
Satu Minggu setelah pertemuan nya dengan Evan tak ada yang berubah pada kehidupan Dita. Dia masih melakukan kewajibannya sebagai seorang istri. Mencuci baju dan membersihkan rumah menjadi rutinitas Dita setiap harinya.
Pagi itu seperti biasa Dita membersihkan halaman depan Sembari melihat lalu lalang kendaraan yang lewat di depan Rumahnya. Tiba tiba Dita merasakan nyeri di perutnya dan dia berhenti sejenak dari aktivitas nya,tak lama kemudian rasa nyeri itu hilang.
Saat sudah merasa lebih tenang Dita meneruskan aktivitas nya menyapu halaman, tapi rasa sakit itu kembali datang sampai berulang kali. Karena merasa tidak baik baik saja Dita segera memanggil suaminya yang masih berada di kamar.
"mas..mas..perut aku sakit..apa ini sudah waktunya aku melahirkan ya.."Dita terduduk di lantai sambil memanggil suaminya yang sedang berada di kamar.
Betapa kagetnya Dito setelah keluar dari kamar mendapati sang istri sudah terduduk lemas di atas lantai.
"Ya Allah ...kenapa kamu dik...kita ke rumah sakit sekarang ya.."tanya Dito karena panik sambil mengangkat tubuh istrinya ."kamu masih kuat pegangan kan.." tanya Dito dan hanya di jawab anggukkan oleh Dita.
"ibu...ibu..aku mau ke rumah sakit dulu...Dita mau melahirkan.."teriak Dito pada ibunya yang ada di dapur.
"apa sih kamu Dit... pagi pagi kok sudah berisik.."sahut Bu Marni sembari lari ke arah suara Dito berada.
"ini Bu..Dita mau melahirkan aku mau ajak ke rumah sakit dulu.." jawab Dito sambil tergesa gesa.
"iya..hati hati semoga lancar persalinannya.."jawab Bu Marni.
Tiga puluh menit perjalanan di tempuh Dito untuk sampai ke rumah sakit, sesampainya di depan rumah sakit Dito langsung turun dan memapah isterinya.
"suster..suster..tolong istri saya.."terdengar suara Dito gugup.
Suster pun bergegas menyiapkan ruangan untuk memeriksa keadaan Dita .
"taruh di sini saja pak...biar kami yang menangani istri bapak.."jawab salah satu suster.
Suster pun mendorong Dita masuk ke dalam ruang IGD, lalu di pasang selang infus di tangan Dita. Setelah mendapat cairan infus tubuh Dita sudah tidak lemas seperti tadi. Dia sudah bisa di ajak berkomunikasi oleh suster penjaga.
Setelah di periksa ternyata baru buka dua dan suster memberikan saran kepada Dita untuk berjalan jalan kecil di halaman.
"baru buka dua Bu..ibu masih kuat berdiri kan.."tanya suster dengan ramah.'
" ibu bisa jalan jalan dulu..!nanti kalau sekiranya sudah tidak kuat bisa tiduran lagi, sambil miring ya Bu tidurannya nanti kami periksa lagi.." lanjut suster penjaga.
"iya sus terima kasih bantuannya.." Dita turun dari ranjang periksa di bantu Dito suaminya.
"gimana dik..masih kuat jalan gak..?tanya Dito sambil memegang tangan istrinya.
"kuat kok mas...mas tolong hubungi ibu sama bapak ya..bilang kalau aku sudah mau lahiran, biar mereka ke sini nemenin aku.."perintah Dita pada suaminya.
__ADS_1
"iya dik.."jawab Dito singkat.
Karena merasa masih mampu Dita melakukan apa saja menurut arahan suster yang menanganinya. Jalan mondar mandir di depan area rumah sakit sudah Dita lakukan , sampai merasa sudah tidak mampu akhirnya Dita memutuskan untuk tiduran di atas ranjang sambil memiringkan badannya.
Dari luar ruangan terdengar langkah seseorang tengah tergesa gesa.
"mas...itu mungkin suara bapak sama ibu..coba mas tengok sebentar keluar..?pinta Dita pada suaminya.
Dito pun menuruti permintaan istrinya, dan benar langkah seseorang yang terdengar tadi adalah bapak dan ibu mertuanya.
"pak..Bu..di sini..."Dito memanggil mertuanya sembari melambaikan tangannya.Pak Ahmad dan Bu Aminah pun menghampiri Dito yang sedang berada di depan pintu kamar perawatan.
"apa sudah lahir nak bayinya..?tanya Bu Aminah sambil mengulurkan tangannya. Secara bergantian Dito menyalami kedua mertuanya.
