Goresan Hati Seorang Istri

Goresan Hati Seorang Istri
bab 21


__ADS_3

Hati Dito lega sudah bisa memadamkan amarah istrinya. Kini yang ada di pikiran Dito hanya bagaimana caranya agar istrinya tidak termakan hasutan dari ibunya.


Ya Bu Marni memang seorang ibu buat Dito tapi beliau juga orang yang hampir membuat rumah tangganya hancur. Bukan hanya Dita yang di perlakukan seperti itu, ipar Dito yang lain juga mendapat perlakuan yang sama dari Bu Marni.


Sampai sampai tak ada seorang anak dan menantu pun yang betah tinggal bersama Bu Marni, karena sifatnya yang suka menganggap semua orang buruk.


"dik ..nanti kalau ibu bicara macam macam tolong jangan di dengarkan ya..jangan di masukkan ke hati, ibu memang sifatnya seperti itu gak bisa berubah mungkin memang sudah watak beliau seperti itu.."pinta Dito pada istrinya.


"iya mas...tapi kadang ibu mas tu keterlaluan, masak aku di samakan sama ayam..emang ada ayam yang cantik kayak gini..he..he.."Dita cengengesan.


"iya mas tau..kalau seumpama ibu lagi berkokok tu ya kamu tinggal pergi saja ke rumah tetangga ..biar dia ngoceh seharian sampai serak gak ada yang dengerin.."


"mas tadi bilang apa..! berkokok emang ibu mas ayam kok berkokok sih..mas jadi anak durhaka tau ngatain ibunya sendiri ayam.


"tadi kata kamu..kamu pernah di samain sama ayam..jadinya aku juga ayam lah..ibu secara otomatis juga jadi ayam..emang ada anaknya ayam emak nya manusia..apalagi manusia kawin sama ayam..gak ada kan..!


Saat perjalanan pulang tak henti hentinya sepasang suami istri itu saling melemparkan candaan. Damai hati Dito melihat sang istri sudah bisa kembali tertawa seperti dulu lagi.


"siiit...sudah sampai,..sini tasnya mas yang bawain..berat lho..


"iya mas itu berat banget ..isinya hampir baju aku semua di situ.."Dita menjawab malu.


"herannya kamu tadi kok kuat ya bawanya..padahal mas saja kuwalahan lho...ni sampe bungkuk bungkuk.."Dito mempraktekkan gaya bungkuk kakek kakek.


"mas goda terus ih...."Dita memanyunkan bibirnya.


Sesampainya di rumah Dita langsung membuka bingkisan berisi perlengkapan bayi yang di belikan oleh suaminya. Hati Dita begitu senang tanpa harus meminta sebelumnya tapi sang suami sudah lebih dulu memberikan apa yang Dita inginkan.


"aduh mas..ini bagus bagus banget... cocok buat anak kita nanti...mas pinter ya milihnya..?


"kan mas tadi sudah bilang bukan mas yang pilih,,tapi mbk penjaga tokonya yang pinter.. kalau mas yang pilih mana tau mas selera adek kayak gimana..!


"mau yang pilih mas apa mbaknya.. terserah deh, yang penting ini bagus bagus semua adek suka banget..."Dita merasa senang sambil memeluk baju baju bayi yang di beli suaminya.

__ADS_1


"mana nih makasih nya buat mas yang sudah beliin baju buat anak kita..!


"muach..."Dita mencium pipi suaminya.


."yang sini masak gak kena cium ngiri nih..pengen juga katanya.."protes Dito sambil menunjuk ke bibirnya.


"iya deh.. Muach... muach.."


dah puas kan.


"sip...kamu memang istri yang spesial buat mas.."Dito memuji istrinya dan memeluk tubuh istrinya.


Semua tawa yang mereka ciptakan tak terlepas dari pendengaran Bu Marni yang memang sengaja menguping di balik pintu kamar Dito.


