Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Joging


__ADS_3

Makan malam hari ini Najla yang sudah di minta ke rumah keluarga Abraham akhirnya dia pun sepulang kerja langsung ke rumah keluarga Abraham.


Makan malam mereka nikmati dengan tenang tanpa ada pembahasan tentang hal serius.


Setelah selesai makan malam, merekapun berkumpul bersama sambil menikmati teh hangat.


"Najla,gimana pekerjaan kamu ?" tanya mami Puput


"Alhamdulillah semua lancar mi,"jawab Najla singkat.


"Nana kita mau bicara hal penting,Nana tahu ?" tanya Ryan Abraham pada gadis yang duduk di hadapannya.


"Nggak om,mama sama papa hanya nyuruh Nana untuk kesini," ujar Najla.


"Kamu panggil istri saya mami,kenapa kamu nggak adil..kalau istri saya kamu panggil mami pastilah pasangannya itu papi.." ujar Ryan dengan nada yang terdengar lucu karena seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Astaghfirullahal'adzim papi,gitu aja di masalahin..Nana itu pasti sungkan sama kamu, apalagi tampang kamu yang menyeramkan." ujar mami Puput.


"Emangnya saya monster yang perlu di takuti.Nana,mulai sekarang kamu harus panggil saya papi titik nggak ada koma !!" seru Ryan mengingatkan Najla.


"Ba_baik Pi.." jawab Najla singkat dengan sedikit terbata.


"Nana,kita mau bahas hal penting soal kamu dan Alex." ucap Ryan.


"Soal Nana sama bang Ale, maksudnya Pi?" tanya Najla mengernyitkan dahinya.


"Iya,kamu pasti sudah di beri tahu papa dan mama kamu soal wasiat Vania untuk kamu dan Alex bisa bersama,jadi..kita ingin tahu apa keputusan kamu?"


"Ke_keputusan aku, maksudnya..Nana sama bang Ale,Pi..maaf jika keputusan yang akan Najla sampaikan pada kalian tidak sesuai keinginan kalian.Nana nggak bisa untuk bersama dengan bang Ale.." ucap Najla dengan menundukkan kepalanya serta memainkan tangannya.


Semua mata tertuju pada Najla ada rasa kecewa dengan keputusan Najla.Mereka merasa sedih mendengar penolakan Najla.


Alex menghela nafas dalam dan beranjak dari tempat duduknya.Pergi dari ruang keluarga, lebih memilih untuk menyendiri di halaman belakang.


"Alex..Alex ..!!" seru papa Ryan namun tidak diindahkan oleh Alex.


Kevin mendengar penolakan Najla menjadi sedih,entah mengapa tiba-tiba dia merasa bersalah dengan papanya juga Najla.


...****************...


"Papa,boleh Kevin duduk di sini?" tanya Kevin dengan mendudukkan dirinya di bangku dekat sang papa.


"Duduklah nak,ada apa kamu kesini,sudah malam kamu perlu istirahat." ucap Alex pada putranya.

__ADS_1


"Pah,apa enaknya sih dengan rokok yang papa his*p itu?" tanya Kevin tanpa peduli ucapan papanya.


"Kenapa,mau belajar untuk ngerokok?" tanya Alex dengan senyum miring.


"Kata orang rokok bisa mengurangi rasa stress kita,apa benar? tapi, menurut penglihatan Kevin,papa bukan stres tapi,putus asa."ucap Kevin.


Alex menoleh kearah sang putra.


"Kenapa kamu bisa ngomong gitu?" tanya Alex sambil menghembuskan asap rokok yang mengepul keluar dari mulut dan hidungnya.


" Papa,sekarang Kevin tanya..papa pengen bunda mau sama papa?" tanya Kevin


Alex mengernyitkan dahinya dan menaikkan kedua bahunya.


" Entahlah." jawab singkat Alex.


"Pah,papa kan pernah jatuh cinta, pernah pacaran ,masa buat luluhin hati bunda papa nggak bisa.Kata orang , wanita itu perlu di perjuangkan.Bunda juga sebenarnya ingin tahu kalau papa benar-benar ingin memperistri dia. Apalagi bunda nggak tahu kalau papa sebenarnya sudah cinta sama bunda juga kan," ucap Kevin.


"Sok tahu kamu,kapan papa bilang cinta sama bunda kamu?"tanya Alex dengan mengulum senyum mendengar ucapan sang putra.