"belum Bu..!tapi kata Dita perutnya sudah sangat sakit..Dito takut terjadi apa-apa sama Dita Bu.. pak..!
Dito menyampaikan kekhawatiran nya.
"tidak apa apa nak Dito...memang seperti itu keadaan orang yang mau melahirkan..nanti setelah bayinya lahir bakalan lupa sama rasa sakitnya...!Bu Aminah memberi semangat pada menantu nya.
"iya nak Dito..benar kata ibu mu..yang penting sekarang kita berdoa semoga proses persalinan nya lancar, dan semoga Dita dan bayinya di beri kekuatan.
Secara bersamaan mereka menjawab, kini Dito dan juga kedua mertuanya sedang berada di dalam kamar persalinan menunggu Dita yang kelihatannya sudah mulai tidak nyaman.
"mas ..perut ku sakit banget mas...!.
"di tahan ya..yang sabar sebentar lagi kamu bakalan jadi ibu..jadi harus kuat..! jawab Dito menyemangati istrinya.
"mas..mas...sakit banget mas..."Dita merintih menahan sakitnya.
"bagaimana ini bu..Dita kelihatan sangat kesakitan sekali..." Dito bertanya pada mertuanya.
"kamu panggil dokter saja nak Dito..biar Dita ibu dan bapak ya menemani.."perintah Bu Aminah dan di jawab anggukkan oleh Dito tanda mengerti.
Setelah dokter dan perawat datang mereka segera memeriksa keadaan Dita, kemudian mereka memindahkan Dita ke ruang persalinan . Dengan perasaan gelisah pak Ahmad,Bu Aminah dan juga Dito terus berdoa di luar untuk kelancaran proses persalinan Dita.
"nenek..nenek.."terdengar suara anak kecil memanggil neneknya.
"Bu..itu kayak suara Alvi.."tanya pak Ahmad pada istrinya.
"iya pak...ibu juga dengar..! tapi di mana ya.."bu Aminah memperjelas pendengarannya mencari arah suara cucunya.
__ADS_1
"nenek.."Alvi berlari memeluk Bu Aminah."adek bayinya mana Nek..kok gak di gendong..'"tanya Alvi pada neneknya dengan suara lucunya.
"adek masih di dalam...tu di tungguin sama om Dito sama pak dokter juga.."Bu Aminah menjawab sembari menunjuk ke arah kamar persalinan.
"Alvi ke sini sama siapa tadi.."lanjutnya bertanya.
"tu sama bapak sama ibu.."Alvi menunjuk kedua orang tuanya yang masih tertinggal di belakang. "sama Tante Kiki juga..! lanjutnya.
"Bu..apa sudah lahir bayinya..? tanya mbak Ema pada ibunya.
'itu masih di dalam..masih proses kayaknya.."jawab Bu Aminah.
"Dito ke mana Bu.."lanjutnya bertanya.
"ya di dalam lah..nunggu isterinya..." dulu kamu kan juga gitu di tungguin sama si Eko.." jawab Bu Aminah.
Selang beberapa menit berlalu terdengar suara yang di telah di tunggu tunggu.
"oek...oek...oek.."
"Alhamdulillah sudah lahir... terimakasih ya Allah.."Bu Aminah mengucap syukur atas kelahiran cucunya.
Bu Aminah dan yang lain pun langsung menghampiri suster yang telah keluar menggendong bayi.
"cucu saya laki laki apa perempuan Sus..?tanya Bu Aminah pada suster.
"cucu ibu laki laki Bu..sebentar ya saya bersihkan dahulu.." pamit suster dengan sopan.
Setelah selesai Dita di pindahkan ke ruang rawat inap biasa. Di sana sudah berkumpul semua keluarga Dita . Raut kebahagiaan terpancar dari wajah semua keluarga pak Ahmad.
"hore..Alvi punya adek cowok..nanti mau aku ajakin main bola ya om adeknya.."tanya Alvi sambil jingkrak jingkrak kegirangan.
"iya nanti kalau dedeknya sudah besar ya..'"jawab Dito lembut.
"oke om.."jawab Alvi sambil mengacungkan jempolnya.
"Tante Kiki sekarang gak boleh panggil Alvi anak kecil lagi.. Alvi kan sudah jadi kakak sekarang.." lanjut Alvi menegur tantenya sambil membusungkan dadanya.
"iya pipi bakpao.."jawab Kiki sembari menjulurkan lidahnya.
Seketika orang orang di dalam kamar itu terdengar tertawa bersamaan karena kelucuan Alvi.
__ADS_1