
Jessica tidak henti-hentinya tersenyum kala menatap pantulannya yang terlihat sangat cantik di depan cermin dengan menggunakan gaun putih yang begitu indah. Hari ini dia akan menikah dengan Erlang, sesuatu yang sudah lama dia harapkan dan dia perjuangkan.
Akhirnya dia berhasil mendapatkan pria itu. Persoalan Erlang mencintainya atau tidak, itu tidak jadi masalah dan dia tidak peduli, yang terpenting pria itu menikahinya!
Ada cerita di balik rencana pernikahan yang dipercepat. Erlang tidak bisa lagi menawar pada Jessica, wanita itu terus menuntut ingin dinikahi secepat mungkin hingga Erlang menerima permintaan Jessica dengan satu syarat, pernikahan itu digelar di rumah tidak ada resepsi hanya ijab qobul.
Awalnya tentu saja Jessica tidak terima, harga dirinya seolah diinjak-injak oleh Erlang hanya demi menutupi rahasia mereka makanya Erlang mau menikah dengannya. Perasaan Jessica begitu sakit karena semua yang ada pada dirinya tidak berhasil membawa kembali Erlang dalam kehidupannya.
Jessica mungkin menikah dengan Erlang, namun, jelas hati pria itu berlabuh pada siapa dan itu semakin membuat Jessica membenci Yura, segala rencana sudah terekam di benaknya.
Jadi Jessica menerima syarat dari Erlang, yang terpenting mereka menikah saja dulu. Setelah menjadi istri sah, dia pasti bisa melakukan apapun yang dia mau, termasuk menggunakan uang keluarga Hendardi sepuasnya.
"Kau sudah siap, Sayang?" tanya Heni, Tante Jessica. Wanita itu menatap penuh kagum ke arah keponakannya yang tampil sangat memukau. Sejak kecil Jessica memang tinggal bersamanya setelah ibu kandung Jessica meninggal.
Heni yang tidak mempunyai anak tentu saja dengan senang menerima Jessica, terlebih gadis itu bisa diarahkan sebagai tambang emas.
Heni selalu mengajarkannya untuk bergaul dengan orang-orang kelas atas dan berpacaran dengan pria yang berduit.
Ketika Jessica memperkenalkan Erlang untuk pertama kalinya, wanita itu begitu gembira dan berharap Erlang akan menikahi keponakannya itu. Siapa yang tidak kenal dengan Erlangga Putra, anak semata wayang Roy Hendardi dan sekaligus ahli warisnya.
Namun, karena kebodohan Jessica yang tergoda dengan asmara sesaat bersama seorang pria, membuat gadis itu berselingkuh di belakang Erlang, dan memutuskan untuk berpisah dengan Jessica.
Kala itu satu tamparan mendarat di pipi Jessica, ketika wanita itu mengetahui kabar putusnya Erlang dengan Jessica.
"Seharusnya kau tidak melepaskan tambang emas seperti Erlang! Apa yang ada dalam otakmu hingga kau bisa tidur dengan pria lain? Apa kurangnya Erlang?" bentak Heni kala itu.
__ADS_1
Karena amarah tantenya yang begitu hebat, Jessica memutuskan untuk pergi ke luar negeri menjadi model, dengan bayaran murah untuk bertahan hidup di sana.
Namun, setelah beberapa agensi tidak lagi memakainya dengan alasan tubuhnya yang semakin berisi dan tidak bisa menjaga berat badan yang ideal sebagai seorang model, akhirnya Jessica memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Dia bertekad untuk kembali mendapatkan Erlang dan ternyata dia berhasil, walaupun harus terjatuh dan tertatih bahkan terluka karena harga dirinya diinjak-injak oleh Erlang dengan menjalin hubungan bersama ibu tirinya.
Namun, dia tidak peduli akan cinta lagi, yang terpenting dia berhasil mendapatkan posisi sebagai istri Erlang.
Begitu dia memberitahukan kepada tantenya bahwa dia kembali dengan Erlang dan akan segera menikah, berbagai pujian Heni sematkan kepada keponakannya itu.
"Kau memang gadis yang pintar Tante begitu bangga padamu," ucap Heni mengulang kalimatnya yang itu itu saja sebelum menutup telepon.
Kini menatap keponakannya dengan mata kepala sendiri mengenakan gaun pengantin dan akan bersanding dengan Erlang membuat kebahagiaan Heni berlipat-lipat ganda.
