Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku
Mirip


__ADS_3

Erlang melantunkan baik indah di telinga bayi merah itu. Benar kata dokter anak kecil itu begitu mirip dengannya, setidaknya itu yang dikatakan para perawat dan dokter anak setelah membersihkan dan mendata tinggi dan berat bayi itu.


"Mirip banget dengan papanya," ucap mereka, ketika menyerahkan bayi itu untuk digendong erla sementara Yura masih dibersihkan untuk segera dipindahkan ke ruang inap.


Lama Erlang memandangi wajah bayi yang begitu polos dan juga begitu mungil dia seperti malaikat kecil yang diturunkan dari langit untuk melengkapi kebahagiaan orang tuanya.


Bagaimana menurutmu Mereka bilang dia sangat mirip denganku tanya Erlang terus memperhatikan wajah bayi mungkin itu.


Niko sama terkejutnya dengan Erlang. Dia juga tidak menyangka bahwa bayi itu begitu mirip dengan Erlang. Kalau dibilang karena mereka adalah kakak adik, tidak juga karena yang menanam benih di rahim Yura bukanlah Roy. Apa mungkin memang Erlang pria yang selama ini dia cari?


Rasa curiga Niko dia ke samping kan untuk sekarang dia harus kembali memeriksa keadaan Roy dan mengabarkan tentang kelahiran anak Yura.


Erlang sudah ada di rumah sakit untuk menjaga Yura, jadi lebih baik dia segera pergi menghadap Roy pria itu pasti sudah tidak sabar menunggu kabar tentang kelahiran putra Yura.


Erlang dengan betah duduk di samping Yura, menunggumu hingga garis itu siuman. Dokter bilang setengah jam lagi mungkin Yura akan sadar, dan jika gadis itu meminta minum, tidak boleh langsung diberikan dulu, harus menunggu beberapa jam.


Sementara bayi mungil itu sudah dibawa oleh para perawat untuk dibawa ke ruang ke ruang bayi. Nanti, ketika ibunya sudah bangun mereka akan memberikannya kepada Yura untuk mulai belajar memberikan ASI pada bayinya.

__ADS_1


penantian Erlang akhirnya usai juga Yura sudah membuka matanya perlahan mencoba mengingat peristiwa apa yang baru saja dialami.


ketika kesadarannya membawa dirinya mengingat bahwa dia baru saja melahirkan anaknya Yura tersentak dia ingin duduk tapi tidak bisa kakinya masih mati rasa pengaruh bius belum hilang total hingga dia kembali menjatuhkan kepalanya ke bantal.


"Akhirnya kau siuman. Bagaimana perasaanmu apa yang sakit kau baik-baik saja?" tanya Erlang membabi-buta. Dia perlu tahu keadaan gadis itu saat ini. Tidak gampang melalui operasi. Jangan dikira karena sudah dibius dan hanya terlentang maka tidak ada kejadian buruk yang mungkin terjadi.


Mungkin Yura tidak merasakan sakitnya melahirkan tapi dia berjuang di meja operasi kalau dia tidak kuat mungkin bisa saja terjadi pendarahan yang menyebabkan kematiannya.


aku baik Bagaimana dengan anakku apa dia selamat dia tidak apa-apa kan tanya Yura histeris dia ingat apa yang terjadi pertengkarannya dengan Jessica membuatnya jatuh ke dalam kolam.


awalnya Yura mendatangi Jessica yang saat itu sedang berenang Yura meminta garis itu naik karena ada yang harus ditanyakan kepada Jessica


amarah Yura memang sudah tidak terbendung lagi dia mendapatkan informasi dari pelayannya yang tanpa sengaja mendengar perbincangan antara Heni dan juga Jessica di kamar wanita itu


mereka merasa belum puas kalau sampai belum membunuh anak dalam kandungan Jessica di kamar itu mereka juga mengatakan bahwa insiden memasukkan bubuk cabe ke dalam makanan Roy seharusnya diganti dengan racun agar raih meninggal dan bisa melimpahkan kesalahan pada Yura.


