
"Hehh..kau! sepertinya kau itu nggak punya empati atau rasa simpati sama orang yah,sedari pagu kau culik aku,sampe sekarang jangankan minum makan pun kau pelit sekali." ucap Najla yang membuat Irawan kembali tercengang dengan ucapan istri Alex itu,bukannya takut tapi,dia masih bisa bersikap santai.
lrawan berdiri dari duduknya dan melangkah menuju dimana Najla berada.
Dengan jarak yang begitu dekat,lrawan mencondongkan tubuhnya ke arah Najla dan berbicara dengan pelan membuat bulu kuduk Najla meremang.
"Sedari tadi aku lihat kamu banyak bicara perempuan,aku akui kau begitu pemberani sampai-sampai kau tak sadar sudah menantangku." ucap lrawan.
"Gawat dia mulai bosan dengan semua omong kosong ku,aduh gimana ini Tuhan.Tolong aku Tuhan..aku nggak mau terjadi apa-apa dengan calon anakku.Mas Alex,Kevin ,Daniel please help me !" batin Najla terus memohon pada Tuhan supaya Alex bisa menemukan dirinya dengan cepat.
"A_aku nggak nantang,aku cuma lapar.Bagaimana pun aku manusia bukan boneka." ucao Najla yang berusaha untuk bicara setenang mungkin walaupun ada sedikit gugup di hatinya.
" Please,aku ngidam nasi Padang tahu.." ucap Najla dengan wajah yang dia pasang seimut mungkin.
"Ng_ngidam?"tanya lrawan terbata.
Dia mengingat kembali di mana do saat Viana bertemu dengan dirinya untuk terakhir kalinya pun mengatakan jika dia sedang ngidam.
"Ayolah sayang,aku pengen makan di restaurant itu.Kamu tahu kan,aku ngidam..kata orang dulu,kalau wanita hamil merasakan ngidam terus nggak di penihi nanti anaknya ileran,kamu mau apa..kalau anak kita ileran.Alex akhirnya sudah menyerah dan doa akan ajukan gugatan.Nanti kita akan segera menikah kan..."
Ucapan Viana terngiang -ngiang di otak lrawan.Rasa sesak di dadanya membuat dirinya mundur beberapa langkah.
Najla melihat tingkah lrawan yang terlihat tak biasa dia memandang heran pria itu.
" Boss.." tegur salah satu anak buahnya.
lrawan mengangkat tangannya pertanda dia baik-baik saja.
"Kau kenapa,kau sakit?" tanya Najla pelan pada lrawan.
"İya aku sakit,di sini...aku rasa sesak disini !" seru lrawan dengan menekan dadanya.
" Kau harus ikhlas. Hanya itu yang bisa kamu perbuat,untuk membuat hati dan pikiran kamu tenang.Aku yakin,kalau kau melakukan hal itu,pastinya nggak ada rasa sakit lagi." oceh Najla.
__ADS_1
lrawan memandang Najla dan tersenyum miring dan berdiri di depan Najla bertumpu dengan kedua lututnya.
"Kau tahu apa dengan sakit di hatiku,kau nggak pernah merasakan gimana sakitnya kehilangan orang yang kita cintai dan membawa pergi calon anak kita untuk selamanya !!' teriak lrawan.
lrawan memandang dengan jarak dekat wajah tanpa make up itu,dia terlihat polos tanpa make up pundoa sudah terlihat cantik.
"Aku jadi iri dengan kak Vania. Sepupuku itu memang hebat,dia cantik,baik,cerdas,dia juga bisa membuat dua orang pria saling merebutkannya.Kau tahu, sedari kecil aku mengidolakan dia.Sampai saat ini pun kau begitu mencintainya.Aku iri melihat itu." ucap Najla pada Irawan.
"Kenapa harus iri dan kenapa kamu malah menikah dengan mantan suami Vania? sementara kau tahu jika dia yang menjadi penyebab utama Vania meninggal."ucao Irawan.
"Heiii..jangan pernah berfikir Vania meninggal karena suamiku,itu kecelakaan.Saking senengnya ingin cepat bercerai dari suaminya,dia tak sabar untuk sampai cepat di rumah.Kau saat itu baru bertemu dengan dia kan,suamiku tak ada di sana saat kalian dengan leluasa untuk berbuat dosa?'
