Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku
Kebenaran Yang Menyakitkan


__ADS_3

Melihat keterkejutan Roy dan sedikit bingung yang tergambar di wajahnya membuat Jessica memutuskan untuk mengungkapkan semuanya. Kalaupun dia harus hancur, mengapa harus sendiri, biarlah mereka hancur bersama-sama. Tidak ada yang boleh mendapatkan kebahagiaan, kalau dia pun menderita.


"Om tahu kenapa Erlang tidak bisa lagi mencintaiku? Itu karena ada seorang wanita yang sudah menggodanya, wanita murahan yang berkedok sebagai istri Om!"


"Apa maksudmu, Jessica? Om tidak mengerti!" jawab Roy yang perlahan menelaah perkataan Jessica. Dia tidak ingin salah mengerti dengan maksud wanita itu. Lagi pula Jessica sangat buruk.


Dia tidak yakin apa yang wanita itu katakan adalah hal yang benar, bisa saja dia berencana untuk menghancurkan Yura dan juga kehidupan keluarga mereka.


Yura dan Erlang berselingkuh di belakang Om. Mereka punya skandal, mereka sudah mempermainkan Om dan sama sekali tidak menghargai keberadaan Om!"


"Tutup mulutmu, Jessica! Jangan harap kau bisa mempengaruhi penilaian Om tentang Yura. Om mengenal Yura dengan baik, dia bukan gadis seperti itu!" tegas Roy.


"Terserah kalau Om tidak mau percaya tapi saran ku, lebih baik Om selidiki. Bila perlu Om tanyakan kepada Yura, kalau memang dia gadis yang jujur dia pasti akan mengatakan semuanya. Om tahu dengan mata kepalaku sendiri di rumah ini aku pernah melihat mereka berdua berciuman, kurang bukti apalagi untuk menyatakan kalau mereka berselingkuh?"


Perkataan Jessica benar-benar mengganggu pikiran Roy. Dia sudah mengusir wanita itu keluar dari kamarnya. Dia ingin tidak percaya tapi hatinya benar-benar terusik.


Roy melangkah ke depan balkon kamarnya, memandang jauh ke arah luar. Apa yang harus dia lakukan? Mencari tahu atau membiarkannya begitu saja?


Roy akhirnya memutuskan untuk menanyakan hal itu kepada Yura. Dia mencari gadis itu dan kata Titin, dia sedang membawa Kaisar ke taman samping untuk menikmati keindahan bunga-bunga yang bermekaran di sana.

__ADS_1


Roy mendatangi gadis itu, langkahnya terasa berat. Dia takut menemukan kebenaran atas perkataan Jessica, betapa hancurnya perasaannya. Lagi-lagi dia menjadi orang yang terbuang dari keluarganya, dari orang-orang yang dipercaya dan tidak akan mungkin mengkhianati dirinya.


"Apa yang salah? Apa kurangnya dirinya? Dia selalu memperlakukan semua orang dengan baik. Bahkan setiap kesalahan orang lain, dia yang selalu pasang badan. Lantas inikah yang pantas dia terima? Penghianatan dari orang-orang yang dia percayai dan dia sayangi?


Langkahnya berhenti di depan stroller Kaisar. Yura terlihat sedang mengamati satu tanaman hingga dia tidak menyadari kedatangan Roy di sana.


"Om Roy mencariku? Ada apa?" tanya Yura yang akhirnya menyadari keberadaan pria itu. Dia tersenyum dalam mendekat ke arah Roy yang sudah memilih duduk di kursi yang ada di depan stroller Kaisar.


"Apa kau tahu bahwa Erlang dan Jessica kini sudah berpisah? Mereka bertengkar dan Erlang memberikan talak atas Jessica," tanya Roy dengan nada yang berbeda. Yura bisa merasakan hal itu. Tatapan Roy padanya juga sedikit berbeda hari ini. Perasaan Yura jadi tidak tenang, dia takut sudah melakukan kesalahan yang membuat Roy kecewa kepadanya.


"A-aku gak tahu, Om. Aku pernah mendengar bahwa mereka bertengkar tapi tidak menyangka bahwa Erlang sampai menjatuhkan talak pada Jessica," terang Yura mengatakan apa yang dia ketahui dia juga sedikit terkejut mendapati kabar bahwa air laut sudah menalak Jessica.