Terlebih saat ini suami Heni sudah lari dengan wanita lain meninggalkan hutang yang begitu besar, bahkan perusahaan mereka sudah diambil alih oleh pihak bank karena pinjaman yang tidak dibayar.
Jadi wajar, kesempatan untuk menguras harta Hendardi tidak akan mungkin disia-siakan oleh kedua wanita itu.
"Kau akan selalu menjadi gadis Tante yang membanggakan. Tante begitu terharu melihatmu mengenakan gaun pengantin ini, dan yang pasti mamamu di surga juga akan bahagia melihatmu akan segera menikah dengan orang yang tepat," ucap Heni menepuk pelan pundak Jessica.
"Sebaiknya kita segera bergegas, penghulu dan calon suami yang sudah menunggu," lanjutnya mengembangkan senyum.
"Tunggu Tante, apakah Tante sudah memikirkan tawaran yang aku ajukan?" tanya Jessica penuh harap.
"Tentu saja Tante dengan senang hati akan menerima tawaranmu untuk tinggal di sini," jawab Heni dengan mantap.
__ADS_1
Jessica meminta tantenya untuk tinggal di rumah itu. Dia perlu sekutu untuk membereskan Yura. Dia memang belum bercerita mengenai perselingkuhan Yura dengan Erlang. Dia tidak mau tantenya menganggap remeh karena seorang wanita biasa sudah bisa merebut hati Erlang darinya.
"Satu hal lagi yang perlu Tante ketahui. Aku tidak menyukai ibu tirinya Erlang, dan Tante tentu tahu apa yang harus kita lakukan. Saat ini dia sedang hamil, aku tidak mau anaknya menjadi penghalang bagi kita untuk mendapatkan seluruh kekayaan keluarga ini!" serunya dengan sorot tajam.
Heni mengembangkan senyumnya lagi senyum penuh arti dan menambah gambaran wajah bengis.
"Kau tenang saja, Gadis kecil, Tante tidak akan membiarkan rumput liar tumbuh hingga menghalangi langkah kita. Sedikit saja dia bisa tumbuh tinggi, maka akan menggores kulit kaki kita saat melangkah, jadi sebaiknya cabut sampai ke akar-akarnya!" ucap Heni dengan senyum sinisnya.
***
Yura ingin sekali tidak menghadiri acara itu dia tidak sanggup melihat Erlang menjadi milik orang lain. Katakanlah dia plin plan dan katakanlah dia serakah, tapi hati tidak bisa berbohong.
Perasaannya kepada pria itu bukan terkikis justru semakin besar. Bertambahnya usia kehamilannya, semakin dia rindu kepada Erlang, ingin dipeluk dan dimanjakan oleh pria itu tapi apa daya harapan dan keinginannya harus disimpan di dasar hatinya yang terdalam.
Namun Roy sudah menunggunya untuk menghadiri acara itu, terpaksa dengan senyum palsu Yura menerima genggaman tangan Roy masuk ke ruang tamu yang digunakan sebagai tempat ijab Kabul.
Hanya ada beberapa orang yang dimintai hadir sebagai saksi atas pernikahan putranya. Sampai sekarang Roy tidak habis pikir mengapa Erlang tetap bersikukuh untuk tidak mengadakan resepsi bahkan tidak ada sanak saudara baik itu saudara jauh ataupun yang dekat yang mereka undang.
Erlang terkesan ingin menyembunyikan pernikahannya. Roy memahami bahwa putranya mungkin sedang berada dalam dilema, menyesal telah mengajukan lamaran kepada Jessica kala di saat hatinya jadi ragu kepada gadis itu.
"Kau sudah siap?" tanya Roy menepuk pundak putranya yang sudah duduk di kursi menunggu penghulu datang untuk menikahkan mereka.
Erlang tidak menjawab, dia hanya mengangguk pasrah dan lemah. Ekor matanya melirik ke arah Yura, memperhatikan wajah gadis itu. Sorot mata Erlang berbicara pada gadis itu, dengan berkaca-kaca hingga mampu dimengerti Yura.
"Aku mohon padamu sekali saja katakan bahwa kau tidak menginginkan aku menikah dengan wanita lain, maka pernikahan ini akan aku batalkan!" batinnya.
__ADS_1