
Dito masih dalam kondisi memikirkan bagai mana bisa secepat ini mendapat kan momongan. Ada rasa senang tapi juga ragu,takut kalau tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya. Memang Dito sudah mempunyai usaha sendiri tapi usaha itu belum bisa untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya kelak.
"ya Tuhan apa yang harus aku lakukan,apa aku bisa menghidupi anak ku kelak sedangkan penghasilan ku cuma pas Pasan"gumam Dito dalam hati.
Setelah berfikir cukup panjang akhirnya Dito memutuskan untuk menunda kehamilan istrinya dulu, karena dia merasa belum mampu .
"sayang....kesini sebentar aku mau ngomong"panggil Dito yang di sambut senyuman oleh sang istri.
'"ada apa mas,....sepertinya penting sekali" jawab Dita merasa penasaran, hatinya berdebar debar antara takut dan senang bercampur menjadi satu.
Dengan sangat hati hati Dito mengutarakan keinginannya" gini apa kamu mau kalau kehamilan kamu di tunda dulu..aku belum siap Yank, aku merasa belum mampu"
__ADS_1
"maksud mas apa"jawab Dita sambil menangis tak bisa membendung kesedihan nya.
"gini ..kita punya anaknya nanti saja, saat keadaan ekonomi mas sudah lebih baik" ucap Dito sambil memegang tangan istrinya.
"maksud mas aku harus menggugurkan anak ku sendiri"jawab Dita sambil menangis sejadi jadinya.lalu Dita masuk ke kamar,dia tidak menyangka kalau suaminya akan keberatan dengan kehamilan nya.
"tok...tok...boleh mas masuk" tanya Dito
"masuk mas tidak di kunci pintunya"Dita menjawab pelan,sambil melihat gelas yang di bawa suaminya.
" itu apa mas...?"tanya Dita
"ini jamu..kamu cepat minum ya"titah Dito pada istrinya.
"iya...."Dita menerima gelas itu dan meminumnya...dengan menangis tentunya.
__ADS_1
" ini mas sudah..." menyerahkan gelas kepada suaminya.
Tidak hanya di suruh minum jamu...Dita juga harus mau dipijit bagian perutnya. Sakit sudah pasti yang di rasakan Dita. Selama satu Minggu Dito terus saja melakukan hal sama hingga pada hari terakhir menurut Dita,dia segera mengambil keputusan.
"aku harus tegas jikalau memang mas Dito tidak menginginkan anak ku , aku rela merawatnya sendiri...aku rela hidup tanpa mu mas asalkan aku masih bisa bersama anak ku"Dita berkata di depan cermin seolah sedang ingin melawan suaminya.
"mas ...aku mau bicara"tegas Dita pada suaminya.
"kamu mau bicara apa ...jangan bilang soal janin kamu" Dito langsung pada permasalahan yang mungkin akan Dita bicarakan.
"iya...kamu benar mas,. ini tentang anak ku anak kandungku, aku ingin tetap mempertahankannya, Tuhan sudah memberikan kepercayaan padaku untuk mempunyai anak dan aku ingin tetap anak ku hidup, aku tidak mau menuruti mas lagi"jelas Dita sambil berusaha tegar menahan air matanya.
"maksud kamu apa...bukankah kamu sudah sepakat untuk menunda momongan, kenapa sekarang berubah hah...."bentak Dito pada istrinya.
" aku sama sekali tidak menjawab setuju dengan keputusan mu mas..! aku cuma diam untuk menata hatiku, dan sekarang keputusan ku sudah bulat, aku ingin merawat kandungan ku sampai dia lahir nanti dengan atau tanpa mas di sampingku"jawab Dita sambil melangkah menuju keluar rumah.
Dita sudah tidak peduli lagi dengan suaminya, dia akan berjuang untuk anaknya. seberat apapun akan Dita lakukan demi bisa bersama anaknya.
__ADS_1