Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 4


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu Dita sudah bisa lebih sabar menghadapi sifat keras kepala suaminya dan juga kecerewetan ibu mertuanya.



"mas mau makan apa hari ini"tanya Dita pada suaminya bermaksud ingin memasak sesuatu untuk suaminya.


"gak usah lah biar ibu aja yang masak"ujar Dito singkat tanpa melihat reaksi istrinya yang sedikit kecewa.


"ya sudah lah"jawab Dita sambil meninggalkan suaminya menuju dapur.


ceklek


Suara kompor di nyalakan Dita,dia mencoba memasak apa yang dia bisa,sebab waktu masih gadis Dita tidak pernah sekalipun memasak.paling cuma bisa masak mie instan sama telur dadar.


Dito menghampiri istrinya"masak apa kamu..emang nya kamu bisa"



"cuma iseng iseng buat tumis buncis mas ..barangkali mas mau coba


"Dita menawarkan masakannya berharap suaminya mau mencicipi sambil tersenyum manis.



"apa ini rasanya gak jelas gini"sahut Dito sambil memuntahkan makanan yang ada di dalam mulutnya.

__ADS_1



degggg.... hati istri mana yang tidak sakit mendengar ucapan seperti itu tanpa di sadari Dita meneteskan air matanya.perlakuan kurang baik sering Dita terima semenjak awal mereka berumah tangga tapi Dita masih terus bersabar.



Malam menjelang Dita merasa kan ada yang aneh dalam perut nya, dia merasa mual ingin muntah. Buru buru dia lari ke kamar mandi tapi tidak ada yang keluar dari perut nya. Cuma cairan bening yang keluar.



"apa aku coba beli tespek ya,...jangan jangan aku hamil"gumam Dita sambil menggigit bibir bawah nya.



"mau ngapain emang kamu sakit"jawab Dito sedikit khawatir.


"Tidak mas cuma mau beli tespek aja ,sapa tau aku hamil...soalnya dari tadi bawaannya pengen muntah terus"jawab Dita sambil sedikit menjelaskan pada suaminya.


"ya sudah sana pergi sendiri berani kan"tanya Dito.



"iya aku berani"Jawab Dita sambil menaiki motornya.


__ADS_1


Tak butuh waktu lama barang yang di cari Dita sudah ia dapatkan. Segara ia masuk ke kamar mandi sambil melihat tespek yang ada di tangannya. Dan ternyata dugaan Dita benar dia sedang hamil.


buru buru Dita keluar dari kamar mandi untuk memberi tahu suami nya.


"mas Dito aku beneran hamil mas...kita akan segera jadi orang tua"ucap Dita antusias tentunya dengan senyum yang menghiasi bibirnya.



"kamu sungguhan....tidak sedang bercanda kan" jawab Dito masih belum percaya.



"iya mas aku gak lagi bohong ...ini buktinya"jawab Dita sambil menunjukkan ke arah Dito hasil dari tespek nya.


Dito menatap hasil tespek itu seperti tidak percaya,kenapa secepat ini bisa mendapat keturunan padahal Dito belum begitu siap menjadi seorang ayah karena keadaan ekonomi nya belum membaik menurut-nya.


Hari hari Dita dilalui dengan kebahagiaan,bertambah lagi sudah ada bayi kecil di dalam perutnya. Dita mulai berhati hati dalam memilih makanan takut ada yang salah dan akan mempengaruhi kondisi kandungannya.


"mas apa kita bilang saja sama ibu kalau aku sudah hamil..."Dita berkata pada suaminya sambil memeluk dari belakang.


"tidak usah terburu buru...kamu kan belum periksa ,belum tentu hasilnya positif" jawab Dito sambil memainkan ponselnya.


"bener juga ya....ehm..." pikir Dita


Setelah lama saling diam akhirnya Dita meminta izin pada suaminya untuk memeriksa kandungannya. Ternyata Dita tidak salah dia benar benar hamil.

__ADS_1


__ADS_2