"Bersikaplah gentleman pah,kejar cinta bunda.Kalau memang bunda sudah nggak cinta kayak dulu ke papa otomatis ini saat nya papa untuk membuat bunda cinta lagi ke papa.Tapi,Kevin nggak mau papa sakiti bunda nantinya." ungkap Kevin.


Alex tersenyum manis pada sang putra.


Kevin pun akhirnya mengangguk mengiyakan ucapan sang papa.Kevin sudah memikirkan kelanjutan hubungan papanya dengan sang bunda.Apalagi mendengar jika mendiang mamanya pun memberikan wasiat untuk mereka berdua bersatu.


...****************...


Pagi-pagi di hari minggu sebuah mobil berhenti di depan rumah sederhana milik Najla.


Najla yang kebetulan sudah bersiap untuk joging bersama Brian pun mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang.


Najla terkejut melihat Kevin yang terlihat datang bersama Alex.


"Assalamualaikum," kedua pria beda usia itu mengucap salam di depan pagar rumah Najla.


"Wa'alaikumsalam..kalian, pagi-pagi sudah kesini,ada keperluan apa?" tanya Najla yang memang tidak merasa sudah ada janji dengan mereka berdua.


"Aku janjian sama Kevin buat joging bareng aunty," ucap Brian yang muncul dari dalam rumah.


Najla yang mendengar penuturan keponakannya itu pun melotot kearah Brian.


"Iya aunty,kita sudah janjian dari kemarin.Maaf nggak kasih tahu aunty soal ini." ujar Kevin.

__ADS_1


Najla mengernyitkan dahinya mendengar sebutan yang berubah.


"Kenapa Kevin panggil aku aunty, biasanya juga panggil bunda," batin Najla.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Alex tiba-tiba memecahkan keheningan sementara itu.


"Ah iya aunty maaf,kalau aunty anggap Kevin lancang,karena Kevin ngajak papa joging bersama bareng kita.Nggak papa kan aunty,kalau aunty nggak nyaman Kevin sama papa biar .


"Ehhh .. nggak kok Kev, nggak masalah kok." potong Najla.


"Baiklah kita berangkat." ucap Brian.


Mereka akhirnya mau tak mau masuk ke dalam mobil Alex.Kedua bocah remaja itu pun dengan sengaja buru-buru masuk ke jok belakang.


"Aunty sama om Alex si depan,nggak enak kita bertigaan." ucap Brian.


Najla pun hanya bisa pasrah dengan ucapan Brian.Najla tahu kalau kedua remaja itu seperti nya sudah merencanakan untuk mereka pergi berempat.


Sampai di tempat joging, kebetulan mereka memilih kawasan Senayan untuk joging kali ini.


Keempat nya pun akhirnya joging bersama.Najla memang banyak diam tak banyak omong seperti sebelumnya.Hanya menimpali pertanyaan atau omongan ketiga pria yang bersamanya. Alex pun memperlihatkan keberanian nya mengekspresikan perasaan nya di depan dua remaja itu.Sampai membuat Najla salah tingkah dan malu.


"Sebelum pulang kota sarapan dulu yaa..," ucap Alex.


"Aku mau makan bakso." ucap Najla.


"Nggak,kita makan nasi..bakso bisa nanti siang.Makan bakso sekarang bukan sarapan namanya." ucap Alex melarang Najla untuk makan bakso di jam sarapan.


Mendengar larangan Alex tentu membuat Najla kesal,namun..dia hanya bisa diam dan memanyunkan bibirnya.


"Terus kita makan apa?" tanya Najla dengan nada kesal.


"Astaga..imut amat sih kalau ngambek gitu,"batin Alex


Alex menunjuk salah satu gerobak dengan tulisan bubur ayam di salah satu rmderetan kuliner di area CFD.


" Nggak usah manyun gitu bibirnya,kita makan bakso nanti siang atau malam.Abang anterin.Kita sarapan bubur sekarang." ujar Alex menggandeng tangan Najla dengan tanpa sungkan pada kedua anak remaja yang sudah ngacir duluan di depan mereka.


Melihat tingkah Alex dan Najla kedua remaja itu pun ber_tos ria dengan tanpa sepengetahuan kedua orang yang saat ini saling bergandengan.Lebih tepatnya Alex yang terlihat memaksa Najla untuk mau dia gandeng.


Bersambung


Buat para readers yang sudah ingin Alex Najla menikah,sabar yaa..mungkin memang sedikit lambat alur nya.Namun,Alex lagi berusaha untuk membuat Najla menerimanya bukan karena menjadi cara Alex untuk terapi akan rasa traumanya atau penyakitnya.

__ADS_1


__ADS_2