Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Pengantin Baru


__ADS_3

Kedua mempelai duduk bersebelahan di depan penghulu.Ada saksi Nando dan Daniel.Di depan Alex sudah duduk Bono paman Najla sebagai wali.


"Sudah bisa di mulai?"tanya Penghulu


Alex mengangguk dengan mantap dan yakin,walaupun tak di pungkiri bahwa jantung nya berdebar kencang.Rasa gugup sebenarnya dia rasa namun,dengan keras dia tepis dan berusaha untuk fokus.


"Sudah pak,sudah bisa kita mulai." jawab Alex.


Bono mengulurkan tangannya ke arah Alex dan dengan erat Alex menjabat tangan yang sama.Tangan yang dulu menikahkan nya dengan mendiang istrinya Vania.


Bismillahirrahmanirrahim..


"Alexander Abraham bin Ryan Abraham saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan keponakan saya yang berwalikan saya Najla Maulida binti Farhan Hamid dengan maskawin uang tunai sebesar 1M rupiah dan satu set perhiasan emas seberat 50gram di bayar tunai.."


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Najla Maulida binti Farhan Hamid dengan maskawin nya tersebut tunai.."


"Bagaimana saksi SAH?"


SAH


SAH


"Baarakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakumaa fii Khoir"


Semuanya bernafas lega karena ijab qobul berjalan dengan lancar.


"Silahkan untuk kedua mempelai wanita mencium tangan mempelai pria dan mempelai pria mengecup kening mempelai wanita." ucap sang penghulu.


Dengan sedikit ragu Najla meraih tangan Alex dan menciumnya dengan takzim.Alex pun mengusap kepala Najla dan melafalkan doa.


"Allahumma inni as_aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaihi,wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi."


Alex menatap Najla penuh cinta.Alex tersenyum manis lantas dia pun mengecup kening Najla dengan lembut.Sedikit lama ,serasa ingin menyelami rasa yang saat ini begitu hangat dan nyaman.


"Assalamualaikum nyonya muda Abraham.."


Najla tersenyum mendengar sapaan Alex "Wa'alaikumsalam imamku.."balas Najla dengan senyum malu.


"Ehemmm.. mesra-mesraan nya nanti lagi kali,itu penghulunya sudah nungguin buat minta tanda tangan." ucap Kevin membuat kedua pengantin baru itu malu.

__ADS_1


Acara pernikahan sederhana itu pun berjalan dengan lancar.Setelah selesai dengan acara ijab qobul akhirnya rombongan pengantin itu pun menuju sebuah panti asuhan untuk merayakan hari sakral Alex dan Najla.


Mereka mengadakan pengajian dan syukuran dengan para anak yatim piatu dan juga ada juga orang-orang jompo.


"Na,kalian langsung pulang ke rumah mami yaa.." ucap Puput pada menantunya.


Najla menoleh pada Alex dan mengangguk mengiyakan.


"Iya mih,Brian sama Kevin yaa..soalnya semua keluarga nanti akan menginap di rumah keluarga Abraham." ucap Najla


Sebenarnya Alex ingin membawa Najla langsung ke rumahnya tapi, mereka memutuskan untuk berkumpul di mansion Abraham.


Dari panti asuhan ke mansion Abraham menempuh perjalanan tiga puluh menit.


"Najla kalian langsung istirahat yah,pasti kalian capek karena acara tadi.Alex ,bawa Najla ke kamar kamu yaa.." ucap Puput pada anak dan menantunya.


"Baik mam.." jawab keduanya.


Mereka pun akhirnya melangkah menuju kamar Alax.Najla sedikit ragu melangkah ke arah kamar tidur Alex.


"Apa aku harus tinggal di kamar itu.Bagaimanapun kamar itu...ah nggak nggak nggak.. Astaghfirullahal'adzim.." batin Najla


"Awwhhhssstt...bang Ale kenapa tiba-tiba berhenti sih,jadinya kan aku kepentok !!" protes Najla dengan mengusap keningnya.


"Pletak.."


