
Cahaya matahari menerobos masuk ke dalam celah-celah jendela. Seorang gadis membuka kelopak matanya.
Ia menatap kosong ke langit-langit kamar. Air matanya menetes. Tangannya ia gunakan menutup wajahnya. Isak tangisnya menggema. Tubuhnya bergetar kuat.
"Hiksss ... hiks ...." Ia tahu kini kotor.
"Hikss lepasssss!" Sontak ia berteriak saat ia merasa kepalanya disentuh. Ia histeris sekali.
"Hiksss jangan sentuh aku! Lepasss! Hikssss jangannn! Aku mohon!"
Yah, dia adalah Gita. Mentalnya terguncang saat ia mendapat pelecehan dari Alex.
"Hay, ini aku Randa, Sayang." Randa mendekat membuat Gita semakin mundur dan berteriak ketakutan.
"Hiksss aku mohon," isaknya membuat dada Randa terasa sakit. Jika saja ia telat, semua akan berakhir.
"Aku Randa." Gita perlahan membuka matanya dan melihat Randa. Tangis pecah.
"Hikss Randa," isaknya.
Randa mendekat dan membawa Gita ke dalam pelukannya. Ia menangis menemupahkan segala ketakutannya.
"Hikss aku kotor," isak Gita.
"Tidak, Sayang. Kamu tidak kotor," ujar Randa. Ia menangkup wajah Gita yang sembab akibat menangis.
"Dia hikss dia ... hikss." Randa menaruh jari telunjuknya di bibir Gita. "Syytttt," ujarnya.
"Kita hapus bekasnya," ujar Randa. Gita memeluk Randa.
"Hikss aku mandi berapa kali pun semua terasa menjijikan," isak Gita.
"Hikss mahkotaku hikss ia renggut," iksanya.
"Tidak, Sayang. Kamu masih perawan. Dia memang hampir mengambilnya darimu," ujar Randa.
"Hikss aku kotor," lirih Gita.
__ADS_1
Randa samakin cemas jika pikis Gita bisa terganggu. Ia mendorong Gita lembut agar berbaring.
"Aku mencintaimu. Aku menerimamu apa adanya. Kita hapus bekasnya," ujar Randa.
Ia mencium bibir Gita. Dia akan membersihkan setiap jejak yang ditinggalkan Alex.
"Katakan, di mana ia menyentuhmu, aku akan menghapusnya," ujar Randa.
Gita memejamkan matanya. Ia mengatakan dengan bibir bergetar, "Hiks dia menyentuh semua."
Randa menghapus air mata Gita. "Sayang ... buka mata kamu. Aku Randa, kekasih kamu. Hilangkan semua pikiran tentang perbuatan dia. Hanya ada kamu dan aku," ujar Randa menenangkan Gita.
"Kamu percaya 'kan sama aku?" Gita mengangguk.
Randa tersenyum dan membuka baju Gita. Ia akan menghapus semua bekas Si Bajingan itu.
Sentuhan Randa membuat Gita memejamakan mata. Ia mengigit bibir bawahnya menahan isak. Bayangan Alex memperlakukannya membuat ia nyaris berteriak jika Randa tidak berbisik lembut di telinganya.
"Aku bersamamu dan kamu aman bersamaku," bisik Randa. Randa menggenggam tangan Gita.
Dia membuat Gita full naked. Menyentuh di mana saja bekas Alex dan menggantinya.
"Randa," lirihnya.
"I love you and calm down, it's all gone. You don't need to be afraid or feel dirty. Believe me, all is lost," bisik Randa.
***
Mokpo 13:46
Gita duduk di atas sofa dengan cemilan di tangannya. Ia menatap sudut kamar yang ia tempati.
"Ck, jika aku bertemu dengannya aku akan patahkan tulangnya," desisnya. Ia menatap TV di depannya dengan pandangan tajam.
"Ah kenapa juga aku didera rasa takut dah oh shittt! Randa melihat semua tubuhku," ujarnya.
Gita syok dengan perlakuan Alex. Dia menjadi ketakutan dan hanya bisa menangis. Mentalnya terguncang, untung Randa datang tepat waktu.
__ADS_1
Jika saja Randa tidak mampu meluluhkan hati Gita. Membuat gadis itu kembali seperti sedia kala. Dia bisa depresi.
Takut. Tentu saja perasaan itu ada. Membayangkan Alex mengambil mahkotanya. Semua akan berakhir di detik itu juga.
"Tapi, ke mana Randa? Dia belum kembali sejak tadi? Apakah ia menemui Alex?"
Gita merasa dirinya mulai gila. Bermenolog dan terus bertanya.
Prang!
Gita segera meloncat dan keluar dari kamar. Ia melihat Randa ambruk di atas lantai.
"Randa!" teriak Gita.
Dia menjadi panik. Berlari dan memeriksa tubuh Randa. Matanya membulat mendapati sebuah pisau menancap di perut Randa.
"Siapa yang melakukan ini?!" Gita berteriak marah. Ia memeluk Randa yang sudah tidak sadarkan diri.
"Randa hiks," isak Gita.
Ia memapah tubuh Randa dan mencabut pisau itu dengan tangan bergetar.
Ia segera menelepon Ryuka.
Tuttt ....
"Halo, Ryuka hikss tolong." Ryuka menjadi panik mendengar isak tangis Gita.
" ....."
"Tolong, g-gue butuh lo. Gua akan share location."
Gita menutup teleponnya dan segera memberi lokasinya kepada Ryuka.
Dia melihat wajah Randa kian memucat. Air matanya semakin jatuh deras. Ia tidak mengenal siapa pun di sini.
Ia pun tahu di sini jauh dari villa tempat ia menginap. Walau dekat, ia tidak mungkin ke sana dan bertemu dengan Alex.
__ADS_1
"Ah, apa Bajingan itu yang membuatmu seperti ini?" tanya Gita dalam hati. Mungkin saja Alex balas dendam dan membuat Randa seperti ini.
TBC