
Bu Marni bergegas pulang meninggalkan dagangannya di pasar. Seolah sudah tidak sabar lagi ingin melaporkan semua yang dia lihat tadi.Sesampainnya di rumah Dito masih tidur di kamar bersama dengan Desta, sementara Dita sudah sampai di rumah duluan sebelum Bu Marni datang.
"tok..tokk.."
Terdengar suara Bu Marni mengetuk pintu kamar Dito sambil berteriak memanggil nama Dito.
"Dito... Dito...bangun kamu...apa kamu tidak dengar panggilan ibu..."Dito ..
Dito...ayo bangun..."
Bu Marni masih berteriak di depan kamar Dito walaupun yang empunya kamar belum keluar. Karena suara bising yang di ciptakan oleh Bu Marni membuat Dita jengkel seketika itu juga Dita menghampiri sang mertua.
"ibu ada apa sih pagi pagi sudah kayak orang kesetanan gini..mas Dito kan masih tidur Bu...!
Dengan pandangan penuh kebencian Bu Marni melihat ke arah Dita.
"ya...memang ibu sedang kesetanan...kamu tau apa sebab ibu bisa kesetanan...karena di pagi pagi buta ini ibu sudah melihat menantu tak beretika seperti kamu selingkuh di depan umum..."
Seketika wajah Dita berubah mendengan tuduhan mertuanya, bingung bercampur marah perasaan Dita karena sudah di tuduh selingkuh.
"selingkuh...? maksut ibu apa ..aku selingkuh...selingkuh sama siapa Bu...ibu jangan bicara yang bukan bukan ya...kalau mas Dito dengar bisa salah paham dia Bu...
__ADS_1
"
Karena mendengar suara ribut di luar Dito akhirnya terbangun dan keluar dari kamar sambil menggendong Desta.
"ada apa ini Bu...kenapa kalian ribut sekali...apa kalian tidak sadar karena ulah kalian Desta jadi kaget dan terbangun..!
"baguslah kamu sudah terbangun Dito...tanya saja pada istrimu yang sok suci ini apa yang terjadi...!
"ibu bicara apa Bu..terjadi apa kan tidak terjadi apa apa...apa yang harus di tanyakan...?jawab Dita.
"baiklah kalau kamu tidak mau mengaku biar ibu saja yang bilang pada suami mu kalau kamu sudah selingkuh...iya Dito..istri yang kamu banggakan ini sudah berani selingkuh di belakang mu...!
Mata Dito terbelalak mendengar perkataan ibunya, antara mau percaya apa tidak.
"Halah...gak usah mengelak lagi kamu Dita...sudah jelas jelas kamu selingkuh masih mau mengelak...banyak yang lihat kamu sama laki laki itu pegangan tangan bukan cuma ibu saja yang lihat...maling mana ada yang mau ngaku..."Bu Marni tak berhenti menuduh sambil menyilang kan tangan ke perutnya.
"coba jelaskan Dita...apa yang ibu bicarakan itu benar...jawab Dita...kamu punya mulut kan...jawab pertanyaan ku...jangan berbohong..." Dito membentak Dita di depan Desta .
"mas tolong jangan berteriak kasihan Desta... dia jadi takut..."Dita menenangkan Desta yang sudah berada di pangkuannya karena menangis mendengar suara keras Dito.
"kalau kamu mau aku tenang Coba sekarang jelaskan..siapa laki laki yang kamu temui tadi...!
__ADS_1
"itu cuma...!
"Halah...jangan kebanyakan bohong kamu Dita...sudah jelas jelas kamu selingkuh...saksinya banyak, apa kamu mau ibu panggil satu persatu siapa saja yang sudah melihat perselingkuhan kamu...!
Belum sempat Dita menjelaskan sudah disambar oleh Bu Marni, seolah Bu Marni sangat senang melihat Dita merasa tersudutkan. Dita hanya bisa pasrah dan menangis mendengar fitnahan ibu mertuanya. Mau di jelaskan seperti apa pun tetap Dito lebih percaya kepada ibunya.
"kenapa kamu menangis...apa kamu takut karena sudah kepalang basah selingkuh...sudah berapa lama kalian berhubungan...apa selama ini kamu sering bertemu dengannya diam diam di belakang ku..."Dito masih saja menuduh Dita berselingkuh tanpa mau mendengar penjelasan dari Dita. Bagi Dito kesaksian dari ibunya sudah cukup menjadi bukti bahwa Dita sudah berselingkuh.
"cukup mas tuduhan kamu...aku kira selama ini aku hanya diam mendengar penghinaan ibumu akan membuat kita baik baik saja...tapi sekarang ibu kamu sudah sangat keterlaluan, menuduh ku tanpa bukti...dan kamu juga begitu saja percaya mas...tanpa mau mendengar penjelasan ku...!
Dita mencoba tegar melawan suaminya, dia merasa sudah di fitnah oleh ibu mertuanya sendiri.
"dulu waktu aku belum bisa membantu mencari uang ibu selalu menyindir dan menjatuhkan ku di depan orang orang..sekarang aku merasa sudah bisa berdiri sendiri ibu masih tetap ingin menjatuhkan aku...sebenarnya apa salah ku pada ibu, kalau memang dulu ibu tidak setuju mas Dito menikahi aku kenapa ibu tidak melarang nya dulu...kenapa setelah kami bersama dan punya anak seolah ibu mau memisahkan kami...."
Dita sekarang sudah bisa melawan jika terus di pojokan,dulu memang Dita hanya diam karena dia merasa tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu suaminya. Tapi sekarang berbeda Dita sudah bisa mencari uang sendiri dan tidak hanya bergantung pada suaminya.
"lihat istri kamu Dito...dia sekarang sudah berani melawan ibu..mentang mentang sudah bisa cari uang sendiri ...merasa sudah hebat kamu ha..."
Bu Marni tentu saja tidak pernah mau mengalah dengan menantunya, apalagi kali ini dia merasa benar. Dito hanya bisa diam melihat pertengkaran ibu dan istrinya, memang bukan hal baru lagi tapi kali ini Dita mulai berani melawan padahal biasanya Dita hanya diam kala Bu Marni menyalahkan nya.
"sudah Dita kamu diam...kamu sudah berani melawan ibuku sekarang, kamu merasa sudah hebat ya...apa laki laki itu yang mengajari mu supaya tidak patuh sama mertua., berapa laki laki itu memberimu uang sampai kamu berani melawan suami dan mertuamu...'
__ADS_1
"keterlaluan kamu mas..."Dita berlalu masuk ke kamar sambil menggendong Desta . Di dalam kamar Dita mengeluarkan semua rasa sakit hatinya ,dia menangis sambil memeluk Desta, saat ini hanya Desta lah yang dia miliki di tengah fitnah yang menerpanya. memang dari dulu Dito lebih percaya penuh kepada ibunya dari pada percaya pada istrinya. Dita juga sadar bahwa hubungan darah jauh lebih kental dari pada hubungan di atas kertas.
"tega kamu mas menuduhku berselingkuh...bahkan kamu tidak memberi kan ruang untuk aku menjelaskan semuanya, apa selama ini pengorbanan ku belum cukup,aku selalu mengalah bahkan dalam pekerjaan pun aku tidak pernah sama sekali bergantung padamu..saat aku mengantar barang di pasar kamu tak mau membantu aku tak masalah , aku cuma bisa diam karena masih sanggup mengerjakan nya sendiri..""" oh Tuhan apa salah ku..." Dita menangis tersedu sedu di kamar sementara Dito masih mendengar kan ocehan ibunya yang tentunya membuat telinga semakin panas.