Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 17


__ADS_3

Sore itu udara terasa sangat panas.. Dita merasa sangat kegerahan di dalam rumah. Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan waktunya Dita untuk mandi,setelah selesai Dita mengganti bajunya dengan baju yang masih bersih.


" mas tau gak..! Dita memberitahu pada suaminya.


"ada apa...?tanya Dito.


"seharian tadi ibu sama Bu Wiwit bergosip tentang aku deh kayaknya tapi gak di ucap langsung..cuma nyindir nyindir gitu..!keluh Dita.


"memangnya kamu merasa kalau kamu yang di sindir....?Dito berbalik bertanya pada istrinya.


" gak juga sih..kan gak aku dengerin,nanti kalau di dengerin malah bikin sakit hati..! jawab Dita.


"sini deh kamu..!Dito memanggil istrinya untuk lebih dekat agar bisa memeluk nya.


"kamu kalau denger sesuatu yang menjelekkan kamu jangan langsung di masukkan ke hati..nanti kamu yang rugi sendiri,belum tentu ibu sama Bu Wiwit ngomongin kamu..!Dito menjelaskan pada istrinya sambil memeluk dan mengelus rambutnya.


"iya mas...maaf ya !Dita meminta maaf pada suaminya.


" ya sudah mas mandi dulu ya gerah udaranya..! kata Dito.


"iya mas..!jawab Dita.


Dita mempersiapkan baju ganti untuk suaminya ,tapi tiba tiba handphone Dito berbunyi dan munculah nama pita yang sedang menghubungi.


"Tut...Tut.."


"mas...mas..hp mas bunyi tu ada yang telfon..!Dita berteriak tapi tak ada jawaban.


"mas..mas.."masih tak ada jawaban, dan akhirnya Dita memberanikan diri untuk menjawab.


"halo..'"kata Dita.


dari seberang sana terdengar suara pita menjawab.


"halo mbk..mas Dito ya ada..?tanya pita.

__ADS_1


"lagi mandi....ada perlu apa ngomong saja sama saya..!jawab Dita agak ketus.


"itu mbk..mau tanya, apa mas Dito masih jualan hp ya.."tanya pita .


" sudah gak jualan hp lagi...kenapa,...butuh apa lagi, cepet ngomong gak usah basa basi..."Dita semakin menunjukkan kemarahannya.


" ya udah mbk..makasih,maaf ganggu..!sahut pita.


"ya.."jawab Dita singkat dan Dita langsung mematikan sambungan telfonnya. Saat Dito sudah selesai mandi Dita masih memegang hp milik Dito.


"ada yang telfon ya..." tanya Dito pada istrinya.


" ya...pita yang telfon..! jawab Dita.


Degg seketika Dito menjadi canggung dan salah tingkah di depan istrinya.


"kenapa mas...kok jadi gugup gitu.."tanya Dita.


"gak gugup kok..ini lho lagi cari baju ganti Kok gak ada ya..aku taruh di mana tadi..!Dito berusaha mengalihkan pembicaraan.


"aduh... bakal terjadi perang dunia ketiga nih kalau kayak gini terus...! ucap Dito pelan namun masih dapat di dengar oleh Dita.


"mas ngomong apa barusan coba di ulang sekali lagi yang keras..."Dita sudah menunjukkan kemarahannya.


"mas gak ngomong apa apa dik... cuma ini lho mas lapar banget.. kayaknya cacing di perut mas mulai perang deh.."alasan Dito sambil menggandeng tangan istrinya menuju keluar kamar.


"mau ke mana kita mas...aku kan belum selesai ngomong-nya..!Dita melepaskan tangannya.


"marahnya di sambung nanti saja ya..kita makan dulu mas lapar banget masak kamu tega marahin mas dalam keadaan lapar gini nanti kalau mas tiba tiba pingsan gimana apa kamu kuat ngangkat nya..dedeknya kan juga belum makan dari tadi ...!jawab Dito sambil mengelus perut Dita.


"ih...orang mau marah kok di suruh makan dulu...sebel ..sebel..ah pokoknya.."Dita berteriak manja sambil memanyunkan bibirnya. Sementara Dita masih menggerutu Dito sudah menyalakan mesin motornya.


"ayo naik.. motor nya sudah siap nih..


"Dito mengajak istrinya.

__ADS_1


Dengan wajah yang cemberut Dita menghampiri suaminya dan duduk di jok belakang tanpa ada senyum sedikitpun tentunya.


"ayo pegangan nanti jatuh lho.."Dito meraih tangan istrinya dan melingkarkan ke dalam perutnya.


"iya..!jawab Dita singkat.


"kita mau makan apa dik.."?Dito bertanya sambil merayu istrinya.


"terserah...makan orang juga boleh.."jawab Dita dengan nada marah.


"udahan dong dik marahnya...malu tau di lihat orang,,masak adek cantik cemberut terus dari tadi, ntar cantiknya ilang lho.."rayu Dito.


"bodo amat sama pendapat orang..emang aku jelek kok, mana ada yang bilang aku cantik..."jawab Dita masih dengan nada marah.


"adek cantik kok..mas aja sayang banget sama adek.."jawab Dito .


Walaupun marah tapi dalam hati Dita merasa senang karena di puji suaminya. Terbukti dari sedikit senyum yang mulai hadir di wajah Dita. Dito menatap dari kaca spionnya mulai merasa sedikit lega.


"kita jalan jalan dulu ya dik mumpung cuacanya cerah..."ajak Dito pada istrinya.


"katanya mas lapar banget..kok malah mau jalan jalan dulu..'"jawab Dita heran.


"sudah agak berkurang sekarang laparnya..gara gara lihat senyum adek yang manis.."rayu Dito pada istrinya.


"gombal.."jawab Dita sambil mencubit pinggang suaminya.


Akhirnya kedua sejoli itu tertawa dengan bahagia melupakan rasa marah yang tadinya menyesakan dada.


Sementara di rumah Bu Marni merasa bingung karena anak dan menantunya belum pulang juga dari sore tadi.


"ini pada cari makan kemana dua bocah itu..masak dari habis Maghrib sampe jam sembilan belum sampe juga.. apa si Dita mengadu sama suaminya soal tadi pagi ya.."dalam hati Bu Marni merasa agak sedikit cemas kalau nanti di marahi oleh Dito.


Ketika Bu Marni masuk ke rumah terdengar suara motor dari kejauhan yang ternyata itu anak dan menantunya.


Karena takut ketahuan Bu Marni buru buru masuk ke kamar pura pura sudah tidur supaya tidak di tanya macam macam oleh Dito.

__ADS_1


__ADS_2