Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku
Wanita Yang Paling Bahagia


__ADS_3

Tidak henti-hentinya, Yura mengembangkan senyum menatap wajahnya di cermin ini seperti sebuah mimpi baginya mimpi yang tidak pernah berani dibayangkan.


Hari ini berlangsung begitu cepat, begitu banyak kegembiraan yang dia dapatkan hari ini. Rasanya semua kebahagiaan yang ada di dunia ini berhak untuk dia dapatkan. Dia merasa bahwa dirinya adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini.


"Apa yang membuat buat tersenyum Aku ingin Apa yang sedang kau pikirkan dan tersimpan dalam hati ini ada aku di sana," ucapkan dengan begitu gembira meluk pinggang ramping murah dari belakang.


"Kau kan selalu ada dalam hati dan pikiranku." Yura membalikkan tubuhnya sehingga mereka berdua kini bisa saling berhadapan.


Erlang mencium mesra bibir gadis itu. Penuh cinta dan juga kasih sayang.


Kini mereka sudah sah menjadi suami istri. Setelah semua perjuangan yang melelahkan, akhirnya mereka bisa bersatu.


"Aku mencintaimu,"bisik Erlang mesra.


"Aku juga," balas Yura tersenyum bahagia, menunjukan barisan giginya yang putih.

__ADS_1


Erlang tidak ingin membuang waktu, segera membopong tubuh gadis itu dan membaringkan dengan pelan.


Erlang mengedipkan matanya pada Yura, lalu mulai menunduk, menjelajahi tubuh gadis itu. Menciumi leher dan menikmati lembutnya kulit Yura. Gairah Erlang terbakar, dia coba tahan, agar jangan tergesa-gesa. Dia ingin malam ini menjadi malam yang sempurna untuk mereka berdua terlebih untuk Yura.


Puas menikmati leher jenjang gadis itu. Bibir panas Erlang menelusuri lebih ke bawah dan menemukan tempat yang dia inginkan. Erlang hampir menggila karena begitu terpesona dengan semua yang dia temukan di tubuh Yura.


Dia bingung harus memilih yang mana lebih dulu ingin dia sentuh yang kiri atau yang kanan.


"Kau sangat cantik terlihat dari sini sayang aku sudah tidak sabar ingin membawamu ke surga dunia yang indah," bisik Erlang menghisap puti*ng Yura hingga gadis itu melengkungkan tubuhnya menggelinjang penuh dengan rasa nikmat.


Erlang terus memainkan puncak dadanya, menyetrum tubuh gadis itu dengan kenikmatan yang tidak terkatakan lagi. Erlang melanjutkan dengan menelusuri perut rata dengan bibir panasnya. Walaupun Wanita itu sudah pernah melahirkan tetap langsing dengan perut datar.


Mungkin juga karena Yura masih belia jadi kulit masih kencang. katakan apa yang ingin kulakukan untukmu.


tanpa merasa jijik berulang sudah sampai ke bagian inti tubuh Yura mencium permukaan milik wanita itu yang membuat Yura tersentak belum siap untuk sentuhan yang lebih jauh seperti itu.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Aku mohon naiklah ke atas gentengnya dengan pipi yang sudah merona merah."


"Sssst, biarkan aku menikmatinya. Aku pastikan kau pasti menyukainya," bisik Erlang yang terdengar justru sebagai de*sahan pria itu.


Yura semakin gelisah, menunggu suaminya berhenti menyiksa dirinya di bawah sana dia bukan tidak suka hanya saja dia sudah tidak tahan tubuhnya rasanya hancur berkeping-keping kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


"Sayang... Aku mohon berhenti menyiksaku," desis Yura yang sudah tidak tahan. Lidah Erlang begitu gesit meliuk-liuk di dalam miliknya hingga membuat darahnya mendidih.


"Oh... Aku... Aku...," de*sah Yura menggeliat, lalu melengkungkan tubuhnya saat cairan kental keluar dari inti tubuhnya.


"Iya, Sayang, aku datang," jawab Erlang berbisik di telinga gadis itu, lalu membuka lebar paha Yura, dan segera memasuki gadis itu perlahan.


Bola mata Yura terbuka lebar, terengah merasakan bagian tubuh Erlang berada di dalam tubuhnya.


"Aku akan membawamu terbang hingga ke langit ke tujuh," bisik Erlang mulai bergerak resah di dalam tubuh Yura.

__ADS_1


__ADS_2