Garis Finis

Garis Finis
19


__ADS_3

Di sebuah bandara Inchon, seorang gadis datang dengan pakaian seksinya. Kaca mata hitam menghiasi matanya dan tidak lupa bibirnya dipolesi lipstik tebal.


“Halo Alex, aku sudah tiba di Bandara,” ujar gadis. Dia menelepon Alex. Gadis itu tak lain adalah Muara Josh. Gadis penggila harta.


“ ....”


“Baiklah.”


Tut.


Maura menyeringai dan pergi ke Apartemennya. Dia beristirahat sejenak sebelum dia memerintahkan anak buahnya untuk singkirkan sekretaris  Randa. Ia akan menjadi sekretaris pria itu agar mudah menjalankan rencananya.


“Sebentar lagi paket lengkap akan menjadi milikku. Randa  Sammuel yang tampan dan juga kekayaannya.” Maura tertawa setelahnya. Membayangkan rencananya akan berjalan mulus.


Maura Josh itu gadis salah satu pemilik club bintang lima di Los Angel. Terkenal bersekutu dengan beberapa penjahat Internasional. Kabarnya gadis ini juga bandar narkoba. Sayangnya, uang menutup mulut mereka hingga tidak berani menyentuh  wanita pirang itu.


***


“Maaf, Pak, sa—saya mau mengundurkan diri. Sa—saya harus ikut su—suami saya,” ujar Nami. Randa terkejut dengan pengunduran kerja Nami. Wanita itu selama ini bekerja keras dan menyukai pekerjaannya.


Randa menghela napas pendek dan mengambil surat pengunduran diri Nami. Ia menandatanganinya. Nami sendiri merasa bersalah dalam hati, tetapi apa dayanya yang mendapat ancaman dari wanita bernama Muara itu.


Nami berterima kasih dan pergi. Dia pergi meninggalkan Randa yang menatap datar komputernya. Ia mengalami masalah di perusahaannya dan sekarang, Nami sekretarisnya yang harus membantunya malah mengundurkan diri.

__ADS_1


Dertttt ....


Randa mengalihkan tatapannya saat benda pipi warna silver itu berdering. Tampan nama kekasihnya tertera di sana. Ia berdehem sebentar dan menggeser warna hijau.


“Halo.” Suara ceria di sana membuat hati Randa sedikit tenang.


“Iya, Sayang.”


“Aku ganggu, ya?” tanya Gita dengan malu-malu.


“Tidak, Sayang. Bagaimana kabarmu hari ini? Minggu depan kamu pulang, ‘kan?” tanya Randa.


“Iya, aku akan pulang. Aku merindukanmu,” ujar Gita membuar Randa tersenyum.


“Silakan,” ujar Randa, “ada apa, Pak?”


“Saya baru saja tahu mengenai pengunduran diri Bu Nami. Bukannya sekarang perusahaan kita sangat membutuhkan sekretaris?” tanya Pak Doong Sa.


“Tentu, Pak. Buka lowongan kerja dan pilih yang terbaik. Saya membutuhkan sekretaris segera,” ujar Randa.


“Baik, Pak. Nanti saya akan buka lowongan sekretaris.”


Pak Doong Sa pamit setelah berbincang dengan Randa. Meninggalkan pemuda itu dengan memijat pelipisnya yang terasa sakit. Satu sisi pikirannya berada di perusahaannya dan satu sisi lainnya ia memikirkan teror dan juga kekasihnya.

__ADS_1


Randa mengerjakan satu per satu tumpukan kertas di atas mejanya. Bocoran ide perancangan resort di Kanada membuatnya pusing. Bagaimana mungkin perusahaan saingannya mengambil ide mereka?


“Aku rasa ada orang dalang,” ujarnya. Saat ia mulai fokus kembali pintu diketuk. Datanglah Pak Doong Sa dengan seorang wanita. Rok pendek warna hitam dan blazer putih serta dalam putih yang rendah hingga menampilkan belahan dadanya.


“Maaf, Pak. Setelah tiga jam tadi kami menyeleksi, Nona Maura yang paling tepat untuk perusahaan kita,” ujar Pak Doong Sa.


“Baiklah, Pak.” Doong Sa pamit undur diri sedangkan Mura menyeringai dalam hati.


“Alex benar. Mangsaku sangat sempurna,” batinnya.


“Kamu mulai bekerja hari ini. Nanti akan saya minta  Yewi untuk mengajarimu.”


“Baiklah, Pak. Ini data-data saya.” Maura menyerahkan data-datanya. Tentunya data-datanya sudah ia palsukan.


Randa mengangguk dan mengakui jika Muara memang pantas untuk jadi sekretarisnya, tetapi ia ingin melihat kemampuan gadis itu menjadi sekretarisnya.


“Selamat bergabung di group Sammuel,” ujar Randa.


“Terima kasih, Pak. Senang bisa bekerja di perusahaan, Bapak,” ujar Maura.


Maura berbalik dan menyeringai. Ia sudah menjalankan rencananya untuk masuk di perusahaan Randa. Tinggal langkah selanjutnya untuk membuat pria itu tidur dengannya. Sesuai ucapan Alex, ia ingin Randa menghamilinya, dengan begitu ia akan menguasai harta pria itu. Maura menghilang di balik pintu.


“Kenapa perasaanku semakin tidak enak?” gumam Randa. Ia menggelengkan kepala dan mulai bekerja kembali hingga larut malam baru ia kembali ke Apartemennya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2