
Hari ini aku update sampai tamat 😌
Hari ini Gita konsultasi kembali ke Dokter. Dia melakukan terapi selama tiga bulan. Kakinya perlahan ia gerakkan walau ia harus berpegangan terlebih dahulu.
“akh,” ringisnya. Ia melepas pegangannya. Menatap ke depan di mana Dokter Balbero menatapnya dengan tatapan menyemangati. Eunbi juga melakukan hal yang sama bersama Ryung.
Tap ... selangkah dia mulai bisa.
Tap.
Tap.
Bibirnya membentuk senyuman manis. Eunbi merasa matanya memanas melihat perjuangan putrinya. Melihat tekad kuat Gita dan selalu meringis sakit.
Brak!
Gita terjatuh membuat Eunbi ingin menghampirinya. Gita mengangkat tangannya agar Mommynya tidak mendekatinya. Ia tersenyum menenangkan. Kemudian, berusaha bangkit dengan susah payah.
Ketika ia berdiri, ia kembali jatuh. Memaksa kembali, hingga suara Dokter Balbero terdengar. “Jangan memaksakan diri Gita. Empat langkah sudah kemajuan yang pesat,” ujarnya membuat Gita menunduk.
“Sayang,” panggil Ryung kepada Gita. Ia tahu putrinya tidak mau berhenti.
__ADS_1
“Besok kamu bisa melakukannya lagi,” ujar Ryung setelah lama diam menatap putrinya yang tak kunjung menjawabnya.
Akhirnya, Gita pulang dengan kekecewaan yang bersarang di hatinya. Kini dia mengurung di kamar dan menangis sepuasnya. Rasanya ia sangat lemah. Pikirannya terlalu terforsir.
Gita mengambil ponselnya dan membuka google. Ia langsung melakukan pencarian. Dia mengetik nama Randa. Matanya terpaku melihat perubahan fisik Randa.
Pria itu terlihat lebih maskulin dan ketampanannya semakin meningkat. Mata hangat itu menyorot dingin ke kamera. “Tampan,” gumam Gita.
Ia mengscroll sampai menemukan fakta-fakta menarik tentang Randa. Hatinya langsung dihunjami ribuan anak panah saat melihat Randa berpose dengan mesra banyak wanita berbeda. Wanita-wanita dari kalangan aktris dan model.
“Hiks kenapa sesakit ini?” tanya Gita pada dirinya sendiri. Ia yang melepaskan dan ia juga paling merasa sakit. Apakah semudah itu Randa melupakannya? Andai saja Gita tahu jika Randa berusaha mati-matian untuk melupakan dirinya.
Gita terlalu takut akan penolakan tentang Randa. Terlalu takut akan kebencian dan tatapan jijik pria yang dicintainya. Meski semua itu belum diketahui kebenarannya.
“Gita,” panggil Ryuka. Gita menoleh dan melihat kepala adiknya menyembul. Ryuka masuk dan ternyata ada Ryung juga.
Ryung dan Ryuka duduk di samping Gita hingga Gita berada di tengah. Tangan Ryung terulur mengusap air mata anaknya. Gita tersenyum.
“Jangan sedih. Masa pembalap Daddy menangis,” ujar Ryung menghibur Gita. Ryuka langsung merangkul pundak Gita membuat kakaknya menoleh.
“Lo pasti sembuh. Gua yakin kita bisa main balapan liar lagi. Bertiga sama Daddy,” ujar Ryuka yang diangguki Ryung.
__ADS_1
“Syuttt, tetapi jangan bilang sama Mommy,” bisik Ryung membuat kedua anaknya tertawa dan mengacungkan jempol tangan mereka.
Gita mengucapkan banyak syukur memiliki keluarga seperti mereka. Mencintai dan menyayanginya. Ia tidak mau egois terus bersedih. Jika memang takdirnya Randa harus sampai di sini. Mungkin mereka memang tidak jodoh.
Goita bukan menyerah, tetapi ia sadar. Ini semua salahnya. Andaikan dia mau saja terbuka dengan Randa. Kini pria itu kecewa dan dingin. Menoleh kepada wanita lain.
Ia sama sekali tidak menyalahkan Randa. Pria itu berhak bahagia meski bukan dengannya. Ia tahu bahwa kesempatan itu kini hilang. Ia menjadi seseorang yang memendam perasaan.
“Aku akan sembuh, Dad. Aku ingin balapan dengan kalian,” ujarnya membuat Ryung dan Ryuka memeluknya erat.
“Khm.” Deheman itu membuat mereka menoleh. Eunbi menyandarkan tubuhnya di pintu dengan tangan bersedekap di depan dada. “Lakukanlah, Mommy sudah menyiapkan hukuman untuk kalian bertiga. Rasanya sudah lama tidak makan masakan kalian,” lanjutnya membuat Ryuka, Ryung dan Gita menangkup tangan di dapan dada dan memasang wajah memelas.
Anak dan bapak itu sangat kompak membuat Eunbi tidak kuasa menahan tawa. Ia segera menghampiri ketiganya dan duduk di pangkuan Ryung. Mereka sama-sama tertawa.
“Love you, Mom.” Ucapan ketiganya membuat Eunbi terharu. Ibu anak tiga itu membalas ucapan mesra suami dan anak-anaknya.
“Love you tom y husband and dua bocah nakalku,” ujarnya.
TBC
Jejak
__ADS_1