Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Hamil


__ADS_3

Alex menghampiri brangkar dimana Najla terbaring lemah dengan selang infus di tangannya.


"Gimana keadaan kamu sayang,apa yang kamu rasakan sekarang?" tanya Alex mengenggam tangan Najla.


"Aku nggak papa mas,cuma aku rasa pusing sedikit.Jangan khawatir." ucap Najla dengan senyum tipis terbit di bibir pucatnya.


"Kamu harus istirahat. Setelah keluar dari Rumah Sakit kamu harus lebih menjaga kondisi kesehatan kamu.Mas minta ke kamu nggak perlu sibuk menyiapkan keperluan mas juga Kevin. Sudah ada bik Atun juga yang siapin keperluan kita semua." ucap Alex pada Najla.


"Kenapa,itu kan sudah jadi tanggung jawabnya aku buat jaga makan minum anak sama suami." ucap Najla merasa dirinya yang bertanggung jawab akan suami dan anaknya.


"Iya mas paham,tapi..please untuk kali ini jangan membatah mas yaa.." ucap Alex dengan nada lembut.


"Tapi...


"Sayang ,benar apa yang di katakan suami kamu.Kamu harus banyak rehat.Jangan capek-capek." potong Puput yang baru saja masuk dalam kamar rawat Najla.


"Tapi mi,aku okey.Sebenarnya dokter bilang apa sama mas.Sampe mas nyuruh aku begini?" tanya Najla dengan menatap wajah suaminya dengan rasa penasaran.


Kevin hanya bisa diam dan hanya bisa mendengar obrolan para orang tua tanpa harus ikut campur dalam perbincangan itu.Numun,saat Najla menanyakan hasil pemeriksaan medis tentang dirinya.Lalu melihat papa dan Oma nya yang memaksa Najla menuruti kemauan mereka, Kevin pun akhirnya penasaran.


"Pah,bunda nggak papa kan pah.Jawab pah,jangan pernah papa sembunyikan keadaan bunda dari Kevin.Kalaupun bunda harus berobat keluar negeri papa harus kasih perawatan yang terbaik.Aku nggak mau terjadi apa-apa sama bunda pah.." ucap Kevin memegang lengan sang papa.


"Kevin,duduklah.Biar papa mu menjelaskan tentang apa yang terjadi pada bunda kamu."ucap Ryan pada sang cucu.


"Tidak bisa begitu Opa ,Kevin khawatir sama bunda.Ayolah pah,bilang sama kita apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Kevin menuntut.


"Kevin ,duduk !" perintah sang Oma seraya Puput pun menarik cucunya untuk duduk di sofa kembali.


"Kata dokter,kamu nggak boleh capek-capek.Karena dari kemarin sepertinya kamu sudah memaksakan diri dan kamu harus badres beberapa hari.Karena di sini ada kehidupan baru sayang..." ucap Alex dengan mata yang sudah terlihat berkaca-kaca.


Mendengar ucapan Alex dan melihat telapak tangan Alex yang pengusap lembut perut yang rata milik Najla mendadak otak Najla langsung blank dan tak bisa berpikir lagi.


"Mak_maksudnya,bunda hamil pah? apa benar bunda hamil?"tanya Kevin dengan nada menuntut.


Alex mengangguk sambil menghapus air mata harunya yang tak bisa lagi dia tahan.

__ADS_1


"Iya, sebentar lagi kamu akan punya adik." ucap Alex pada putranya.


Kevin mendengar penuturan sang papa pun tersenyum lebar.Menatap papanya dengan senyuman miring.Remaja itu bukan remaja yang tidak polos-polos amat.Karena memang di dalam pelajaran biologi yang dia pelajari artinya pembuahan atau pun anatomi tubuh manusia.Dia pun tak menyangka jika papanya seperti kejar setoran sering-sering nembak langsung tekdung tralala.


"Kaka kenapa,kok kamu diem aja.Kamu nggak seneng mau punya adik ya?"tanya Najla dengan wajah yang terlihat sedih.


Kevin mendengar pertanyaan Najla dan melihat sang bunda terlihat sedih rasanya Kevin merasa bersalah.


"Eh..bukan gitu bun,Kevin seneng kok. Seneng banget malahan,selamat ya bun..adek bayik cepet lahir yaa..." ucap Kevin langsung menghampiri sang bunda dan memeluk tubuh Najla.


"Selamat juga buat kakak, sebentar lagi jadi abang." ucap Najla mengusap punggung putra sambungnya itu.


