
Fajar telah menyingsing, matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Di sebuah kamar belum ada tanda tanda pergerakan dari dua orang anak manusia yang sedang tertidur lelap.
Dita masih merasakan pegal di seluruh tubuhnya karena membersihkan sisa banjir tadi malam.Sementara Dito sepertinya juga masih enggan untuk bangun.
Seandainya hari ini tidak ada jadwal periksa kandungan mungkin Dita masih menikmati tidur panjangnya.
"mau bangun males banget rasanya..."Dita menguap dan merentangkan kedua tangannya.
"mas..mas... bangun, sudah siang..buruan mandi sana nanti anterin aku ke dokter.."Dita membangunkan suaminya.
"bentar dik .masih pegel ni badan mas gara gara tadi malem kerja bakti bersihin bekas kena banjir..!jawab Dito.
"nanti keburu banyak yang antri mas..ini mumpung masih pagi biar dapat urutan nomer satu.."
"jam berapa sih buka prakteknya..ini masih dingin banget lho..?
"jam delapan kayaknya..tapi kalau kita dapat nomer antrian pertama kan cuma sebentar nunggunya.
"lha ini jam berapa.."Dito bertanya pada istrinya.
"ya baru jam enam sih.."jawab Dita.
"lha itu tau.. berarti masih lama dong bukannya..masih dua jam lagi.."bantah Dito sambil menutup tubuhnya dengan selimut tebal.
"iya mas ..aku tau, nanti kalau kelamaan malah keduluan pasien yang lain.."jawab Dita sembari membuka selimut yang menutup tubuh suaminya.
"iya..iya..ah..bawel amat sih, panasin air dulu buat aku mandi.."perintah Dito pada istrinya.
Dita keluar kamar menuju dapur memanaskan air untuk mandi suaminya. Sembari menunggu airnya panas Dita terlebih dahulu mandi agar nanti tidak perlu menunggu terlalu lama.
Setelah selesai Dita mengganti pakaiannya tak lupa Dita juga menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
"nanti kalau antri nya terlalu lama mas tinggal pulang ya, kamu nanti naik bus saja pulang nya.
"kejem amat sih mas..istri perutnya gede gini di tinggal sendirian, nanti kalau sampe diambil orang mas juga lho yang rugi.."Dita protes pada suaminya.
__ADS_1
"gak gitu dik.. kalau di rumah banyak pelanggan yang nunggu kan gak enak, nanti mereka malah gak mau belanja di toko kita lagi gimana hayo..kan kamu juga yang rugi.."Dito menjelaskan pada istrinya.
"berkorban sedikit demi istri kenapa sih mas..gak tiap hari juga aku periksa ya.." Dita mengeluh pada suaminya.
"kamu jangan suka membantah kalau di kasih tau suami ya..mas ini sudah berusaha sabar lho..",jawab Dito yang mulai membesar kan suaranya.
Karena tidak ingin membuat suaminya marah akhir nya Dita mengalah saja dan mau pulang sendiri. Sembari menunggu namanya di panggil sesekali Dita memainkan ponselnya. Tak lama kemudian nama Dita di panggil oleh perawat yang sedang bertugas.
"atas nama ibu Dita Pratiwi..Ibu Dita Pratiwi.."panggil perawat yang sedang bertugas.
"iya saya Bu..."Dita berdiri meninggalkan tempat antrian menuju kamar periksa.
Tok.. tok..
Dita mengetuk pintu ruang periksa dokter Tanjung.
"masuk Bu.."pak dokter mempersilahkan Dita masuk ke dalam ruangannya.
"permisi pak.."Dita menyapa pak dokter sambil menyerahkan buku berwarna merah muda ke pada pak dokter.
"Alhamdulillah semua baik baik saja dok..sudah gak pernah mual sekarang, paling cuma agak pegel di pinggang belakang.."jawab Dita sambil memegang pinggangnya.
"itu wajar Bu..kalau usia kandungan sudah hampir mendekati masa kelahiran memang seperti itu.."jawab dokter Tanjung sembari merapikan tempat tidur untuk periksa."sini Bu..berbaring di sini dulu.."lanjutnya.
