Garis Finis

Garis Finis
23


__ADS_3

3 kali up


Puasin kalianlah 😘


Alex menatap datar Gita. Mati rasa dan terlalu buta bahwa di hadapannya wanita yang teramat ia cintai.


Kenyataan jika mediang DuhonĀ  adalah Ayah biologis Gita membuat ia semakin menggelapkan mata.


Obsesi dan dendam menyatu dalam dirinya. Menimbulkan kebencian yang tak seharusnya ia lampiaskan kepada Gita.


Di lantai kotor dalam gedung tua itu, Gita tersungkur. Ia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya bersimpuh di lantai.


"Akhhh," ringisnya. Air mata Gita menetes karena pukulan balok besi di kakinya membuat kakinya sakit bukan main.



"Percuma air matamu menetes. Kau terlalu bodoh datang kemarin dan ingin membunuhku," ejek Alex.


Gita memang datang ke sini seorang diri. Jiwa psychopatnya bangkit untuk membunuh Alex. Namun, semua sia-sia.


Ia masuk pada jebakan tidak terduga Alex. Pikirannya juga berkecabang melihatĀ  Randa dengan wanita lain.


Lebih sakit daripada mendapat pukulan dari Alex. Gita tetaplah seorang wanita yang akan sakit juga pada akhirnya.


Bibirnya memucat. Tangannya mengepal menahan ringisannya. Ia sama sekali tidak memohon kepada Alex. Persetan dengan rasa sakitnya.


Bugh!


"Akhhhg!" Sekali lagi pukulan itu mengenai kakinya.


Daran mentes begitu banyak dari tubuhnya. Perlahan gadis itu ambruk. Meski matanya tetap terbuka, bibirnya tak mampu berucap apa pun.

__ADS_1


Brak!


"Sialan!" teriak seorang pria. Dia begitu murka melihat Gita sudah tergeletak di atas lantai.


Dia melawan Alex. Memukul pria itu meski lawannya harus banyak, tetapi siapa yang bisa mengalahkannya?


Dia adalah Jung Levin Aldrick mantan Mafia Internasional. Datang dengan emosi yang meledak-ledak. Tangannya kini mengambil pistol dan mengarhakan pada Alex.


Mereka saling menebak dan keduanya juga lihai dalam menghindari peluru.


Levin memacing Alex keluar. Semantara anak buahnya sedang melawan anak buah Alex. Ternyata mereka cukup kuat karena orang Maura juga banyak.



Ryung mengode Ryuka agar menghampiri Gita. Air mata Ryuka tidak dapat ia bendung melihat kondisiĀ  Kakakknya.


Ia membawa Gita ke pangkuannya. Memeluk dan mencium kening adiknya. Rasanya ia menyesal terlambat datang.


Flashback.


"Gita, bukankah ini terlalu bahaya?" tanya Ryuka kepada kakaknya.


"Aku tahu, selain kamu, dan Uncel Levin, tidak ada yang tahu jika aku punya dua kepribadian. Aku telah lama menyembunyikannya, termasuk dari Randa," ujar Gita. Ryuka menghela napas berat.


"Aku hanya tidak mau dia mengangguku bersama Randa. Aku takut kehilangan Randa," ujar Gita dengan nada sedih. Ryuka memeluk Kakaknya.


"Apa pun yang terjadi, aku akan datang. Aku harap kamu akan baik-baik saja," ujarnya penuh harap.


"Oh, demi Dewa Neptunus, kau terlalu manis malam ini. Aku akan membasminya," ujar Gita dengan cengiran khasnya.


"Serahkan semua rencana kita. Kamu ke Mokpo bela-belain buat aku dan sata kita di Korea, aku mau rencana kita tetap berjalan lancar," ujar Gita sambil menepuk bahu Adiknya.

__ADS_1


Ia meninggalkan Randa menuju gedung tempat Alex bersembunyi. Ia telah melacakĀ  dan mengetahui rencana pria itu.


Pisau diselipkan di bakik jaket hitamnya. Ia tiba di sana lebih kurang dari 1 jam.


Di luar banyak sekali anak buah Alex. Gita tentu saja mengaktifkan GPS ponselnya agar Ryuka tetap bisa memantaunya.


Di sisi lain, Ryuka menemui Levin. Mengatakan rencana gila Gita yang ingin menghabisi Alex.


"Kau gila! Kenapa baru mengabari Uncel masalah seperti ini?!" bentak Levin. Ryuka juga baru tahu jika Kakaknya mendapat serangan teror.


Levin segera menemui Zeza yang ternyata menidurkan putra kecil mereka.


"Aku berangkat dulu. Ada urusan," pamitnya. Zeza mengangguk tidak banyak tanya. Suaminya terlihat terburu-buru.


Di sisi lain, Ryuka merutuki dirinya yang telat tahu. Sekarang ia mendapat umpatan mati-matian dari Levin. Membiarkan Gita ke sana sama saja melemparkan diri ke kandang singa.


Ia tidak menyangka jika Gita bisa lepas kendali. Tentu hal ini membuat Levin penasaran dengan sosok pria yang mencuri hati keponakannya.


Gita sampai rela mempertaruhkan nyawanya demi pria itu.


"Di mana kekasihny?" tanya Levin.


"Dia sedang di pesta yang dihadiri Daddy." Ryuka menatap ponselnya dan mengirim puluhan pesan kepada Gita.


Levin segera ke pesta GH VV yang dikatakan Ryuka. Menemui Ryung dan mengatakan bahwa nyawa Gita dalam bahaya.


Eunbi tentu kaget dan panik. Dia menangis dan ikut bersama suaminya. Dalam perjalanan, Ryung tidak hentinya menenangkan istrinya.


"Semoga kamu baik-baik saja, Nak," batin Ryung. Firasatnya sangat jelek.


"Di mana Randa? Apa dia tidak tahu Gita dalam bahaya?" tanya Ryuka.

__ADS_1


"Dia di pesta tadi, tetapi hilang. Entah ke mana," ujar Ryung.


TBC


__ADS_2