
"Bundaa !!"
Najla dan Nunik saling pandang melihat Kevin dan Brian ada di rumah sakit di mana Najla bertugas.
"Kevin,Brian,kalian ngapain kesini?" tanya Najla menatap ke dua ABG itu.
"Kita mau makan siang sama aunty,pasti aunty mau istirahat kan..kan..kan," ucap Brian dengan menaik turunkan alisnya.
Najla mehela nafas panjang dan menggeleng gelengkan kepalanya dengan memutar bola matanya menatap tingkah kedua ABG itu dengan jengah.
"Iyaa..terus kenapa kalian kesini,kalian sudah bilang mau kesini?"tanya Najla pada keduanya.
Keduanya kompak menggeleng kepala.Sedangkan Najla hanya bisa menepuk jidatnya saja melihat tingkah kedua ponakannya itu.
"Sudahlah, sekarang kita makan siang dulu deh..laper nih,"ucap Nunik
"Iya bun,yuk tante,Bri..."ucap Kevin dengan entengnya mengajak Nunik dan Brian pergi.
"Eeehhh.. apa-apaan mereka,kenapa jadi aku yang di tinggal.Dasar sahabat dan ponakan yang nggak ada akhlak."gerutu Najla melihat tingkah tiga orang di depannya.
Keempat nya masuk ke dalam kantin Rumah Sakit.Kehadiran Najla dan dua bocah ABG di kanan kirinya sementara Nunik ada di belakang mereka membuat atensi orang-orang yang ada disana menatap mereka apalagi staf dan dokter yang ada disana pastinya tahu bahwa Najla si dokter yang anti sosial dan anti basa basi sekarang ada dua orang bocah ABG yang terlihat sangat akrab dengannya.
Keempat nya duduk di meja yang kebetulan terletak di tengah kantin.
"Kalian mau makan apa?" tanya Najla pada dua remaja itu.
"Bakso !!" seru keduanya.
"Makan nasi dulu,bari bakso,"ucap Najla tegas pada keduanya.
"Tadi Kev sudah makan nasi di kantin sekolah, Bun," ujar Kevin bicara dengan manja.
__ADS_1
"Iya aunty,aku sama Kevin sudah makan nasi kok." timpal Brian.
"Baiklah tapi,nggak boleh pedas-pedas.Minumnya?"
"Es Jeruk," ucap keduanya.
Nunik melihat tingkah ketiga nya membuat dirinya tersenyum.Betapa Najla yang di kenalnya dengan segala rahasianya kini terlihat lebih keibuan dan sangat peduli dengan kedua Kesayangan nya.
Setelah memesan makanan yang akan mereka santap. Sambil menunggu mereka pun ngobrol santai dan juga terlihat saling melempar candaan.
"Ternyata dokter Nana manis juga kalau lagi senyum,"
"Buset,ternyata sudah punya anak bujang.Kirain masih gadis."
"Serius itu anaknya,ganteng juga..pasti bapaknya ganteng sih,"
"Suaminya kayak apa yah,kok nggak di publish,"
"Jangan-jangan sudah janda,"
Banyak suara sumbang di sekeliling Najla dan dia tetap tenang dan juga cuek.
"Kenapa mereka ngomongin bunda sih,robek juga tuh mulu* "ucap Kevin tak terima kalau Najla di kata-katain.
"Sudah cuekin saja,selama kita nggak nyusahin mereka slow aja,"ucap Najla santai.
"Astaga Na, ternyata mereka itu pada seneng ghibah kamu di belakang," bisik Nunik.
"Cuekin saja,kalau ada yang bahas aku dan kamu dengar usahakan nggak usah pedulikan."ucap Najla pada Nunik.
Nunik mendengar ucapan Najla hanya mengangguk mengiyakan perkataan Najla.
__ADS_1
Sementara Brian tentu tahu sifat auntynya yang memang cuek dengan sekitar nya.Namun,untuk keluarga dia akan selalu ada.Jadi,Brian tak ambil pusing dengan suara sumbang di sekeliling nya itu.Kecuali auntynya sudah mengeluh tak nyaman baru dia bertindak.
