Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 23


__ADS_3

Dita merasa emosi karena perkataan ibu mertuanya dan pergi ke kamar meninggalkan dapur. Sekarang tinggal Bu Marni yang masak sendirian.


"Dita...katanya mau bantu ibu kok malah masuk kamar..dasar malas kamu.."teriak Bu Marni dengan suara yang keras.


"males..masak ibu saja, aku mau ke kamar, salah sendiri dari tadi ngomel terus..panas telingaku.."jawab Dita sambil meninggalkan dapur pergi menuju kamarnya.


"dasar menantu kurang ajar.."teriak Bu Marni.


"biarin.."jawab Dita dari dalam kamar.


Dito sudah selesai mandi dan bergegas ke kamar. Kali ini suasana sudah tenang, keributan antara ibu dan istrinya sudah selesai.


" ceklek.." Dito masuk ke dalam kamar melihat istrinya yang masih ngomel ngomel gak jelas.


"dasar ibu cerewet..aku terus yang di salahin, kapan sih aku bisa bener di mata ibu.."Dita meluapkan emosinya di depan Dito.


"kamu kenapa sih dik..pagi pagi sudah ngomel ngomel gak jelas gitu..?tanya Dito pada istrinya.


"itu ibu mas...terus saja membandingkan aku sama si Anis..sebel gak tu.."keluh Dita pada suaminya.


"lagian kamu juga dik..ngapain coba ibu di ladenin, udah tau ibu sifatnya kayak gitu..gak mau ngalah.." Dito menasehati istrinya.


"habisnya aku sebel mas di bandingkan terus..semut aja ngegigit kalau di injek masa aku harus diem aja di tindas ."jawab Dita."emang pacar mas dulu orang kaya ya..apa rajin banget gitu sampe ibu sebegitu gak sukanya sama aku.."lanjut nya .


"gak usah bahas yang dulu dulu..yang penting istri aku kan kamu , kamu juga gak perlu tau dulu pacar aku siapa saja.."jelas Dito.


"maksut mas siapa aja..? emang dulu pacar mas banyak ya..mas playboy ya..ih amit amit.."jawab Dita sambil bergidik ngeri.


"ya banyak lah..namanya juga cuma pacaran ..kan masih bebas milih milih.."

__ADS_1


"idih ... sok ganteng banget mas ya..trus sudah di apain aja tu mantan pacar pacar mas yang dulu..?


"gak di apa apain..paling cuma mas ajakin maen ke rumah, kalau gak pergi nonton deh.."


Setelah lama berbincang di kamar sekarang mereka berdua sarapan di ruang tengah. Sementara Bu Marni masih ngomel di belakang karena tidak jadi di bantu oleh Dita. Dianggap nya angin lalu suara ocehan Bu Marni seperti tidak sedang terjadi apa apa.


Dito membuka toko miliknya, dan Dita membantu sebisa dia. Walaupun kadang Dita hanya nonton tv saja. Karena perutnya yang sudah besar Dita rasanya malas mau berbuat sesuatu. Dia lebih sering meminta bantuan suaminya kala membutuhkan sesuatu .


Awan yang panas tiba tiba mendung, tak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Hampir semua ruangan di rumah Dito bocor karena derasnya hujan. Dita mencari ember dan apapun yang bisa di gunakan untuk menampung tetesan air hujan.


Maklumlah rumah Dito merupakan rumah kayu peninggalan bapaknya sewaktu masih hidup. Dito belum punya uang untuk memperbaiki rumah orang tuanya.


Pada saat hujan seperti ini lah kadang Dito bisa uring-uringan sendiri merasa emosi dengan keadaan rumahnya. Mau di renovasi tapi belum punya uang mau di biarkan saja tapi saat musim hujan seperti bebek di dalam kandang.


Tak jarang rumah Dito terkena banjir saat hujannya sangat deras. Bukan tanpa alasan, hampir semua tetangga Dito rumahnya sudah tinggi, bisa sejajar dengan jalan raya . Tapi rumah Dito lebih pendek dari jalan raya.


