erlang bahwa hubungan mereka memang sudah tidak akan mungkin bisa dilanjutkan lagi.


"Aku dan juga Papamu akan mendukung 100% hubungan kalian. Bila perlu kau bisa mengandalkan ku untuk membantu Jessica menyiapkan pernikahan kalian," tantang Yura yang tidak mau kalah dalam permainan Erlang.


Jika Erlang ingin hancur, maka Yura bersedia lompat bersama pria itu ke dalam jurang, menghancurkan perasaan mereka berdua dengan hidup bersama orang yang tidak mereka cintai.


Tidak ada yang tahu bahwa tangan Erlang terkepal di bawah meja. Begitu geram dan rasanya ingin sekali dia mencekik leher Yura, yang menantangnya terjun ke dalam masalah ini.


Awalnya dia hanya ingin melihat reaksi Yura dengan mengumumkan pernikahannya dengan Jessica. Dia berharap setelah pengumuman itu, Yura akan mendatanginya dan memohon padanya untuk tidak menikah dengan Jessica tapi dia salah. Justru gadis itu menyiramkan bensin ke atas api yang sudah dia nyalakan sebelumnya.


Jessica yang sejati hanya diam sejak tadi, kini mencoba mengangkat suara. Perasaannya begitu senang, melambung tinggi ke atas langit. Lagi-lagi Erlang memberikannya kejutan yang sangat besar. Harapannya untuk menjadi istri dari Erlang Diningrat, akhirnya bisa menjadi kenyataan. Dia sudah bisa membayangkan dirinya menjadi istri konglomerat yang nantinya semua harta keluarga Diningrat akan diwariskan pada sang suami.


"Apa semua ini benar, Sayang? Kita akan menikah bulan depan?" tanya Jessica masih tidak percaya. Dia menatap takjub pada Erlang dan tanpa bisa menahan diri, Jessica tidak mempedulikan Roy dan juga Yura yang sedang melihat ke arah mereka, menarik wajah Erlang dan mencium bibir pria itu tepat di hadapan keduanya.


*


*

__ADS_1


Mampir



__ADS_2