Garis Finis

Garis Finis
17


__ADS_3

LDR adalah suatu hubungan jarak jauh yang membuat sepasang kekasih selalu bergumam kata rindu. Gita dan Randa kita menjalani hubungan jarak jauh demi pendidikan gadis itu.


Ini bahkan baru sebulan dan mereka terlalu melebihkan. Ya, sebut saja anggapan mereka adalah satu hari itu bagaikan satu tahun. Memendam rindu dan melepasnya lewat benda pipi yang canggih itu. Ponsel.


Ketenangan yang dilalui sebulan ini membuat kekhawatiran Gita sedikit berkurang. Ia tahu jika Alex tidak mendekam dalam penjara. Justru hal itu membuat ia semakin khawatir.


Bagaimana jika Alex muncul dan mengacaukan semua? Rasanya mulai enggang untuk bermasalah, tetapi apatah kalau takdir sudah berkata. Gita hanya berharap jika ia dan Randa bisa bersatu tanpa halangan.


“Sudah mau pulang?” tanya Yeunji kepada Gita.


“Iya, sudah selesai. Gue juga mau tanya-tanya bagian point 2, 3, 4 dan 8 sama Jihwan,” ujar Gita. Ia berubah jadi rajin demi cepat bertemu dengan kekasihnya.


“Hahahah semangat benar. Besok hari minggu, kita mau liburan dulu. Jalan-jalan keliling Mokpo,” ujar Yeunji. Gita menghela napas. Ia mengangguk.


***


Hari ini, Gita memakai pakaian casualnya. Ia mengikat rambutnya ke atas dan memakai sepatu booth. Ia berjalan santai dengan kaca mata hitam miliknya.


“Cewek mana, ini, bening banget,” goda Jihwan.


“Ceweknya Randa,” ujar Gita membuat Jihwan berdecak kesal. Mereka akan ke  Gatbawai di Yonghae-dong, Mokpo-si, Jeollanam-do.


Gatbawi adalah formasi Batu pasir dan tafoni alami ditemukan di pantai pelabuhan Timur Mokpo, dekat mulut Sungai Yeongsan, provinsi Jeolla Selatan.

__ADS_1


Keindahannya menghipnotis semua wisatawan untuk berlama-lama di sana. Mau sekadar menjadikannya tempat sebagai hiburan atau untuk melakukan makalah. Di sana ada jembatan kayu begitu panjang di pantai dekat batu Gatbawi.


Apalagi kalau malam suasananya begitu indah. Lampu-lampu tumbrl  berwarna-warni menyala di sepanjang jalan. Cahayanya memantul di batu Gatbawi, hingga begitu cantik seperti fenomena alam yang langka.


“Foto-foto, yuk,” ajak Yeunji. Mereka mengabadikan momennya. Sejenak Gita melupakan masalahnya. Ia bersenang-senang sejanak.


Dreeettt ....


~Kamu sudah tidur, Sayang?


Gita membaca pesan Randa dengan bibir merekah. Ia membalasnya dengan cepat.


~Belum, Aku sedang berada di Gatbawi.


“Enak, ya yang jalan-jalan,” goda Randa.


“Engga enak, soalnya kamu enggak ada.” Gita cemberut. Bibirnya melengkung ke bawah membuat Randa gemas. “Bagaimana dengan perut kamu? Sudah baikan?” tanya Gita.


“Iya, Sayang. Cuma hati aku yang enggak baik, soalnya aku rindu sama kamu,” godanya membuat pipi Gita bersemu merah.


“Hihihih.” Randa terkikik geli melihat kekasihnya.


“Aku juga rindu sama kamu,” balas Gita dengan malu-malu.

__ADS_1


“Jangan pulang malam-malam, ya. Cepat selesainya biar aku enggak lama menahan rindunya,” ujar Randa membuat Gita menggigit pipi bagian dalamnya.


“I—iya,” jawanya gugup.


“Sudah, ya. Bye.” Randa mematikan sambungannya. Ia memejamkan mata saat perutnya terasa sakit. Malam itu, saat ia pulang ke Seoul, mobilnya di hadang. Dia tentu selamat, tetapi jahitan dalam perutnya terlepas. Ia terpaksa ke rumah sakit kembali.


“Perasaan gua makin enggak enak. Gua harus tahu rencana Alex itu sebenarnya apa?” gumam Randa.


Alex sendiri sekarang jadi buronan. Obsesi dan cinta menyatu menjadi satu membuat akal sehat lelaki itu hilang. Ia akan melakukan cara apa pun untuk memisahkan Randa dan Gita.


Termasuk membunuh. Menyingkirkan dengan berbagai cara kotor. Alex dengan obsesinya dan Randa dengan cintanya.


Brak!


Randa terkejut saat ada yang melempar ke arah jendelanya. Ia melihat batu digulung dengan kertas. Randa membukanya dan rahangnya mengeras.


~Tidak satu pun bisa memilikinya. Jika dia tidak bisa menjadi milikku, maka yang lain pun tidak akan bisa, Lebih baik dia mati.


“Keparat!” umpat Randa.


Alex ingin membunuh Gita. Ia semakin cemas dan melakukan pengawasan ketak terhadap kekasihnya. Pekerjaannya di sini juga semakin menumpuk dan dia tidak bisa di sana dalam waktu lama. Apalagi dia juga kuliah.


“Arghhhhhh! Apa sebenarnya yang akan ia lakukan?!” Randa dibuat frustrasi. Dia harus menyelamatkan Gita.

__ADS_1


TBC


__ADS_2