'iya dok.."Dita menjawab sembari berjalan pelan pelan menuju ranjang tempat periksa.
Dokter Tanjung secara telaten memeriksa keadaan kandungan Dita.
"ini kalau menurut HPL tanggal 11 sudah lahir Bu..dan..ini 99persen anak ibu laki laki.."kata dokter Tanjung.
"Alhamdulillah .. sehat kan dok bayi saya..?tanya Dita.
"sehat Bu..posisi nya bagus,air ketuban juga cukup ..semoga lancar ya Bu sampai lahiran nanti..tetap semangat..! dokter Tanjung memberikan dukungan untuk Dita.
Setelah pemeriksaan selesai dan Dita juga sudah membayar administrasi . Segera Dita keluar dari tempat dokter praktek. Dita menunggu bus yang lewat namun belum juga ada yang datang.
__ADS_1
Tanpa Dita sadari ternyata gerak gerik nya di perhatikan oleh seorang laki laki dari dalam mobil.
"flash back on"
Dia adalah Evan, kakak kelas Dita semasa sekolah dan juga bisa di bilang teman dekat Dita dari SMP sampai SMA pun mereka masih satu sekolah.
Setelah lulus sekolah Evan masih sering mengantar Dita ke sekolah. Sampai saat Dita sudah bekerja pun Evan masih sesekali menghubungi Dita. Sewaktu Dita masih sekolah dan Evan sudah lulus, dia pernah mencalonkan diri menjadi seorang tentara namun gagal.
Sejak saat itu Dita sudah jarang sekali bertemu dengan Evan,hingga pada suatu hari Dita mendapat kabar dari adik Evan bahwa kakaknya sudah resmi menjadi anggota polisi dan sudah menikah dengan wanita lain.
Mulai saat itu Dita memutuskan untuk membuka lembaran baru dengan tidak mengharapkan Evan lagi. Dia sadar kini setatus mereka sudah berubah Dita hanya gadis desa biasa dan Evan sudah menjadi seorang polisi.
"flash back off"
Dengan sedikit ragu Evan memberanikan diri mendekat ke arah Dita.
Di pegang punggung Dita sampai membuat Dita terkaget dan menoleh ke arah orang di sampingnya. Betapa kagetnya Dita kala melihat orang yang dulu sering bersamanya ada di sebelahnya.
"Evan..! kok kamu ada di sini..istri kamu lagi hamil juga..? tanya Dita dengan expresi wajah yang kaget.
"istri..! maksud kamu..?Evan kembali bertanya pada Dita.
"terus ngapain kamu ke sini kalau gak nganterin istri kamu.."Dita masih bertanya pada Evan.
"aku kebetulan tadi lewat..trus aku lihat kok kayaknya kenal trus aku samperin eh ternyata beneran kamu..! Evan menjawab pertanyaan Dita.
"aku pamit dulu ya Van tu sudah ada bus datang..!dengan tergesa gesa dan sedikit menghindar Dita segera meninggalkan tempat itu.
"Dita..aku minta nomer telfon kamu..",Evan berteriak memanggil namun tak ada balasan dari Dita.
Di dalam bus Dita berfikir kenapa setelah sekian lama berpisah kini di pertemukan lagi dengan masa lalunya. Kadang Dita bisa senyum senyum sendiri kala mengingat kebersamaan nya dulu bersama Evan.
Menaiki motor Evan yang kadang mogok di jalan atau tidak kuat saat di tanjakan. Kemudian Dita harus turun untuk mendorong nya agar motornya hidup kembali. Lucu dan juga sangat mengesankan masa masa itu.
Kepolosan hubungan mereka yang hanya mereka saja yang merasakan. Kadang Dita marah dan tanpa sepengetahuan Evan diam diam mengganti nomer telfon nya. Semua masa itu sudah menjadi kenangan yang di indah untuk Dita.
__ADS_1
Sekarang semua sudah berubah,Dita sudah memiliki pasangan hidup ,juga dengan Evan yang sudah memiliki keluarga. Dan sudah tidak pantas lagi kalau masih ada hubungan di antara mereka berdua, agar tidak menyakiti satu sama lain.