"Ya, Jessica datang menemui Om dan mengatakan semuanya. Dan apa kau tahu, dia mengatakan Erlang ingin berpisah dengannya karena dia sudah mencintai wanita lain dan ingin bersama wanita itu!"


"A-aku gak tahu, Om," jawab Yura penuh ketakutan.


"Entah kau tidak tahu Yura, hanya kau yang Om mempercayai di rumah ini. Semua rahasia bahkan hal terendah dari diri Om sudah Om beritahu kepadamu, pantaskah aku menerima kebohongan dan ketidakjujuran dari orang yang ku percaya?" tanya Roy yang berhasil menusuk jantung Yura ke dasar yang paling dalam.


Nada bicara pria itu terlihat begitu terluka. Siapapun bisa menebak bahwa Roy sudah percaya dengan omongan Jessica, jadi apa gunanya dia menyangkal? Bukankah dia memang berniat untuk berkata jujur kepada Roy? Hatinya selalu tersiksa karena membohongi pria itu.

__ADS_1


Seketika Yura menjatuhkan diri di sisi kaki Roy. Dia menyentuh perlahan kaki itu lalu membawanya dalam dekapannya, menangis terisak di sana. Perkataan maaf berulang-ulang terucap dari bibirnya.


"Aku minta maaf Om, aku benar-benar minta maaf. Aku bukan ingin bermaksud membohongi Om. Aku tahu aku salah, dan Om pasti tidak mau memaafkanku, tapi aku tidak bisa mengatakan apapun selain kata maaf. Aku bersalah dan sudah berbuat jahat pada Om," ucap Yura masih dengan isak tangisnya.


"Kenapa kau lakukan itu? Kenapa Yura? Kau mengkhianati kepercayaanku! Apakah perbuatanku ada yang salah padamu? Apakah semua yang aku lakukan tidak cukup untuk mendapatkan kepercayaanmu? Orang lain boleh mengkhianati ku, tapi sedikitpun aku tidak pernah berpikir bahwa orang itu adalah kau!"


Yura tidak bisa mengatakan apapun lagi. Dia hanya terus menangis, meratapi semua kesalahan, yang tersisa hanyalah penyesalan. Dia paham perasaan Roy saat ini yang begitu terluka dan pastinya sangat sulit untuk memaafkan. Namun, semua yang sudah terjadi, tidak bisa juga ditarik kembali.


Dia hanya bisa memasrahkan diri, akan menerima apapun hukuman yang akan diberikan Roy padanya. Pria itu sudah sangat tersakiti oleh perbuatannya dan Erlang.


"Om...,"


Yura terus memanggil Roy untuk mau menoleh ke arahnya, tapi rasa sakit pria itu membuatnya menjadi dingin dan tidak punya hati lagi untuk memaafkan Yura. Apakah Yura dan Erlang lupa bahwa Roy juga manusia, tidak selamanya dia memiliki hati seluas samudra terlebih atas pengkhianatan mereka.


Yang terburuk dari tindakan mereka, Erlang belum mengetahui bahwa dirinya bukanlah ayah kandungnya, tapi sudah berani melakukan perbuatan tidak senonoh bersama Yura.


Penghianatan terbesar adalah perselingkuhan, dan Roy sangat mengutuk hal itu. Erlang yang sudah diasuhnya dari kecil dan dianggap sebagai anak kandung tega melakukan hal itu padanya.


Roy merasa tidak ada lagi hal yang perlu dia katakan kepada Yura. Semua sudah jelas. Sekarang dia bangkit dari duduknya, tapi tidak bisa melangkah karena Yura masih memegang dan memeluk kakinya. Beribu kata maaf diucapkan wanita itu di sela-sela air matanya namun Roy bergeming.

__ADS_1


"Lepaskan Yura, tidak ada gunanya kau menangisi yang sudah terjadi!"


"Tapi aku menyesal, Om. Aku minta maaf, aku tahu aku bersalah dan perasaan salah itu sudah menghantui sejak lama. Aku ingin mengatakan hal itu, berkata jujur kepada Om, tapi karena keadaan Om yang sedang sakit keras membuatku tidak berani. Aku takut Om akan semakin drop karena mengetahui hal itu. Aku tidak mencari pembenaran Om, aku tahu, kalau aku salah dan siap menerima hukuman dari Om, tapi aku mohon bicaralah padaku. Katakan kalau Om membenciku, maki aku Om," pinta Yura.


__ADS_2