Obrolan mereka didengar oleh Wati yang segera melaporkan hal itu kepada Yura. emosi udah tersulut hingga memutuskan untuk mencari Jessica ke kolam renang

__ADS_1


"Kau mau apa? Kenapa kau memanggilku bahkan membentak ku dengan nada seperti itu? Jangan pikir ya, karena kau adalah istri dari Om Roy kau bisa sesuka hatimu untuk berbicara denganku dengan nada tinggi seperti itu! Kau harus ingat bahwa aku juga punya hak yang sama denganmu di rumah ini, aku adalah istri dari Erlang!"


"Aku tidak peduli kau istri siapa dan apa posisimu di rumah ini, yang aku tahu bahwa kau sudah mencelakai Om Roy. kau ingin membunuhnya dan melimpahkan semua kesalahan itu kepadaku. Aku tidak menyangka Jessica, ternyata kau wanita yang busuk dan begitu jahat. Aku akan memberitahukan kepada Om Roy tentang kejahatanmu ini!" umpat Yura yang begitu emosi melihat sikap cuek Jessica yang tidak merasa bersalah setelah apa yang sudah dilakukannya.


"Kau pikir aku takut? Siapa yang akan percaya atas omonganmu? Semua bukti mengarah padamu! Kau yang memasak makanan itu, kalaupun kau membawa membantu itu sebagai saksi, aku akan menyangka dan satu hal lagi aku akan memberitahukan kepada Om Roy mengenai tingkah binal mu yang sudah merayu anak tirimu. Aku melihat kalian berciuman! Kau pikir bagaimana sikap Om Roy terhadap mu nanti?" Apa dia masih menganggapmu sebagai istri atau justru mengusirmu dari rumah ini?" tantang Jessica yang selalu merasa di atas awan karena memiliki kartu As yang mampu membungkam Yura dan Erlang.


Wajah Yura seketika pucat dia tidak tahu bahwa Jessica pernah melihat mereka berciuman kepanikan melanda dirinya. Bagaimana kalau Roy sampai tahu mengenai perselingkuhannya dengan Erlang.


"Kenapa kau diam kau kehilangan kata-kata kau ketakutan bukan makanya jangan pernah coba-coba untuk melawanku. Kau wanita menjijikkan Yura! Aku tidak menyangka bahwa dibalik wajah polos mu, ternyata kau seorang pe*lacur yang sudah berselingkuh dengan anak tirimu sendiri di belakang suamimu! Kau tidak pantas menjadi istri Om Roy yang terhormat!"


Caci maki yang dilontarkan Jessica benar-benar menusuk perasaan Yura. Dia datang menemui Jessica untuk memberikan pelajaran pada gadis itu, ternyata keadaan berbanding terbalik, justru dia yang ditampar oleh kenyataan mengenai perselingkuhannya.


"Itu bukan urusanmu aku peringatkan jangan pernah kau mencoba untuk menyakiti Om Roy atau aku bertindak kasar kepadamu!" balas Yura dengan dada berdebar dia tidak ingin Jessica melihatnya ketakutan atas ancaman wanita itu tadi.


Yura sudah berbalik hendak meninggalkan Jessica, tapi gadis itu dengan cepat mendorong tubuh Yura ke dalam kolam dan keseimbangannya yang tidak stabil membuat Yura jatuh dan perutnya mengenai pinggiran kolam lalu tenggelam di kolam karena kakinya tiba-tiba keram.


Beruntung dari kejauhan Wati dan Titin memperhatikan mereka karena begitu Yura mendatangi Jessica, Bi Ijah memerintahkan keduanya menyusul dan memantau dari jauh, tidak ingin Jessica sampai menyakiti Yura.

__ADS_1


Keduanya berteriak kalang kabut memanggil tukang kebun dan juga satpam untuk membantu Yura keluar dari kolam.


Kabar itu pun langsung terdengar oleh Roy yang membuat pria itu shock dan tekanan darahnya menurun, tapi dia masih sempat memerintahkan salah satu perawat untuk menghubungi nomor Niko yang ada di ponselnya, meminta pria itu untuk segera datang membawa Yura ke rumah sakit.


__ADS_2