Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
kedatangan pak Eko


__ADS_3

pagi ini seperti biasa aktifitas ku pergi ke pasar untuk belanja isi toko. Alhamdulillah toko yang aku rintis sudah menghasilkan pundi pundi rupiah yang bisa mencukupi kebutuhan dapurku. Dulu sebelum aku buka toko dan punya penghasilan sendiri ,aku hanya mengandalkan uang nafkah dari mas Dito sebesar 40ribu rupiah seharinya. Kalau di tanya cukup atau tidak sudah pasti jawabannya tidak cukup,tapi aku harus bisa memutar otak ku agar uang yang tak seberapa itu bisa mencukupi kebutuhan dapurku.


Karena dulu aku belum bisa membantu mencari uang maka aku tak berani untuk meminta tambahan uang belanja,takut mas Dito marah. Ibu mertuaku juga selalu membandingkan aku dengan anak anak perempuan nya. Untung lah sekarang sudah jarang aku mendengar sindiran mertuaku.


Disaat aku sedang memilih milih belanjaan tiba tiba ada tangan yang menepuk ku dari belakang. Kulihat laki laki tampan yang ada di belakang ku. Lama aku melihat namun belum bisa mengingat siapa yang ada di depanku,sampai dia mengulurkan tangan ya sambil menyebut nama baru aku sedikit ingat kalau dia adik kelasku dulu waktu duduk di bangku sekolah.


"halo mbk...apa kabar..masih ingat aku tidak,..."pria itu mengulurkan tangannya dan aku menerima jabat tangannya.


"aku Eko mbk...adik kelas mbk Dita waktu sekolah dulu masak masih nggak ingat sih mbk..."


Sambil berjabat tangan aku baru teringat kalau dia adik kelasku yang dulu duduk di sebelah ku. Sekarang jadi ganteng amat batinku.


"oh iya...mbk baru ingat,..ini beneran kamu dik..?sekarang kerja di mana..sudah nikah belum...?


"aku kerja di Bank Mentari mbk...anak ku baru 1 umur lima tahun....mbk apa kabar .nya sekarang...?


"Alhamdulillah aku baik...ngomong ngomong kamu kok sudah rapi banget jam segini emang sudah jam kerja ya sekarang...?

__ADS_1


"biasa mbk...aku kan kerja di bank ya harus rapi lah...aku juga mau cari nasabah buat kerja sama mbk..barang kali mbk.mau aku aku ajak kerjasama sama aku..?


"kerja sama kayak gimana yang kamu tawarkan dik...aku belum ngerti deh coba di jelaskan pelan-pelan biar aku paham..!


Eko menjelaskan secara rinci kerja sama yang dia tawarkan, jika aku mau berkerja sama dengan Bank tempat dia bekerja akan banyak keuntungan yang aku dapatkan. Aku juga harus mengajukan pinjaman dulu untuk modal awalnya. Setelah aku mendengar semua penjelasan dari Eko aku berencana aku membicarakan ini dengan mas Dito nanti di rumah.


"gimana mbk...mbk mau nggak...mbk.bisa nambah penghasilan lho kalau mau ikut kerja sama ini...bisa nambah penghasilan mbk...?


"gitu ya...nanti aku bicarakan dulu sama suami ku ya dik...trus butuh modalnya banyak ya dik...aku mana punya modal dik...!


"gini saja mbk...mbk mengajukan pinjaman dulu ke Bank tempat kerjaku buat modal pertama...mudah kok mbk, modal mbk masih utuh gak bakal ke mana mana..?


"gini mbk...pertama MBK ambil sepuluh juta dulu...nanti kalau sudah lancar bisa di tambah lagi...nanti kan setiap ada transaksi mbk dapat untung tu...bisa di kumpul kan keuntungan yang mbk dapat,..trus nanti kalau saldo mbk menumpuk bisa langsung di ambil di Bank tempat kerjaku...gak bakalan berkurang deh pasti bertambah...!


"dasar kamu pinter banget buat aku jadi kepengen...nanti deh aku ijin dulu sama suami aku di rumah..!


Lama aku bercerita sampai tidak sadar kalau hari sudah semakin siang. Aku juga tidak menyadari kalau ternyata dari tadi ibu mertuaku memperhatikan ku dari jauh. Dengan pandangan penuh kebencian beliau melihat ku. Aku sama sekali tak mempedulikan apa yang beliau fikirkan, karena di mata beliau aku tak pernah ada benarnya.

__ADS_1


"eh Bu Marni...itu bukannya mantu ibu...lagi ngobrol sama siapa Bu...kok akrab banget kelihatan nya...mana ganteng lagi ...kayak orang kantoran.."


Bu Marni semakin menajamkan pandangannya ke arah menantu nya serta laki laki yang di depannya. Memang kalau di lihat laki laki itu lebih tampan dari Dito.


"saya juga gak tau Bu leha..dasar mantu kegatelan ...awas ya nanti kalau sampai rumah bakal aku aduin ke suaminya....enak aja anak aku mau di carikan saingan...awas kamu ya...!


Bu Marni mengepalkan kedua tangannya karena merasa geram melihat menantunya berduaan dengan lelaki lain. Rencana sudah tersusun rapi di otak Bu Marni, bagaimana agar nanti Dita kena marah suaminya di rumah. Rasanya tangan Bu Marni sudah gatal ini ingin sekali menjabak rambut menantunya,apalagi mendengar ocehan ibu ibu di sebelahnya yang semakin membuat telinganya merah.


"sudah diammm kalian semua... jangan membuat aku bertambah emosi...!


Bu Marni berteriak sambil membentak ibu ibu yang ada di belakang nya, yang memang sengaja membuat suasana semakin panas.


"apaan sih Bu Marni... kok malah marah marah gak jelas gitu...kan memang benar yang kita omongin ya ibu ibu...mas mas itu jauh lebih ganteng kalau di Bandingkan anak ibu...!jawab Bu leha.


"sudah sudah semua diam jangan pernah kalian membuat aku bertambah marah...tau rasa kamu Dita...!


Bu Marni secara brutal ingin berlari ke arah Dita namun masih di halangi oleh ibu ibu yang lain. Seperti kesetanan Bu Marni terus berteriak memaki maki Dita yang sudah berlalu dari tempat nya tadi. Karena tak melihat kemarahan mertuanya Dita santai saja pulang ke rumah seperti tidak pernah terjadi apa apa. Dita ingin membicarakan tawaran Eko tadi kepada suaminya di rumah, kalau Dito setuju baru lah Dita akan memberi kabar pada Eko.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Dita tidak langsung membicarakan tawaran Eko tadi, tapi dia lebih dulu memasak di dapur untuk membuat sarapan. Karena masih cukup pagi Desta masih tidur dengan ayahnya di kamar sementara Dita sudah di sibukkan dengan rutinitas paginya.


Entah apa yang di lakukan Bu Marni di pasar mungkin masih marah atau sudah reda, begitulah sifat Bu Marni dia suka menang sendiri dan tidak pernah mau mengalah dengan siapa pun. Mungin di fikiran bu Marni sudah ada segudang rencana agar anak dan menantunya bertengkar, mertua macam apa itu seneng banget melihat anaknya gak rukun.


__ADS_2