Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 22


__ADS_3

Keesokkan harinya Dita bangun lebih awal dari pada suaminya. Seperti istri pada umumnya pekerjaan rumah lah yang pertama dia kerjakan. Seperti mencuci baju, masak ,menyapu rumah serta halaman yang juga dia bersihkan. Tapi di depan rumah Dita ada pohon mangga yang saat ini sering rontok daunnya, mau di sapu berapa kali pun sehari akan tetap terlihat kotor.


Setelah selesai Dita langsung mencuci semua pakaian yang kotor, lalu di jemur di belakang rumah.


Kalau masak Dita belum bisa mengerjakan karena dia akan mual kala mencium aroma bumbu dapur saat memasak.


Bu Marni terlihat sudah bangun dan membuka kulkas yang ada di belakang. Segera dia menyiapkan bahan bahan untuk membuat sarapan. Karena di rasa masih kurang lengkap akhirnya beliau pergi berbelanja di warung depan.


Saat keluar rumah beliau kaget karena halaman yang biasanya kotor saat itu sudah terlihat bersih. Tinggal satu dua daun yang berceceran mungkin baru saja gugur dari ranting ya.


"Tumben depan rumah jam segini sudah bersih ..apa mungkin si ayam itu yang bersihin,tapi mana mungkin.. ayam itu kan males biasanya.."dalam hati Bu Marni bergumam.


Sementara di warung sudah banyak ibu ibu yang berbelanja sayuran. Bu Marni memilih sayur sayuran yang akan beliau masak hari ini.


"eh Bu Marni..mau belanja apa Bu, kok sendirian saja..menantunya gak di ajak..?tanya Bu Inah penjual sayur.


"ini lho Bu mau masak sayur asem sama goreng ikan asin..! menantu saya mah jam segini masih ngorok Bu..boro boro ikut belanja..kupas bawang aja mau pingsan..!jawab Bu Marni.


"masak sampai segitunya Bu..merepotkan dong.."


"merepotkan banget ibu ibu..dulu aja ni ya saya hamil sampai enam kali gak ada tu rasa mual mual kayak menantu saya..emang si Dita aja yang manja.."jawab Bu Marni sambil memicingkan bibirnya.


"lha itu nanti Bu Marni mau goreng ikan asin apa gak mual mual nanti menantunya...?tanya Bu Inah.


"bodo amat Bu..mau muntah, mau mual kek atau mau gak di makan juga gak papa yang penting saya sudah masakin..tinggal makan aja apa sih susahnya.."gerutu Bu Marni.


"kalau menantu Bu Wiwit gitu juga gak..suka mual mual muntah.."tanya Bu Inah.


"Alhamdulillah sih gak merepotkan ya ibu ibu..itu menantu saya kan masih kerja biarpun hamil.."

__ADS_1


"iya Bu..memang cuma menantu saya yang merepotkan mana gak bisa cari uang sendiri lagi, bisanya cuma tergantung sama anak saya.."jawab Bu Marni.


Setelah puas bergosip dan belanjaannya pun juga sudah di dapat Bu Marni bergegas pulang untuk membuat sarapan. Sesampainya di rumah Bu Marni sudah di sambut dengan jemuran yang berjejeran di belakang rumah, siapa lagi kalau bukan Dita yang mengerjakan nya.


"belanja apa Bu.. sini Dita bantuin kupas kupas sayurannya.."


"gak usah ..nanti kamu mual trus muntah ..sebel aku lihatnya.."jawab Bu Marni sembari memalingkan wajahnya.


"enggak kok Bu.. sekarang sudah agak mendingan gak kayak dulu lagi.."Dita berusaha menjelaskan pada mertuanya.


"ya sudah ini..kacang sama terongnya di bersihkan, jangan lupa motong nya yang kecil kecil saja .."


"iya Bu.."


"bentar ya Bu..Dita bangunin mas Dito dulu sudah siang nih.."izin. Dita.


"eleh paling juga cuma alesan..ngomong saja kalau malas bantuin,pak'e acara bohong segala.."protes Bu Marni dengan suara pelan.