"aduh ayam ibu kok balik lagi..gak jadi pergi ya,kirain sudah bosen di sini..! sindir Bu Marni.


Tanpa basa-basi ibu Marni terus saja menyindir Dita yang berada di kamar bersama suaminya. Memang Bu Marni dari awal sudah tidak setuju dengan pernikahan Dita dan Dito .


Dito lebih memilih Dita walaupun Dita hanyalah seorang gadis yang tinggal di kampung jauh dari perkotaan.


Saat Bu Marni sedang berceloteh sambil menyapu halaman tiba tiba Bu Wiwit lewat di depan rumahnya. Maka kedua ibu ibu itu langsung lah bergosip ria di depan rumah.


"ayam siapa Bu Marni yang pulang.."


"eh Bu Wiwit dari mana Bu..itu lho Bu ayam betina saya..dari pagi ngilang eh sorenya balik lagi..saya kira sudah gak kembali he..he.."sindir Bu Marni sambil tertawa terbahak bahak.


"bagus lah Bu Marni..ayamnya balik lagi..kalau bandel mending di potong aja Bu, di buat opor ayam biar kapok..!


"ayam saya ini gak enak kalau di buat opor Bu Wiwit..soalnya ayamnya males..gak gesit, paling isinya cuma tulang doang gak ada dagingnya.


"lho kok gitu Bu Marni...katanya ayam ibu makannya banyak ..kok bisa gak ada dagingnya kalau di potong..!tanya Bu Wiwit.


"soalnya ayamnya ngaduan sih sama jantannya..dikit dikit lapor.."

__ADS_1


"o..gitu ya Bu Marni..! tanya Bu Wiwit


"he'em sekali.."jawab Bu Marni.


"kok Bu Marni nyapu sendiri sih..memang menantunya gak mau bantu bersihin ya..?


"alah Bu..saya orang nya gak suka tergantung sama orang lain, nunggu orang yang nyapu bisa sebesar gunung es daun yang pada jatuh di halaman..nanti di kira malah hutan lagi bukannya rumah..!


"oh ya Bu ..menantu ibu kapan HPL nya Bu..apa bareng sama mantu saya..?


"gak tau tu bu..kayaknya sih gak sama Bu..secara Dito kan nikahnya lebih dulu dari anak ibu.."


'"kalau anak Bu Wiwit yang gadis sudah dapat jodoh belum Bu.. kasihan lho Bu masak di langkahin sama adek nya..mana adek nya cowok lagi.."tanya Bu Marni.


"kalau anak saya yang gadis kan memang pilih pilih Bu..gak suka grusa grusu ..takut salah pilih..!


"ya bagus deh Bu ..cari pasangan memang harus hati hati..!


Percakapan kedua ibu ibu di depan


tidak terlepas dari pendengaran Dita dan Dito yang ada di dalam kamar. Dito sampai geleng geleng mendengar ucapan ibunya. Kok bisa ibunya berkata seperti itu yang jelas jelas itu sedang menyindir istrinya.


"itu mas.. mulai lagi deh ibu kamu cuap cuap sama Bu Wiwit..bisa seharian kalau mereka bergosip gitu..!kata Dita pada suaminya.


"biarin saja lah dek anggap saja kita lagi dengerin musik rock..!jawab Dito sambil cekikikan.


"bisa saja kamu mas.."


Sekarang Dita sudah terbiasa dengan sindiran mertuanya, seperti saran suaminya Dita tidak pernah menanggapi dengan serius ucapan mertuanya. Ucapan mertuanya di anggap seperti angin lalu buat Dita, kalau di ladenin bisa kurus kering tubuh Dita.


"dik sudah mau gelap nih ..kamu duluan mandi sana nanti habis itu kita sholat berjamaah di rumah..", perintah Dito pada istrinya.


Dita mengikuti perintah suaminya,di panaskan air untuk mandi terlebih dahulu karena cuaca agak sedikit mendung dan udara terasa dingin.

__ADS_1


__ADS_2