Untuk itulah semenjak masih lajang Dito sudah bekerja keras mencari uang. Cita cita nya cuma satu ingin memperbaiki rumahnya supaya lebih layak untuk di huni , tidak terkena banjir saat musim hujan seperti ini.


"yang penting kita kan sudah berusaha dengan serius mas..soal kapan kita bisa mewujudkan keinginan kita biar Tuhan saja yang mengatur..!Dita berusaha memberi semangat untuk suaminya. "aku janji mas..nanti setelah aku melahirkan dan anak kita sudah bisa jalan..aku akan bantu mas cari uang, kita akan bisa mewujudkan cita cita kita mempunyai rumah yang layak.." lanjut Dita.


"iya dik.. makasih ya kamu mau menemani mas dari masa masa sulit, bukan cuma mau enaknya saja..!


"ya lah mas aku wanita sejati setia sampe mati pula.."Dita membanggakan dirinya sendiri.


Sementara Dita dan Dito membersihkan ruangan depan dan kamar mereka, ternyata di belakang Bu Marni juga sibuk membersihkan kamarnya yang terkena banjir.


"Dito..Dito..sini bantu ibu, jangan di depan terus,,biar istrimu sendiri yang bersihin kamar dia.."Bu Marni berteriak memanggil anak nya meminta bantuan.


"iya Bu sebentar..ini juga hampir selesai tinggal sedikit lagi.."jawab Dito.

__ADS_1


"sudah di tinggal saja..biar istrimu yang bereskan.."Bu Marni mengeraskan suaranya.


"sudah mas ke kamar ibu saja..biar ini aku yang beresin, keburu ngomel nanti ibu kamu..."Dita menyuruh suaminya membantu Bu Marni di kamarnya.


"kamu yakin bisa dik.."tanya Dito pada istrinya.


"mas gak usah kuatir..aku bisa kok.."perintah Dita sambil mendorong tubuh suaminya keluar dari kamar mereka.


Dito berjalan ke belakang menuju arah kamar ibunya.


"apa yang bisa Dito bantu Bu.." Dito menawarkan bantuan.


"ini tolong ibu bantu angkat kasur ke atas meja..yang bawah mau ibu bersihkan.."Bu Marni memberikan arahan pada anaknya.


"iya Bu.. sini Dito bantu angkat..."


"Dit..kapan sih kamu bisa memperbaiki rumah peninggalan bapakmu ini, rasanya ibu sudah capek tiap hujan deras mesti kena banjir..!


"sabar lah Bu..Dito kan juga sudah bekerja keras, ibu juga harus mendoakan Dito supaya rezeki Dito lancar.."


"gak usah kamu suruh ibu selalu berdoa dit buat kamu..agar rezeki kamu lancar barokah bisa untuk memperbaiki rumah ini..! kalau saja bapak kamu masih ada Dit..pasti kita gak bakalan susah kayak gini..!


"ibu gak usah bicara yang aneh aneh bapak gak ada memang sudah di takdir kan dari yang di atas..yang penting kita harus selalu berdoa agar bapak mendapat tempat yang layak di sana..!Dito menasehati ibunya.


"iya..sama itu dit ..istri kamu ajarin cari duwit biar gak cuma mengandalkan kamu saja.."


"iya Bu..Dita juga bilang nanti kalau anak kami lahir dia bakalan bantu cari uang..ibu jangan mojokin Dita terus dong Bu.. kasihan dia, Dita kan lagi hamil Bu..nanti kalau pengaruh sama kandungannya bagaimana..kan ibu juga yang di rugikan.."


"kalau itu sih terserah ibu saja..kalau istri kamu bisa cari duwit sendiri gak bakalan ibu banding kan sama menantu orang lain, tapi kalau cuma bisa ngabisin duit doang bakal ibu omelin tiap hari biar tau rasa.."Bu Marni menjawab dengan entengnya.

__ADS_1


"ibu...ibu.."Dito menggelengkan kepalanya karena sudah jenuh menasehati ibunya.


__ADS_2