" Kami saling mencintai !" teriak lrawan.
'Cinta,kau selalu menyalahkan suamiku,tapi..apa kau amnesia jika kau juga sudah menyakiti dua hati.Hato suamiku dan juga hati istrimu.Hati wanita yang suka rela menikah denganmu,menerima mu,walaupun berulang kali kau sakiti secara fisik dan juga batin." ucap Najla dengan sedikit meninggikan suaranya.
Di bagian Alex dan juga Nando ,mereka mendengar apa yang Najla dan lrawan bahas saat ini.Ada rasa sakit di hati Alex mengingat peristiwa itu.Rasanya teramat sakit bagi Alex di posisi itu dulu.
'Lo nggak papa kan?" tanya Nando melihat tingkah sahabatnya itu.
" Sekitar sepuluh menit lagi,kita akan berhenti di tempat yang aman.Orang-orang kita sudah standby di sana." ucap Nando.
"Hemmm.." jawab Alex singkat.
...****************...
"Bisa nggak sih Lo diem Kev,dari tadi Lo mondar mandir kayak setrikaan bikin pusing tahu nggak ,"protes Brian saat melihat sahabatnya yang sedari tadi sibuk mondar mandir di depannya.
"Gue khawatir sama bunda Bri,masa Lo nggak paham sih," jawab Kevin dengan dongkol.
"Lahhh..siapa yang nggak paham sih,gue juga khawatir sama aunty tapi, setidaknya Lo bisa tenang berdoa buat keselamatan mereka." ucap Brian.
" Kenapa mereka lama banget ya Bri.." ucap Kevin.
__ADS_1
" Kalau mau cepet pake burok kesananya." jawab Brian.
CK..
Kevin hanya berdecak mendengar jawaban sepupunya itu.
...----------------...
Brakk
Brakk
Brakk
Dobrakan pintu membuat perhatian orang-orang yang ada di sana teralihkan.
Semua mengambil posisi siaga.Terlihat lrawan duduk di kursi dekat dengan Najla yang masih dalam keadaan terikat.
Kali ini Najla hanya di ikat dan mulutnya di tutup dengan kain.
Prok prok prok
"Wooww... selamat datang tuan Alexander Abraham yang terhormat, akhirnya kita bertemu kembali ..hahaha.." ucap lrawan yang melihat Alex datang dengan tiga orang.
"Lepasin Najla,dia tidak salah apapun sama Lo.Urusan lo hanya sama gue !" ucap Alex menayap nyalang ke arah lrawan.
"Wahhh,kamu memang benar -.benar sayang sekali dengan dia.Tidak seperti dulu kamu memperlakukan Vania begitu buruk." ucap lrawan dengan senyum mengejek.
"Hahahaha..atas dasar apa kamu bilang kalau aku tidak sayang dengan Vania,aku mencintai Vania sangat mencintainnya.Sayang sesayang sayangnya.Saking sayangnya dan saking cintanya aku dengan Vania kemauannya selalu aku turuti.Dari setelah melahirkanpun dia bersikeras untuk tetap mengelola bisnis keluarganya aku mengijinkan.Anak kami sampai harusdi urus oleh mama ku juga baby sitter karena kami berdua sibuk dengan urusan kami.Saking percayanya aku pada Vania sampai aku tak sadar kalau aku sudah di khianati olehnya dengan kamu,miris bukan?
Alex terlihat merubah wajahnya yang saat ini terlihat sendu.
"Kalian begitu menikmati jalinan cinta haram kalian itu,karena kalian tidak bisa bersyukur,terus terang aku merasa bersalah karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan tapi,mana mungkin aku bisa menolak jika ada peluang di depan mata.Aku sungguh sangat kecewa dan marah dengan kelelahan ku mencari nafkah untuk masa depan anakku di balas dengan pengkhianatan yang begitu kejam.Sekali aku maafkan karena aku juga salah,tapi..kenapa aku harus capek-capek berubah tapi,kalian tidak.Malah lebih parahnya kalian malah menanam benih haram di rahim Vania,bod*h !!"
__ADS_1
Bersambung