
"nak Dito ..nanti kalau sampai rumah tolong Dita di bantu ya kalau butuh apa apa...!perintah Bu Aminah pada Dito.
"iya Bu.. pasti Dito bakalan jadi suami siaga.."jawab Dito yakin.
"bukanya apa apa nak..tapi kalau perempuan habis melahirkan itu belum bisa mandiri..mandi saja perlu di layani ...! Bu Aminah menjelaskan pada menantunya.
Semua perintah ibu Aminah hanya di jawab anggukkan oleh Dito.
Sampailah mereka di depan rumah Dito dan sudah di sambut oleh Bu Marni.
"eh Bu Aminah pak Ahmad..apa kabarnya.."Bu Marni menyalami kedua besannya secara bergantian.
"baik Bu..!jawab Bu Aminah sopan. "kalau Bu Marni sendiri apa kabar..? sehat kan..? tanya Bu Aminah balik.
"baik pak Bu..sini sini masuk..saya sudah masakin tadi... kita langsung makan saja ya.."bu.marni menawarkan makan pada besannya.
"gak usah repot repot Bu...kami di sini gak lama kok... seminggu lagi nanti kami ke sini lagi nengokin cucu baru..." jawab Bu Aminah yang di sahut senyuman oleh pak Ahmad.
"ibu sama bapak mau langsung pulang ya..gak nginep dulu di sini.." tanya Dito pada mertuanya.
"gak bisa nak..adek kamu Kiki kan belum bisa mandiri nanti kalau ke sekolah yang buatin sarapan siapa, terus kambing bapak kamu yang kasih makan sama minum siapa..."Bu. Aminah menjelaskan.
"iya nak Dito nanti seminggu lagi bapak sama ibu bakalan ke sini lagi kok.. "pak Ahmad menyahut suara istrinya.
"oh ya pak Bu kalau gitu..hati hati di jalan ya.."
'"ya nak..kami pulang dulu.." pak Ahmad dan Bu Aminah berpamitan.
Setelah orang tuanya pulang kini tinggal Dita ,Dito dan Bu Marni di rumah.
"mau di kasih nama siapa anak kita mas.."tanya Dita pada suaminya.
__ADS_1
"bagai mana kalau... Desta Alvaro" soalnya dia kan lahir pada bulan Desember dan dia anak pertama kita.." jawab Dito.
"bagus mas..aku setuju.."sahut Dita.
Seminggu berlalu kini Dita sudah terbiasa dengan aktivitas nya sebagai ibu baru, dia sudah bisa memandikan anaknya sendiri.Dita mencoba mandiri untuk mengurus anaknya, sebisa mungkin semua dia kerjakan sendiri karena tak mau merepotkan suami ataupun mertuanya.
"mas..ini tolong baju kotor dedek di taruh di ember ya nanti biar aku yang cuci..! perintah Dita pada suaminya.
"iya..'"jawab Dito singkat.
Saat malam tiba Dita masih menyusui bayinya, entah kenapa bayi Dita suka rewel saat malam hari.
Jarang mau tidur saat malam dan maunya di gendong terus. Saat Dita merasa lelah dan mengantuk Dita membangunkan suaminya agar bisa bergantian menjaga bayi mereka, entah karena sudah terlalu capek atau mengantuk karena tadi siang bekerja Dito sangat sulit untuk di bangunkan. Sifat asli Dito pun sekarang sudah mulai kelihatan, dulu Dito yang masih bisa sabar kini sering marah marah.
Mungkin karena terlalu sering begadang tiap malam menjaga sang bayi dan siangnya harus bekerja. Dita seperti menjadi pelampiasan amarah Dito kala dia sedang marah. Ekonomi yang belum mapan menambah beban berat untuk Dito.
Sekalinya berkata atau berbuat salah tak jarang Dita langsung di bentak oleh Dito.
"kamu kenapa sih dek..kok nangis terus...ini kan sudah ibu susui..." Dita panik sambil menimang bayinya.
