
Tidak terasa sudah satu Minggu Dita berubah peran dari gadis remaja menjadi seorang istri. Dita tinggal bersama dengan suami serta mertuanya.bulan pertama Dita masih agak canggung dengan setatus sebagai istri,dia begitu banyak beradaptasi dengan semuanya,dengan makanan,lingkungan sekitar suami dan juga mertuanya.
Dito hanya tinggal bersama ibunya karena ayahnya sudah meninggal sejak dia berumur 5 tahun.tidak seperti Dita yang Alhamdulillah masih mempunyai orang tua yang utuh dan 2 orang saudara perempuan.
Dito juga tidak berkumpul dengan saudaranya karena mereka kurang akur,dari 6 saudaranya hampir semua tidak cocok dengan Dito. entah lah siapa yang kurang baik di sini ,Dita belum tau semua yang ada di sini,Dita cukup menurut saja dengan yang di katakan suaminya setelah sebulan menikah pelan pelan Dita mulai tau sifat asli Dito.
Dia ternyata kasar tidak seperti awal berkenalan.waktu Dita ingin meminta berkunjung kerumahnya dia tidak mau dan memarahi Dita, padahal Dita sangat rindu dengan kedua orang tuanya.
"mas ...?bagaimana kalau kita mengunjungi ibu..rasanya aku sudah kangen sama ibu bapak"pinta Dita pada suaminya.
"mau ngapain di sana ....bukanya seminggu lalu kamu baru bertemu dengan ibumu"jawab Dito seolah malas menuruti istrinya.
"tapi mas aku sudah rindu sama bapak ibu,." berharap suaminya menuruti Dita memohon.
__ADS_1
"males....."jawab Dito dengan santainya,tanpa peduli dengan perasaan istrinya.
Dalam hati Dita ada sedikit penyesalan karena dulu tidak mengenal Dito lebih jauh,tapi apalah daya semua telah terjadi.
Tidak terasa sebentar lagi akan tutup tahun Dita berniat mengajak sang suami sekedar jalan-jalan untuk menikmati acara kembang api.
Pukul tujuh malam mereka sudah keluar dari rumah, layaknya pengantin baru mereka sangat bahagia. di dalam hati Dita sangat senang sekali bisa menyaksikan acara kembang api dengan suaminya.
Dita sudah mulai bosan dengan suasana itu dan berniat mengajak suaminya sekedar jalan jalan menikmati suasana malam di kota. Tapi teryata tidak sesuai dengan yang Dita harapkan.
" mas kita keluar yuk bosen aku di sini terus"pinta Dita pada sang suami.
Dito melihat jam dan ternyata baru jam 9.
__ADS_1
" nanti lah baru juga jam 9"..jawab dito menolak dengan alasan baru jam 9 sedangkan acara kembang api baru di mulai jam 12 malam nanti.
Dito lebih memilih menonton acara di televisi yang dia sukai.
Dengan hati yang sedih Dita masuk ke kamar ,menangis itulah yang di lakukan nya di dalam kamar ,betapa sedih nya dia karena suaminya sendiri tidak memenuhi keinginan ya dan lebih memilih acara televisi kesukaan nya.
Setelah acara yang dia tonton selesai Dito menghampiri istrinya di kamar dan mengajak nya untuk pergi jalan jalan.
"sayang ayo kita jalan jalan"ajak Dito pada istrinya sambil membelai rambut Dita.
"gak usah lah mas,aku sudah tidak kepengin keluar,,mending tidur aja lah" sahut Dita yang sebenarnya sangat merasa sakit hati dengan perlakuan suaminya karena sudah hampir jam 12 malam suaminya baru ada waktu untuknya.
"kamu jangan seperti anak kecil...ayolah"ajak Dito lagi dan masih mendapat penolakan dari sang istri..lalu mereka menghabiskan malam pergantian tahun hanya tidur di rumah tanpa pergi kemana mana.
__ADS_1