Ehemmm


"Selebrasinya udahan kali,nggak pake lama-lama pelukannya." sindir Alex dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan gaya bossy nya.


"Ya elah, posesif amat sih.."cibir Kevin pada sang papa.


"Siapa yang posesif sih,papa cuma takut kalau kamu peluk-peluknya begitu dedeknya bisa kegencet." ujar Alex.


"Halahhh..alasan,adek bayik nggak bakal kegencet kalau aku sama bunda pelukan begitu,papa lebay bin sompret." ucap Kevin membuat Alex melotot ke arah Kevin.


"Mana kamu tahu dedek bayiknya nggak kegencet, kamu itu kalau di bilangin ngeyel." omel Alex berkacak pinggang menatap sinis putranya.


"Dih,siapa yang ngeyel..papa aja tuh lebay bin sompret." balas Kevin tak terima.


"Dedek besok kalau lahir jangan nyebelin kayak papa yah,nanti bunda pusing karena kamu kayak papa." cibir Kevin.


"Jiahhh..,bocah nggak ada akhlak emang yah kamu..!" ucap Alex dengan menunjuk nunjuk Kevin.


"Aduh dek,besok mendingan kamu lahirnya cewek saja,biar cantik kayak bunda.Kalau cowok nanti yang ada kamu minder sama abang,soalnya ketampanan abang yang tidak bisa di kalahin sama siapapun.Papa aja lewat..." ucap Kevin dengan mengelus perut rata Najla.


"Halahhh..tampan apaan, Pede banget Lo ..!" ejek Alex membuat Najla pusing dengan pertengkaran antara keduanya.


"Mas,Kev,sudah sudah..!" seru Najla dengan suara yang terdengar sedikit meninggi.

__ADS_1


Mendengar suara Najla yang sudah terlihat meninggi akhirnya mereka. berdua pun menghentikan perdebatan mereka.


...****************...


Mendengar berita jika Najla masuk Rumah Sakit dan juga mendengar kabar Najla yang mengandung. Keluarga Najla yang ada di Milan pun akhirnya datang ke Indonesia dan juga Bono serta Widya pun datang ke Rumah Sakit tempat Najla di rawat.


"Selamat ya sayang, kamu sudah berbadan dua.Ingat,jangan sampai terlalu capek.Ada kehidupan lain di perut kamu." ucap Widya pada Najla.


"Iya mah, mama kenapa? kok Najla lihat mama kelihatan sedih ?" tanya Najla pada bibi nya itu.


"Nggak papa sayang,mama cuma ingat dengan Almarhumah.Rasanya mama sangat bahagia mendengar Vania dan juga kamu mengandung." ungkap Widya.


"Mah..sudahlah." ucap Bono mengusap bahu istrinya .


Najla menoleh pada suaminya yang sedang duduk di sofa bersama Kevin.Mereka berdua pun beradu pandang.


Alex tak akan lupa bagaimana dirinya begitu bahagia mendengar Vania mengandung.Apalagi itu adalah pengalaman pertama bagi Vania dan Alex.


"Pokoknya kamu harus jaga calon anak kamu.Jangan kecapean." ucap Oma Maria pada sang cucu.


"Iya Oma,kenapa Oma harus susah-susah kemari.Kalau aku sudah lahiran kan bisa ke Milan." ucap Najla.


"Oma exceted waktu denger kamu hamil.Apalagi cicitnya bertambah lagi." ucap Daniel.


Najla tersenyum mendengar perkataan sepupunya itu.


Setelah beberapa saat berkumpul dan saling bertukar kabar di dalam ruangan Najla,mereka pun akhirnya memilih pulang untuk istirahat.


Saat ini tinggal Najla dan Alex yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Sayang,kamu kenapa jadi pendiem gini.Apa ada yang kamu rasa,sakit atau mungkin kamu perlu sesuatu?" tanya Alex dengan sederet pertanyaan.


Najla pun menggelengkan kepalanya.Melihat reaksi Najla yang terlihat berbeda Alex hanya bisa menghela nafas panjang.


"Mas seneng nggak waktu tahu aku hamil? maksudnya,apa sebahagia waktu dulu,kalau dulu kan pengalaman pertama mas,kalau ini sudah kedua kalinya buat mas,apa masih sebahagia dulu?"

__ADS_1


Pertanyaan Najla yang sudah pasti Alex malas untuk menjawabnya apalagi sudah berkaitan dengan masa lalu.


Bersambung


__ADS_2