
Mereka duduk di kursi panjang yang ada di sebelah gerobak tukang bubur itu.
"Kamu buburnya mau komplit nggak Na?" tanya Alex pada Najla.
"Iya,."jawab Najla singkat.
"Biar Kevin aja pah,aunty minumnya mau apa?"tanya Kevin.
"Tumben panggil aunty,biasanya bunda lho.Kenapa,kamu kesambet set*n mana tiba-tiba manggil aunty,aneh tahu nggak,"protes Najla
Kevin tersenyum kikuk mendengar ucapan Najla barusan.
"Kevin takut kalau Kevin panggil bunda nanti takut aunty nggak nyaman." terang Kevin.
"Alasan,sudahlah..kalau memang kamu nggak mau lagi manggil bunda,nggak boleh manggil bunda selamanya."ucap Najla dengan wajah sinis.
"Lha..kok gitu,Kevin nggak mau lah..kalau gitu Kevin panggil bunda lagi." ucap Kevin merasa takut jika Najla tak lagi mengijinkan dia memanggil dirinya dengan sebutan bunda.
"Kelakuan bocah labil," sindir Najla.
"Bundaaaa..!!" rengek Kevin manja.
"Sudah sana pesenin bubur dulu,lapar nih.."ucap Najla muka judesnya.
Kevin dengan cepat menyeret Brian untuk memesan bubur dan memesan minuman untuk mereka.
"Ya Allah Kevin, bocah lucu dan plus ngeselin ." ucap Najla saat melihat di ponakannya itu pergi meninggalkan tempat mereka.
"Mau punya yang lucu dan gemesin nggak?" tanya Alex dengan memandang wajah Najla tanpa lupa menyematkan senyum manis di bibir Alex.
"Siapa juga nggak mau punya anak lucu plus gemesin.Pastinya mau lah..." jawab Najla tanpa ragu.
"Kalau mau kayak gitu bahkan lebih gemesin,nikah dulu sama abang." ucap Alex dengan mengedipkan sebelah matanya pada Najla.
"Hahh,apa nggak ada jalan lain.. setidaknya aku bisa beli di warung atau ditoko gitu..nggak perlu pake nikah-nikahan segala."ujar Najla membuat Alex melotot tak percaya dengan jawaban Najla.
Pletak
satu sentilan mendarat di kening Najla membuat siempunya mengaduh kesakitan karena terkejut.
"Kamu bilang bibit premium aku di jual eceran,kamu ada-ada saja.." ucap Alex dengan mendelik ke arah Najla.
"Iiiihh..abang,sakit tahu..!!" rengek Najla mengusap keningnya.
"Makanya jangan sembarangan ngomong,kamu kira ...bibbbbghh Nn
Najla menutup mulut Alex saat mulai membuka mulutnya lagi ingin adu argumentasi dengan Najla.Alex pun tidak tinggal diam dia pun berusaha melepaskan bekapan tangan Najla.
__ADS_1
"Papa sama bunda lagi ngapain,nggak nyadar di lihatin orang banyak?!"
Ucapan Kevin pun menyadarkan keduanya kalau mereka masih di tempat umum.
Mereka pun akhirnya menghentikan perdebatan konyol mereka dan tak lama pesanan mereka pun datang.
Mereka menikmati bubur ayam versi diaduk dan tidak diaduk,saat Najla ingin protes Brian dengan cepat memberikan isyarat kalau bukan saatnya mereka berantem cuma gara-gara bubur saja.
...****************...
"Jadi,habis ini kita mau kemana nih?' tanya Najla setelah mereka selesai makan bubur.
"Bunda sama papa dulu,aku sama Brian ada urusannya sebentar..bye !!" ucap Kevin dengan berangkulan dengan Brian meninggalkan kedua orang yang kini telah tercipta sedikit kecanggungan.
Jantung Najla masih saja Jedah jedug jika berdekatan dengan Alex.
"Kenapa jantung ku masih Jedah jedeg gini sih,kalau ketemu bang Ale ,nggak mungkin aku masih ada rasa sama dia kan," batin Najla
"Kamu ada rekomendasi untuk kita kunjungi?" tanya Alex pada Najla setelah membayar makanan mereka.
Najla menggeleng gelengkan kepalanya.Terus terang memang dia tak ada referesi untuk tempat yang ingin di kunjungi.
"Bang Ale kan tahu,Nana udah lama nggak di Indonesia.Mana Nana tahu tentang tempat yang oke.." ujar Najla dengan nada juteknya.
Alex beranjak dari tempat duduknya dan membuat Najla bingung,karena Alex tak mengatakan apapun padanya.
