Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 18


__ADS_3

Dalam hati Dito masih merasa ketar ketir takut kalau tiba tiba pita menghubungi tanpa sepengetahuan nya. Badan sudah merasa lelah tapi mata seolah sangat susah untuk di pejamkan karena terlalu banyak pikiran di kepalanya. Di lihat nya wajah sang istri yang telah tidur lelap di sampingnya, di belai lembut wajah istrinya.


"maafkan mas sayang... mas berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini dan kita akan hidup bahagia dengan anak kita..."Dito berkata sambil melihat wajah ayu istrinya dan sesekali mengecup mesra kening istrinya.


"pit. besuk kita ketemu di tempat biasa ada hal yang mau aku omongin sama kamu.."Dito mengirim pesan untuk pita agar permasalahan segera bisa terselesaikan tapi belum mendapat balasan dari pita.


Karena lama menunggu balasan namun belum juga di dapat akhirnya Dito tertidur dengan posisi masih memegang hp di tangannya.


Pagi menjelang Dita lebih dahulu bangun dari suaminya. Dita menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Pelan pelan Dita membangunkan suaminya agar melaksanakan kewajiban sholat terlebih dahulu. Di goyang goyang tubuh Dito perlahan namun tidak ada sahutan . Karena merasa lelah membangunkan tapi yang empunya tidak bangun akhirnya Dita membiarkan Dito terus tertidur dan meninggalkannya sendirian di kamar.


" pyaar.."


suara hp Dito terjatuh dari tangannya , Dita pun langsung mengambil nya , di lihatnya dengan teliti takut ada yang rusak, dinyalakan masih bisa menyala .


"lega rasanya..untung gak rusak..! Dita bermonolog sendiri. Belum sampai mematikan hp Dita sudah sangat terkejut melihat chat suami dengan pita. Di bacanya berulang kali seolah tidak percaya apa yang dia lihat. Tak terasa air mata Dita menetes membasahi pipinya, sedih terpukul dan merasa di bohongi .Kaki Dita lemas seolah tidak punya tenaga lagi untuk menopang berat tubuhnya.


"Mas bangun...hiks..hiks..mas bangun.."Dita membangunkan suaminya sambil menangis tersedu sedu.


"bangun kamu mas..hiks..hiks.."Dita terduduk lemas di sebelah ranjang sambil menangis dan memanggil nama suaminya.


Mendengar suara gaduh yang di ciptakan oleh istrinya seketika Dito terbangun. Betapa kagetnya Dito melihat istrinya menangis histeris di sebelah ranjang. Secara spontan Dito menghampiri Dita.

__ADS_1


"kamu kenapa dik..."tanya Dito gugup sambil memegang kedua pundak Dita yang sedang menangis. "Jawab mas dik...kamu kenapa...perut kamu sakit..? Dita menjadi cemas melihat Dita karena tak menjawab pertanyaan Dito dan hanya terus menangis.


"pergi kamu mas...kamu jahat sama aku..pergi..pergi..!Dita mendorong kuat tubuh Dito sampai dia terdorong ke kebelakang.


"ini ada apa dik...mas salah apa lagi.."?Dito masih merasa bingung dengan semua ucapan Dita.


"ini...apa maksud mas mau bertemu di tempat biasa..itu artinya mas sering kan bertemu dengan dia.."jawab Dita terbata bata sambil menunjukkan isi chat suaminya.


"dik...dengarkan dulu mas bisa jelaskan semuanya...ini tidak seperti yang adek fikirkan .."Dito berusaha meraih tubuh Dita takut kalau Dita terjatuh karena sedang hamil besar.


"penjelasan apa lagi yang mau mas katakan...ini sudah cukup jelas buat aku..!jawab Dita masih dengan keada'an menangis.


"iya mas mengaku..memang mas pernah bertemu dengan dia..tapi mas gak ngapa ngapain dik...percaya sama mas..pita cuma suruh mas buat beliin hp baru..itu juga pak'e uang dia sendiri bukan pak'e uang mas...! Dito menjelaskan pada istrinya, di peluknya Dita erat erat supaya lebih tenang.


"mas bukannya nurut dik..mas cuma mau bantu orang saja..! jelas Dito masih memeluk istrinya .


"itu rencananya mas akan serahkan semua sama Edo..biar Edo yang urus semuanya, tapi mas belum ketemu sama Edo..! jawab Dito sambil melepaskan pelukannya dan memandang wajah sayu istrinya, di usap air mata istrinya di lihatnya mata Dita sampai sembab karena terlalu banyak menangis.


Dita melepaskan tangan suaminya pelan pelan dia berbalik badan menuju ranjang merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa memperdulikan suaminya.


Dito keluar dari kamar menuju ruang tengah duduk di kursi tengah. Pikirannya kacau di usap wajah nya dengan kedua tangganya. Wajahnya menengadah ke atas entah apa yang ada dalam pikiran Dito saat ini.

__ADS_1


"ada apa nak..istrimu marah lagi..?tanya Bu Marni,sembari duduk di kursi sebelah Dito. Kini Dito berbalik menatap wajah ibunya.


"Bu..apa Dito terlalu egois kalau cuma ingin membantu teman ..!tanya Dito pada ibunya yang berada di depannya.


"kamu tidak salah nak..apa salahnya membantu orang, mungkin istrimu saja yang terlalu berlebihan.."jawab Bu Marni santai saja seolah tidak sedang terjadi apa apa pada anak nya.


"mungkin Dito harus menghubungi Edo agar kesalahpahaman ini tidak berlanjut.."jawab Dito.


"memang apa sih masalahnya sampai istri kamu segitu marahnya..? tanya Bu Marni.


"gini lho Bu..temen Dito minta tolong beliin hp baru,,berhubung Dito sudah gak jualan hp rencananya mau aku suruh si Edo saja yang beliin, tapi belum sampai Dito bilang sama Edo malah ketahuan si Dita chat aku sama temen aku itu..!Dito menjelaskan pada Bu Marni .


"OOO..seperti itu, jadi intinya cuma salah paham saja..kalau gitu mending sekarang kamu ke rumah Edo biar Edo saja yang beli hp buat temen kamu..!Bu Marni memberi saran pada anaknya.


"pengennya sih gitu Bu..tapi nanti kalau Dita pikir aku ketemu sama si pita gimana...tambah marah lagi Dita nya.."bantah Dito sambil mengacak rambutnya.


"kamu bilang saja sama Dita kalau mau ketemu sama Edo..masalah dia percaya atau tidak yang penting kamu sudah ngomong jujur sama dia.."ibu memberikan saran pada Dito.


"iya deh Bu aku pamit dulu sama Dita semoga dia sudah gak marah lagi.."jawab Dito sembari bangkit dari duduknya menuju kamar menghampiri istrinya di kamar.


"tok..tok..dik buka pintunya..mas mau masuk,,!Dito membuka gagang kunci ternyata tidak di kunci lalu Dito langsung masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"mas mau pergi dulu ketemu sama Edo ya..."pamit Dito pada istrinya sembari mencium pucuk kepala sang istri. Karena tak di jawab Dito langsung saja keluar dari kamar mengendarai motornya menuju rumah Edo.


__ADS_2