"mungkin bayi kamu lapar Dit... coba di kasih makan nanti pasti diam.."perintah Bu Marni pada menantunya.
"tapi kata Bu bidan belum boleh di kasih makan sebelum usia enam bulan Bu..nanti bisa kena radang usus..."Dita memberi tahu ibu mertuanya.
"Halah siapa yang bilang...dulu waktu ibu punya bayi dari baru lahir sudah ibu kasih makan,buktinya gak papa tu..masih pada hidup sampai sekarang..kamu nya saja yang males..."Bu Marni membantah.
"gak gitu Bu..aku cuma nurut saja sama yang di bilang Bu bidan..! Dita membela diri.
Karena mendengar anaknya menangis dari tadi akhirnya Dito menghampiri istrinya dan bertanya apa yang terjadi.
'"ada apa ini..kok Desta nangis terus dari tadi..."tanya Dito.
__ADS_1
"ini mas..mungkin adek kepanasan makanya nangis...! jawab Dito .
"Halah anak kamu itu lapar..dasar istri kamu saja yang bandel di suruh kasih makan gak mau.."Bu Marni memotong pembicaraan Dita.
"bukannya aku gak mau kasih makan mas..tapi kata...! Dita belum sempat menyelesaikan omongannya sudah di potong oleh suaminya.
"Halah ..kamu..nurut sama ibu sekali saja kenapa sih..gak usah bantah terus.." Dito menaikkan suaranya.
"tapi mas..."Dita menyela ucapan suaminya.
"sudah sudah..kalau kamu gak mau kasih makan biar ibu saja yang menyuapi..aku ini sudah capek akan tambah capek kalau terus mendengar tangisan Desta...!Dito membentak Dita.
Dengan berat hati Dita menuruti suami dan mertuanya, sedikit sedikit Dita menyuapi anaknya, dan benar Desta terdiam kala di suapi ibunya.
"tuh kan kamu lihat sendiri..diem kan anak kamu, emang dasar kamunya yang bandel gak mau nurut sama orang tua..."bu Marni kembali menyudutkan Dita di hadapan suaminya.
"Dita..tolong ya lain kali nurut saja sama ibu..ibu itu sudah lebih berpengalaman ..jangan tambah beban mas ..." Dito memperingati isterinya.
"iya mas..."Dita menjawab sambil menundukkan kepalanya.
Setelah kejadian tadi Dita sama sekali tidak pernah membantah perintah mertuanya. Seberat apapun akan Dita laksana kan. Karena sang suami sekarang juga lebih membela ibunya dari pada dia.
Sore itu Dita akan memandikan anaknya,tapi anaknya terus saja menangis, ternyata anaknya hendak buang air besar tapi mengalami kesulitan. Sembelit kalau orang orang sering bilang, mungkin karena belum waktunya di kasih makan tapi sudah sering di kasih makan oleh Dita.
"itu kenapa lagi Desta nangis...pasti jatuh dari ranjang ya..kamu bisa jagain anak gak sih Dit...ngurus anak satu saja kok gak becus..."tanya Bu Marni dengan nada galak dari belakang , padahal dia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya.
Dita pun hanya diam dan tidak menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada anaknya .Kalau pun di jelaskan belum tentu suami dan mertuanya akan percaya. Karena sang mertua sangat pandai sekali untuk menyudutkan Dita.
Dita menggendong anaknya,di nyanyikan nya lagu Nina bobok agar sang anak bisa tertidur, di tepuk pundaknya perlahan agar sang anak lebih tenang, syukur lah setelah habis di mandikan sang anak langsung tertidur dengan nyenyak.
Untuk keadaan sekarang Dita hanya bisa bersabar, berharap semua keadaan cepat berubah dan sang anak juga tidak nakal lagi, karena bukan tak mungkin lagi kalau sang anak rewel Dita yang akan di salahkan oleh suami dan mertuanya.
__ADS_1