
Hari ini hati Dita merasa sangat tidak enak. Mungkin karena perkataan mertuanya tadi pagi yang membuat dia merasa tidak nyaman. Waktu yang seharusnya sudah selesai masak hari ini Dita masih belum selesai. Di tambah Desta yang rewel , minta gendong terus dari pagi.
"mas...bangun lah..ini Desta ajakin maen..aku mau masak dulu.."Dita membangunkan suaminya sambil menarik sarung yang di pakai suaminya.
"males..aku masih ngantuk..."jawab Dito sembari menutup kembali tubuhnya dengan sarung.
"mas ..nanti aku masaknya gak selesai selesai kalau sambil gendong Desta...Desta kan sudah berat mas...! Dita kembali membangun kan suaminya.
"kamu cerewet sekali sih...jadi istri bisa gak sih mandiri sedikit...cuma gitu aja minta bantuan suami...! jawab Dito sambil membuka sarungnya tapi masih dengan mata tertutup menjawab pertanyaan istrinya.
Mendapati jawaban yang tidak mengenakkan dari sang suami , dengan berat hati Dita memasak sambil menggendong Desta di belakang, biasanya Desta tidak pernah rewel seperti ini, mungkin karena badannya panas dia jadi manja.
"adek tiduran di sini ya..ibu masak dulu di situ...tu kelihatan kalau adek lihat..ini mainannya ibu taruh sini biar adek gampang ngambilnya...? perintah Dita pada anaknya. "trus nanti kalau adek mau minum panggil ibu saja...ya.."lanjutnya.
"iya Bu..adek tiduran di sini ya Bu..sambil mainan robot ini..."jawab Desta sembari menunjuk robot kesukaannya.
Setelah Desta sudah mau bermain sendiri Dita melanjutkan memasak nasi dan lauk untuk para pekerja di rumah. Sedih sebenarnya hati Dita karena suaminya tidak bisa bekerja sama dalam mengasuh anak.
__ADS_1
Seolah Dito tidak merasakan lelah yang di rasakan Dita. Dita harus bekerja, mengurus anak dan juga mengerjakan pekerjaan rumah. Ingin rasa Dita mengeluh pada suaminya. Mengatakan semua yang ada dalam hatinya. "aku lelah mas..seharusnya aku hanya membantu pekerjaan mu.. bukannya semua yang aku kerjakan"batin Dita.
Dulu waktu Dita belum bisa membantu perekonomian sering sekali Dita diremehkan oleh suami dan mertuanya. Sekarang Dita sudah membuktikan kalau dia tidak hanya tergantung pada suami dan bisa mandiri. Tapi sepertinya Dito malah memanfaatkan kemampuan Dita tersebut.
Kini Dito sering bersantai,paling cuma membantu berdagang sebentar lebih sering maen ponsel atau nonton bola kegemaran nya. Hanya untuk menghibur diri saja Dita sepertinya tidak punya waktu, dia harus terus bekerja karena kebutuhan hidup yang terus bertambah.
Kalaupun bisa memilih Dita lebih bahagia bila harus menjadi ibu rumah tangga biasa yang hanya mengurus anak dang mengerjakan pekerjaan seorang istri, karena sesungguhnya mencari nafkah adalah kewajiban suami dan istri cukup membantu saja.
"kamu Dit..masak dari tadi kok gak beres beres...lelet banget kamu jadi orang..."teriak Bu Marni pada Dita.
"Desta rewel Bu...minta gendong terus dari tadi...aku susah kalau masak sambil gendong Desta..mas Dito aku bangunin juga gak bangun bangun dari tadi..."jawab Dita.
"tapi sekarang Desta badannya lagi panas Bu..apa salah kalau aku minta bantuan mas Dito biar sama sama ngerawat anaknya...gak salah kan Bu, ibu saja yang selalu menyalahkan aku..."jawab Dita sambil bergetar menahan tangisnya karena merasa sakit hati dengan ucapan mertuanya.
Di dapur suara menjadi gaduh karena perselisihan kecil antara Bu Marni dan Dita. Karena suasana menjadi gaduh akhirnya Dito terbangun dan berjalan menuju dapur, ketika di dapur di dapati nya sang istri sedang memeluk anaknya yang sedang tiduran di atas karpet sambil memegang mainan, Saat Dito datang Bu Marni masih belum selesai memarahi Dita, sambil bertolak pinggang Bu Marni terus menghujani Dita dengan kata kata hujatan nya.
"ibu sedang apa...kok Dita di marahi kayak gitu.."tanya Dito pada ibunya.
__ADS_1
"ini istri kamu...dasar tukang mengandalkan orang lain..masak gak bisa momong sambil masak nasi sama lauk...malah nyalahin kamu..katanya kamu gak mau bantu ngerawat anak..."jawab Bu Marni menyudutkan Dita.
"masak ...Dita bilang kayak gitu Bu..."tanya Dito seolah tak percaya dengan aduan ibunya.
"itu tanya langsung sama istri kamu kalau gak percaya..."sahut bu Marni sembari menunjuk Dita dengan dagunya.
Dito berjalan menghampiri Dita yang sedang memeluk anaknya. Di atas tikar Desta di tidurkan,Karena Dita merasa lelah kalau harus menggendong Desta sambil memasak .
"Dita...apa benar yang di katakan ibu tadi...coba bilang sama mas..."Dito bertanya pada istrinya dengan raut wajah yang sedikit marah karena merasa tidurnya terganggu dengan kebisingan yang mereka ciptakan.
"yang ibu ceritakan gak semuanya benar mas..."...aku..." tak sampai selesai ucapan Dita sudah di potong ibu mertuanya.
"apa...kamu bilang ibu bohong...iya Dita!...apa maksud kamu ...tega kamu memfitnah ibu...!Bu Marni membentak Dita .
"aku terus yang di salahkan mas...mas lihat sendiri kan betapa bencinya ibu mas pada ku..."jawab Dita sembari tak mampu menahan air matanya.
"ya sudah...kamu teruskan saja masaknya...biar Desta main sama mas..."jawab Dito."Desta ayo sini...ikut bapak...kita main di kamar ya...sambil nonton tv.."Dito mengulurkan tangannya hendak menggendong Desta.
__ADS_1
"iya bapak...Desta main kuda kudaan ya sama bapak..."jawab Desta.
Kemudian mereka berdua berjalan menuju kamar untuk bermain dan Dita meneruskan memasak nasi dan lauk untuk para pekerja. Kalau Bu Marni sudah pasti merasa geram karena anaknya sudah tak menurut lagi kepadanya.