
Comback 😘💜
Sayang kalian meski enggak jejak 😂 semoga terketuk buat follow 😘
***
20:00 KST
Hotel GG VV
Randa datang ke sebuah hotel GH VV bersama Maura sekalu sekrestarisnya. Ia mengenakan baju biru malam yang sama dengan Maura.
Keduanya menjadi sorotan. Bisik-bisik mulai terdengar apalagi Randa memang tidak pernah memperkenalkan Gita secara publik.
Di tempat yang sama Ryung menghadari acara yang sama dengan Randa.
"Uncel," sapa Randa saat melihat Ryung. Ryung dan Eunbi menoleh dan tersenyum melihat kekasih putrinya.
"Kamu dengan siapa?" tanya Ryung menyelidik. Wanita seksi di samping Randa membuat ia curiga jika Randa bermain wanita lain. Awas saja jika dia berani mempermainkan hati putrinya.
"Ini sekretaris saya, Uncel," ujar Randa formal. Eunbi menyiku perut suaminya.
"Ayo bergabung di sini, Nak," ajak Eunbi ramah. Maura tersenyum manis dan ikut duduk. Tentu ia mengenali dua pria di hadapannya.
Maura terlihat mengamati dan menganalisa kedekatan Randa dengan pengusaha sukses dari 3R Group.
"Entah, apa hubungan .ereka hingga terkihat akrab," batin Maura.
"Saya dengar perusahan kamu mengalami masalah serius. Kenapa tidak meminta bantuan?" tanya Ryung membuat Randa tersedak dengan minumannya.
Dia tidak mungkin meminta bantuan kepada Ryung. Sama saja dia mempermalukan diri. Ia tidak mau dianggap memacari Gita hanya karena Gita putri dari keluarga berpengaruh besar.
__ADS_1
"Saya masih bisa mengatasinya, Uncel," ujar Randa.
"Jangan sungkan meminta bantuan. Di majalah tengah hangat berbincang tentang perusahanmu yang hampir bangkrut," ujar Ryung santai. Eunbi menghela napas dan menatap tidak enak Randa.
"Sttt, kamu kalau ngomong itu kontrol, kek," sungut Eunbi kepada suaminya.
"Kontrol apa, sih, Bi. Ini sudah terkontrol, Yank. Memang beda kalau.yang ngomong langganan BK," ujar Ryung memelas. Tingkah mereka tidak luput dari tatapan Randa dan Maura.
Randa terkekeh pelan melihat Ryung. Dia tidak heran jika kekasihnya blakblakan. Bapaknya turunan sultan BK.
"Sudah. Emm ... kamu jangan sungkan, Nak. Kamu sudah seperti putra kami sendiri," ujar Eunbi.
"Terima kasih, Aunty," ujar Randa tulus.
"Ah, siapa gadis cantik di sampingmu?" tanya Eunbi.
"Kenalin Aunty, nama saya Maura." Maura mengulurkan tangan dan berkenalan bersama Eunbi dan Ryung.
"Iya, Aunty. Saya ingin menjemputnya, tetapi ada acara ini. Maunya jemput dia dulu, tetapi Gita menolak," ujar Randa.
"Jangan terlau formal, Nak," ujar Eunbi, "Ryuka juga menjemputnya, kok. Mungkin mereka sudah di perjalanan."
Ryung dan Eunbi pamit berkeliling untuk menghampiri kolega bisnis mereka di acara ini juga.
"Emm, Pak mau saya ambilkan minum?" tanya Maura. Randa mengangguk.
Maura berdiri dan meninggalkan Randa sendirian. Di sisi lain, Maura ke belakang. Dia menemui seorang pria.
"Alex," bisiknya memanggil.
"Lama sekali," ujar Alex kesal.
__ADS_1
"Di dalam ada keluarga Gita. Kenapa kamu tidak bilang jika dia putri dari CEO 3R Group?!" Maura terlihat kesal. Matanya melotot.
"Siapa pun dia, akan tetap berakhir di tanganku," ujar Ale acuh, "ini obat untuk Randa. Kamu segera membawanya ke kamar."
Maura mengangguk. Dia melihat sekeliling dan berbisik, "Apa kamu yakin ini akan berhasil? Aku tidak mau berurusan dengan keluarga Jung. Kau tahu 'kan, Levin Aldrik itu siapa?!"
Alex mengangguk cuek, "Ya. Dia anak angkat Jung Jungkook."
"Setelah semua selesai, mereka habis. Siapkan sekarang pesawat untuk kabur," ujar Maura.
"Tenang saja. Semua sudah di atur. Kerjakan saja tugasmu," ujar Alex dengan nada memerintah.
Maura menepuk bahu Alex dan dia masuk mengambil minuman. Merasa aman dia mengeluarkan bubuk putih. Dia telah merencanakannya. Obat perangsang.
Dengan dosis tinggi Randa tidak akan tahan sama sekali. Akal sehatnya akan hilang ketika ia telanjang di depan pria itu.
Di waktu bersamaan dia akan merekam semua kegiatan panas mereka dan memberikan kepada Gita. Ia tahu gadis itu mencintai Randa dan menjadi kelemahannya.
Keluarga Jung juga akan merasa Randa menghinati putri mereka. Kemudian, ia akan mengambil harta pria itu.
"Malam ini kau berada di bawah kendaliku, Mr. Sammuel," gumam Maura.
Dia berjalan ke arah Randa. "Silakan diminum, Pak," ujarnya.
Randa meneguk minuman itu. Beberapa menit kemudian dia merasa kepalanya pening.
"Ahh, di sini terasa panas," ujar Randa.
"Sebaiknya kita ke atas, Pak." Maura menuntun Randa naik ke atas. Bibirnya menyeringai penuh kemenangan.
TBC
__ADS_1