"mas..mas.. bangun sudah siang, mandi dulu sana ini baju gantinya sudah aku siapkan..''


"huahhh..."Dito menguap lebar sekali seperti buaya."jam berapa sekarang dik..kok masih dingin.."tanya Dito pada istrinya.


"sudah jam setengah tujuh mas..kalau dingin biar aku hangatkan air dulu buat mandi ya..".Dita berjalan menuju kompor mengambil air untuk di panaskan.


"kok malah masak air..gak jadi bantu ibu masak.."?tanya Bu Marni.


"iya Bu sebentar..ini manasin air dulu buat mas Dito mandi..dingin katanya..."jawab Dita.


Sembari menunggu airnya panas Dita bercakap cakap dengan suaminya di dalam kamar.

__ADS_1


"mas .. besuk aku mau periksa kandungan yang terakhir.. apa mas bisa mengantar ke dokter.."?tanya Dita pada suaminya.


"ya lihat besuk lah..kalau tokonya sepi aku bisa antar..tapi kalau rame terpaksa kamu berangkat sendiri saja.."jawab Dito"yang penting kamu hati hati di jalan..! lanjutnya.


Sambil memasang wajah yang masam Dita kembali ke dapur membantu mertuanya yang sedang memasak.


"kenapa datang datang wajah kamu di tekuk gitu..berantem lagi sama suami kamu.."?tanya Bu Marni.


"itu Bu..mas Dito gak mau nganterin aku periksa ke dokter besuk.."jawab Dita sembari cemberut.


"kamu itu jangan manja ,jangan apa apa minta tolong sama suami kamu yang mandiri dong, banyak perempuan yang hamil di dunia ini gak cuma kamu tapi cuma kamu saja yang manjanya gak ketulungan.."jawab Bu Marni agak sedikit emosi.


"ibu ini apa apaan, emang ibu dulu waktu hamil semua bisa sendiri, sama sekali gak tergantung sama orang lain..!Dita mulai berani menjawab ibu mertuanya.


"kamu ini ya sudah berani membantah sekarang.."Bu Marni menaikkan suaranya.


"ibu juga sih keterlaluan..aku terus di salahin ,semua salah aku gak pernah ada benarnya di mata ibu.."


"ya emang kamu salah..dulu ya waktu ibu hamil ,ibu masih bisa melakukan semua sendiri masak, mencuci membersihkan rumah ibu masih bisa sendiri..lha ini kamu, cuma tidur saja kerajaannya.."


"gak gitu Bu.. kalau badan aku kuat gak usah ibu suruh pasti semua itu aku lakukan..ingat ya Bu di dalam kandungan aku ini anak mas Dito yang artinya ini cucu ibu..harusnya ibu sayang dong bukannya ibu perlakukan aku kayak gini.."bantah Dita.


"heleh alesan..itu buktinya menantunya Bu Wiwit sudah hamil besar masih bisa kerja,cari duit, gak males kayak kamu ..tukang tidur..!sahut Bu Marni.


"jangan samakan aku dengan orang lain ya Bu..memang untuk saat ini aku belum bisa cari uang sendiri,belum bisa bantu ekonomi mas Dito..tapi ibu lihat saja tiga atau empat tahun lagi saat anak aku sudah lahir, akan aku buktikan kalau aku bisa bantu cari uang yang banyak.."jawab Dita.


"ibu gak percaya.. paling kamu bisanya cuma menghamburkan uang saja..gak bakalan bisa bantu cari uang.."kata Bu Marni sembari memainkan bibirnya.


"kita lihat saja nanti Bu..pasti aku buktikan kalau aku bisa, dari kecil aku sudah terbiasa hidup keras Bu..aku gak akan mudah menyerah seperti yang ibu pikir.."Dita meyakinkan ibu mertuanya.

__ADS_1


Mendengar keributan antara istri dan ibunya Dito hanya bisa geleng geleng kepala. Mau membela salah satu takut memperkeruh keadaan, akhirnya Dito pura pura tidak tau saja dengan keributan yang terjadi di pagi itu.


__ADS_2