"Kevin,kamu sudah kasih tahu papa kamu kalau kamu sama bunda?" tanya Najla pada Kevin yang sedang sibuk mengunyah baksonya.
"Uhah..huu.."jawab Kevin dengan mulut yang masih penuh dengan bakso
"Telen dulu baksonya,baru jawab," ucap Najla dengan memandang Kevin dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah remaja itu.
Sedangkan Kevin dengan cepat mengunyah dan menelan bakso yang ada di dalam mulutnya
"Lagian bunda kalau nggak langsung di jawab nanti protes,aku sudah chatt ke om Nando tadi telpon papa nggak diangkat jadi chatt om Nando bilang aku sama Brian ketemu bunda." jawab Kevin setelah menelan bakso yang merupakan makanan yang jarang dia makan.
"Kev,kenapa nggak chatt papa sih..kenapa harus sama Om Nando.Walau bagaimana pun kamu wajib ngasih tahu papa kamu kalau kamu kemana-mana biar papa nggak bingung juga nggak khawatir."ucap Najla mencoba untuk membuat Kevin dan Alex lebih dekat lagi.
"Lagian dari dulu juga aku selalu begitu sama papa bun,malah sebelum mama meninggal aku ingat kalau mama juga chatt nya om Nando kalau mau apa-apa.Kalau hubungi papa yang ada nanti ganggu kerja papa nanti buang waktu papa." ungkap Kevin
"Mau sesibuk apapun papa kamu, setidaknya kamu kabarin papa kamu Kev.Papa kamu yang terlihat cuek nyatanya dia memperhatikan kamu.Dia mau kamu bersandar padanya,jangan berusaha untuk jadi kuat saat kamu tak sanggup lagi.Kamu perlu papa kamu untuk berbagi,saling memahami." ujar Najla memberikan pengertian pada Kevin dengan bahasa yang selembut mungkin.
"Sekarang aku ada bunda kan,lagian papa nggak pernah protes.Bahkan kalau aku terus hubungi papa yang ada papa marah sama aku," jawab Kevin
Najla merasakan rasa sakit di hati anak remaja itu.Perlakuan Alex di masa lalu membuat Kevin seperti trauma.Walaupun sebenarnya tak ada niat untuk mengesampingkan kepentingan Kevin tapi, kekecewaan yang dalam pada Vania membuat Alex tak bisa melihat Kevin terlalu lama.
"Walaupun tak pernah protes,hanya diam,buka berarti nggak peduli.Apalagi sekarang kamu hanya punya papa yang benar-benar satu rumah sama kamu.Jadi,bunda ingin kamu setidaknya berusaha membuka hati untuk papamu melakukan dan mencurahkan kasih sayangnya yang selama bertahun-tahun dia abaikan.Dia sudah sadar dengan apa yang dia perbuat dulu salah.Doa ingin menebus nya namun,dia tak tahu apa yang dia harus lakukan.Bahkan antara kalian tidak tahu satu sama lain kesukaan kalian apa,apa yang buat kalian benci dan lain-lain.Makanya dari sekarang coba mulai buka hati kamu." terang Najla dengan. mengelus rambut Kevin.
Kevin menelaah kata-kata yang di ucapkan Najla barusan.Dia merasa kalau memang dia tak tahu apa yang disukai dan di benci ayahnya dan sebaliknya ayahnya tak tahu apa ya gan dia suka.
"Ya udah aku kabari papa sekarang bun," ucap Kevin lantas mengambil benda pipih di dalam kantin celana seragam nya.
"Bunda terbaik pokoknya," bisik Nunik
"Apaan sih Nik,aku cuma ngasih perhatian buat lebih perhatian sama papanya," ujar Najla dengan berbisik juga.
__ADS_1
"Tapi, menurut ku kamu sudah jadi ciri-ciri ibu tiri yang menjadi seorang ibu peri yang selalu membuat anak sambungnya merasa nyaman dan sayang banget sama kamu,"ledek Nunik dengan terkekeh melihat wajah Najla yang bersemu merah.
Bersambung.