Alex menyentil kening Najla dengan tangannya membuat Najla mengaduh sakit.


"Iiihhh...kenapa disentil sih,sakit tahu..!!" ucap Najla kesal.


"Makanya kalau jalan jangan sambil melamun.Kita sudah sampai di depan kamar jadinya aku berhenti.Lagi mikirin apa sih,jangan pikir yang aneh-aneh.." ucap Alex dan menggandeng tangan Najla untuk masuk ke kamarnya.


Kesan pertama masuk kedalam kamar Alex,Najla menghirup aroma maskulin yang selalu dia cium dari aroma tubuh Alex.


Najla melangkah ragu, tiba-tiba suasana jadi sedikit canggung.Ada rasa khawatir dalam hati Najla.Dia membayangkan jika Alex akan meminta hak nya malam ini juga.Apalagi mereka ada dikamar yang dulu penuh dengan memori indah bersama Vania.


"A_abang mandi duluan atau gimana ?" tanya Najla tergagap.


Alex pun mengangguk.Najla rasa setelah selesai acara di panti tadi Alex banyak diam.Dalam perjalanan pun tak banyak bicara.Dia bicara hanya menjawab pertanyaan yang Kevin ajukan itupun jawaban singkat.

__ADS_1


Alex masuk dalam kamar mandi sementara Najla membersihkan make up yang ada di wajahnya.Walaupun Najla meminta make up nya tipis tapi,tetap saja dia harus membersihkan nya juga.


Setelah selesai urusan make up Najla pun berusaha membuka resleting pada gaun pengantin nya.Rasanya kesal melanda kala dia kesusahan untuk membuka resleting gaun itu.Dalam hatinya dia mengumpat habis Jelita yang membuat gaunnya susah di buka.


"Aku bantu buka sayang .."


Najla terkejut saat Alex tiba-tiba sudah ada di belakang nya dengan membatu membuka resleting gaun pengantin nya itu.


Saking fokusnya dengan masalah gaun dan sibuk mengumpat Jelita,Najla tak menyadari kalau Alex sudah keluar dari kamar mandi.


Alex menurunkan resleting gaun pengantin itu dan beruntungnya Najla memakai teng top yang menjadi pelapis gaun nya.


"Bang Ale mandi bebek yaa..kok cepet banget sih?"


"Ngapain lama-lama,nanti juga kita mandi lagi ." jawab Alex dengan santainya.


Najla meneguk silvanya dengan susah payah.Dia wanita dewasa tentu tahu apa artinya yang di katakan Alex tadi.


"Sayang,mau apa lagi..sana mandi..atau mau di mandiin?" goda Alex membuat Najla menggeleng cepat dan langsung ngibrit masuk kedalam kamar mandi menutup sedikit keras


Alex melihat tingkah Najla tentunya tertawa terbahak-bahak.Betapa menggemaskannya istrinya itu.


.


.


Najla keluar kamar mandi setelah dua puluh menit dia melakukan ritualnya di kamar mandi. Tidak seperti malam pertama pada umumnya pengantin wanita yang kebanyakan akan memakai lingerie dengan belah*n dada nan se*y.Lain halnya dengan Najla yang mengenakan piyama tidur dengan ukuran longgar.


Saat Najla melihat Alex masih sibuk dengan laptopnya dengan bersandar di kepala ranjang.


Rasanya Najla ingin menghilang ke planet Pluto.Jantungnya berdetak kencang saat keluar dari kamar mandi.Rasanya dia belum siap untuk melakukan kewajiban nya menjadi seorang istri.


Najla melihat Nakas yang kosong belum ada minum dia pun keluar kamar dan mengambil ke dapur.Rumah besar itu serasa sepi.Padahal keluarganya ikut menginap disini namun,suasana nya sunyi senyap.


Najla mengambil minum dan kembali ke kamarnya.


"Sayang,tadi ponsel kamu bunyi.Aku lihat Nunik telepon kamu." ucap Alex pada Najla yang sedang menaruh gelas dan teko diatas nakas.


Tubuh Najla menegang dengan sikap Alex yang sedang memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2