Alex menoleh pada Najla dan langsung meraih tangan Najla dan menggandeng nya dengan erat.
"Apa harus pake di gandeng segala,takut ilang yaa?" goda Najla pada Alex
"Itu tahu,nggak akan Abang biarin kamu hilang lagi..kalau sudah hilang susah nyarinya." jawab Alex menggandeng tangan Najla begitu erat.
Mereka jalan santai di antara kerumunan orang yang sedang berburu kuliner bukan oleh raga tepatnya.
" Abang kita mau kemana?" tanya Najla
"Pulang ,kenapa..kamu mau kemana lagi?"tanya Alex melirik Najla yang dia gandeng di samping nya.
"Nggak ada,tadi kan aku bilang..Abang tahu kalau aku baru ke Indonesia lagi sama saja kayak anak baru di kota ini."omel Najla dengan mengerucutkan bibirnya.
"Nggak usah di gituin bibir nya,mau di cium disini?" goda Alex.
Plak..💢
Najla dengan reflek memukul lengan Alex setelah mendengar candaan Alex yang membuat dirinya malu.Karena memang beberapa kali Alex memanfaatkan keadaan dan itu membuat Najla selalu terbuai.
Alex melihat respont Najla yang malu-malu membuat dirinya pun mengingat kegil*annya yang selalu buat dia tidak bisa mengendalikan diri saat bersama Najla.
__ADS_1
Walaupun awalnya Najla tak merespon namun,Alex selalu di buat kecanduan akan hal itu.
Mereka masuk kedalam mobil dan Alex melihat Najla yang belum menggunakan seatbelt pun akhirnya Alex yang memasangnya.
Deg Deg Deg
Debaran jantung keduanya sama-sama berpacu kencang. Apalagi Najla benar-benar di buat spot jantung saat wajah Alex tepat di depannya bahkan Najla tanpa sadar sudah memejamkan matanya.
Alex yang melihat reaksi Najla hanya tersenyum tipis.Sementara Najla tersipu malu meruntuki kebodohannya.
"Astaghfirullahal'adzim..kenapa jadi kebawa suasana sih ,astaga Najla..beg* ..beg* .." batin Najla mengumpati dirinya sendiri.
Alex pun sudah mulai melajukan mobilnya ke arah sebuah Caffe yang ada di sebuah kawasan perkantoran.
"Ngapain kita kesini?" tanya Najla saat menyadari kalau mereka berhenti di sebuah parkiran Caffe.
"Mau berenang Nana,..ya kali...mau nyelem di sini,temani aku kerja sebetar." ucap Alex dengan di selingi dengan gurauan.
"Ngaco, kalau ngomong bikin emosi jiwa saja ," ucap Najla kesal.
Alex tersenyum melihat wajah kesal Najla yang menambah kesan menggemaskan.
Mereka keluar dari dalam mobil dan masuk dalam sebuah Caffe.
"Siang,ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan yang menyambut kedatangan kedua orang itu.
"Reservasi atas nama tuan Budiman," jawab Alex dengan nada datar.
"Mari tuan,ikut saya.." ucap pelayan tersebut.
Alex dan Najla di bawa ke lantai dua restauran tersebut dan kesan pertama saat menapaki lantai dua,mata Najla sontak memandang dengan mata berbinar .Karena memang konsep lantai dua restauran tersebut yaitu garden.
Mereka di arahkan di sebuah meja yang sudah ada dua orang yang duduk di sana.
"Selamat siang tuan Budiman,maaf sedikit telat.." ucap Alex menjabat tangan rekan bisnisnya bernama Budiman.
"Selamat siang tuan Alex,tidak masalah..kami pun baru juga datang." ucap Budiman menanggapi nya dengan ramah
"Oh iya tuan Alex,perkenalkan ini putri saya Zoya.." ucap Budiman mengenalkan sosok wanita cantik tangan ada di sampingnya
"Hemm..,maaf saya tidak terlalu formal hari ini karena hari ini hari libur bagi saya dan ternyata Pak Budiman meminta kita ketemuan dan kebetulan saya sedang dekat daerah sini."ucap Alex
"Oh iya sayang,kenalkan ini rekan bisnis mas..pak Budiman dan Pak Budiman kenalkan ini Najla calon istri saya." sambung Alex lagi mengenalkan sosok wanita yang ada di sampingnya.
Mendengar pengakuan Alex tentu saja Najla dan juga dia orang lainnya disana terkejut.Lagian Alex tidak ada obrolan apapun untuk mengenalkan dirinya pada reka. bisnisnya.
Bersambung
__ADS_1