
Pagi ini Gita pergi ke kampusnya dengan semangat. Dia masuk ke dalam kelasnya dan melihat kolom mejanya tidak ada bunga. Bibirnya tersenyum saat dia tahu Randa tidak memberinya lagi.
"Ekhm." Alex datang dan langsung duduk di samping Gita. Dia menatap Gita yang menyengir menatapnya.
"Muka lo kayak lagi menang undian tahu kagak," ujar Alex membuat Gita duduk menatapnya semangat.
"Lex gue pacaran sama Randa." Alex menatap Gita datar, tentu dia tahu. Tidak tahukah gadis itu jika ucapannya menyakiti hati Alex.
"Lo jangan sembarangan pacaran sama orang," ujar Alex mencoba menakuti Gita.
"Lah, memangnya kenapa?" tanya Gita polos. Dia menunggu jawaban dari Alex. Bibir Alex menyeringai saat dia mendapat peruntungan dari sifat polos Gita.
"Lo harus tahu sahabat dan pacar itu beda, Gita. Jadi, lo harus tetap jaga rahasia di antara kita yang kagak semua Randa boleh lo beri tahu," ujar Alex.
"Memangnya kenapa?" tanya Gita penasaran. "Eh, Dosen sudah datang," ujarnya dan memperbaiki duduknya.
Mereka belajar dan sesekali Gita menatap jamnya. Dia masih menunggu jam istirahat. Rasanya bak penjara saat dia harus memaksakan diri memahami penyampaian Dosen.
"Hoam ...." Gita menguap, sudut matanya sampai berair.
"Jung Han Gita!" tegur Dosen melihat Gita malah santai menguap dan membaringkan kepalanya di meja. Alex meringis melihat sahabatnya yang tidak mengenal situasi.
"Iya, Bu?" Gita menyengir melihat mata melotot Dosennya. Dia menggaruk kepalanya dan mendapat sorakan dari teman kelasnya.
__ADS_1
"Uhhhhhh!"
"Diam lo ***!" umpatnya yang dihadiai tatapan mematikan dari Dosennya. Gita mengerucutkan bibirnya kesal.
Tidak terasa waktunya mereka istirahat, Gita segera keluar bersama Alex. Dia bahkan tidak keberatan saat Alex merangkul pundaknya.
"Gue laperrrrr," ujar Gita sambil memang perutnya yang keroncongan.
"Nanti dulu. Ingat kata Dosen, kita cek pengumuman dulu. Mau melakukan KKN di mana," ujar Alex dan membawa Gita ke mading. Dia menatap namanya dan bersorak senang.
"Wah, kita satu tempat Gita!" Gita ikut senang.
"Kita di Mokpo!" jerit Gita. Dia tidak sabar pergi ke Kota Mokpo.
Mokpo adalah kota yang terletak di provinsi Jeollanam-do, Korea Selatan, di ujung Barat Daya Semananjung Korea. Mokpo memilik layanan kereta api ke Seoul dan merupakan terminal rute ferry di Laut Kuning.
Melihat bagaimana cara interaksi Gita dengan Alex yang tidak wajar. Sebagai seorang kekasih dia tentu saja merasakan perasaan cemburu dan tidak rela.
"Gita," panggil Randa membuat Gita tersedak dengan kimchinya. Tenggorokannya terasa pedih sekali. Alex menyodorkan segelas air kepada Gita.
"Uhukk ... uhukkk ...."
"Minum dulu." Gita dengan cepat meneguknya. Dia tidak menyangka bertemu dengan Randa di sini. Matanya melotot melihat pakaian Randa. Jangan bilang dia kuliah di sini?!
__ADS_1
"Ekhm." Gita berdehem dan menyengir kepada Randa.
"Kamu kuliah di sini?" tanya Gita. Randa mengangguk dan dia menatap Alex tidak suka.
"Kalian sudah kenalan kemarin 'kan? Jadi pesan makanan," ujar Gita. Randa menolak dengan alasan masih ada yang ia ingin kerjakan padahal sudah habis jadwalnya.
"Terus kamu ke sini buat apa?" tanya Gita sambil menyuapi dirinya dengan salad nugget ke dalam mulutnya.
"Ingin mengajakmu pergi," ujar Randa tenang. Akex mendengus mendengar jawaban Randa. Dia tidak akan pernah kalah.
"Tapi aku sedang makan," ujar Gita. Dia menatap makanannya. Randa menghela napas berat. Dia tidak mau semeja dengan Alex.
Mereka tidak sadar jika jadi pusat perhatian. Alex dan Randa mereka berdua termasuk most wantted di kampus ini. Kampus mereka adalah kampus jejeran anak pebisnis, artis dan tentunya orang kaya.
"Makanlah dan kita pergi. Kamu masih ada jadwal kuliah?" Gita menggelengkan kepalanya. "Aku hanya perlu mengurus persiapanku sebelum keluar KKN bulan depan," ujarnya.
"Kamu KKN di mana?" tanya Randa.
"Mokpo." Cukup jauh.
"Jauh," komentarnya. Gita mengambil soft drinknya dan meneguknya. Dia melanjutkan makannya dan berbicara di sela-sela kunyahannya. "Aku sama Alex satu tempat, kok. Tenang saja," ujarnya polos.
Randa menatap Alex yang tersenyum devil sedangkan Randa mengetatkan rahangnya. Dia tidak akan membuat Alex mengotori pikiran polos Gita.
__ADS_1
TBC
Tinggalkan jejak :)