
Setelah Randa dan Gita makan, mereka keluar. Randa memakai motor hitam miliknya yang mendapat nama dari Gita.
Si Blacky.
"Ayooooo! Berangkat Si Merah!" ujarnya membuat Randa menahan senyum geli.
"Ayo berangkat Si Blacky!"
Gita menoleh dan tertawa. Melihat Gita tertawa Randa ikut tertawa. Lagi-lagi mereka berdua bertingkah konyol.
Brumm ... Brum ....
Mereka melajukan motor mereka dengan kecepatan sedang. Gita dan Randa sama-sama berdampingan.
Sampai mereka tiba di Area balap. Di sini sepi karena memang tidak ada pertandingan.
"Yuk kita ke Garis Star!" ajak Gita.
"Yuk," sahut Randa.
Gita membuka helmnya dan mengambil ikat rambutnya. Randa turun dari motornya dan membantu kekasihnya.
"Sudah," ujar Randa setelah mengikat rambut Gita.
Cup.
Mata Gita membulat saat Randa memcium bibirnya. Ia merona malu.
"Hahhaha." Randa mengacak rambut Gita gemas.
Randa naik di atas motornya dan memasang helmnya. Gita turun dari motornya dan berjalan ke arah Randa.
"Kamu mau ngapain?" tanya Randa. Gita malah naik di atas motor Randa.
"Aku enggak mau balapan. Gini aja enak," ujar Gita membuat Randa menatapnya intes.
"Aku sayang banget sama kamu," ujar Gita. Dia mengalungkan tangannya di leher Randa.
"Randa ... I love you."
Jantungnya sangat berdetak tidak karuan. Randa membuka helmnya dan membuka helm Gita.
Dia menyatukan bibir keduanya. Ah, ini lebih baik daripada kencan di bioskop.
__ADS_1
***
Tidak terasa Randa dan Gita sudah hampir sebulan pacaran. Mereka semakin lengket.
"Besok, aku berangkat," gumam Gita. Ia tidak rela berpisah dengan Randa.
Gita memejamkan matanya. Semua berlalu begitu cepat. Ia merasa baru kemarin ia bertemu dengan Randa dan hari ini dia akan berpisah lagi.
Di lain tempat, Randa sedang duduk di teras dengan rokok yang terselip di sela jarinya.
Matanya menatap pemandangan dari jendela. Ia memikirkan pacarnya.
"Jika Alex berani macam-macam, aku akan membunuhnya," gumam Randa.
Dia sangat khawatir karena Alex dengan terang-terangan mengibarkan bendera perang.
Pria itu akan melakukan cara apa pun untuk melindungi kekasihnya.
Randa mematikan rokoknya dan berjalan keluar. Ia mendial nomor seseorang.
"Halo."
" ...."
"Lakukan rencana yang saya suruh."
" ...."
"Kita akan bermain dalam lingkaran yang kamu gariskan," desisnya.
Randa segera mengambil jaket hitamnya, dompet dan kunci mobilnya.
***
Gita POV
Pagi ini aku bangun begitu lesu. Aku sudah mandi dan tentunya mendapat protes pada Mommy.
"Gita, kamu itu mau pergi PKL atau pergi balapan, sih?" tanya Mommy.
"Mom, aku sedang malas," ujarku.
Mommy menghela napas dan menarikku ke kamar. "Kamu mau Randa iffil sama kamu? Dia bisa saja tinggalin kamu karena kamu itu enggak pernah jaga penampilan," omelnya.
"Mommy, aku yakin Randa enggak pernah permasalahin gimana Gita," ujarku menolak ucapan Mommy.
__ADS_1
"Bisa saja dia enggak enak sama kamu," ujar Mommy.
"Mommy, please, deh," ujarku malas.
"Sana ganti ...."
Aku masuk ke kamar mandi dan ganti baju. Aku mengenakan kemeja biru bergaris-garis putih. Dipadukan dengan rok pendek sebatas lutut.
Hell bukan aku banget.
Aku keluar dan menatap Mommy yang kini tersenyum cerah.
"Mommy, Gita merasa aneh dengan penampilan Gita," ujarku mulai protes kembali.
"Baiklah, Mom. Aku ingin makan." Aku mulai lapar dan mengajak Mommyku turun ke bawah.
Aku tidak menemukan Ryuka. Dasar anak liar itu. Akan tetapi, aku sama saja dengannya.
Aku sarapan bersama Daddy dan Mommy. Aku melihat Daddy menyuapi Mommy dan begitu pun sebaliknya.
Aku mengigit sendok melihat kemesraan orang tuaku. Berasa jadi obat nyamuk.
Kira-kira kalau aku sama Randa sudah menikah, aku sama dia sama enggak, ya, kayak Mommy dan Daddy?
Sejujurnya aku takut Randa berubah. Aku takut Randa bosan denganku. Entah, perkataan Mommy kini memasuki otakku.
Kalau Randa sampai bosan denganku, aku bisa frustrasi. Kalau dia sampai meninggalkanku, aku akan menonjoknya.
Aku tidak akan membiarkan dia menyakitiku. Aku ... aku mulai memikirkan tentangnya dan aku mulai merasakan takut kehilangan.
Pantas saja Kak Gata tidak mau berpisah dari Randa. Kalau sudah cinta mau bagaimana lagi?
Haduhhh ....
"Mom, aku berangkat dulu. Aku di antar sopir saja," ujarku.
TBC
Bar-bar up enggak ya? 😁
Follow
Vote
Komentar
__ADS_1
Bakal bar-bar up 😉