
Ha..ha..ha
Tawa Irawan menggelegar di ruangan remang-remang di sebuah bengkel bekas yang ada di sebuah tempat di pinggiran kota.
"Eeeemmmhhh.."
Irawan menoleh pada sumber suara yang terdengar begitu samar.Dia melangkah ke arah dimana seorang perempuan duduk dengan tangan dan kakinya terikat,mulut di lakban,serta mata di tutup dengan kain hitam.
"Buka!" terdengar perintah dari Irawan pada anak buahnya untuk membuka penutup mata dan juga lakban yang menutupi mulut perempuan yang tak lain adalah Najla.
Bratttt...
"Aaaa.." pekik Najla saat merasa sakit di bagian mulutnya karena sesi melepas lakban oleh anak buah Irawan.
Pandangan Najla masih buram karena lama mata Najla di tutup.
"Siapa kalian ?!" sentak Najla saat melihat sekelilingnya banyak orang-orang yang sama sekali tidak dia kenal.
"Selamat datang di istana kematian mu nyonya muda Abraham..hahaha," ucap Irawan dengan tawa yang menggema di ruangan itu.
"Lepaskan saya,kalian semua bisanya keroyokan,banc* !!" umpat Najla.
Bukannya takut karena ternyata dia di culik,tapi..sebaliknya Najla langsung menyerang Irwan di ulu hatinya.
"Heiii...berani kamu ngomong sama saya ,hah !!"bentak Irawan menuding Najla dengan menatapnya dengan tatapan tajam.
"Buat apa saya takut,kamu hanya laki-laki ban*i yang bisanya menyerang lawan dengan tak tik murahan.Kalau kamu gentle hadapi musuh kamu dengan satu lawan satu.Lagian,apa untungnya kamu culik saya sih ?"
Irawan yang mendengar ucapan Najla tentu saja sangat geram,apalagi Najla seperti mengejeknya.
"Sia*an ini perempuan,bukannya takut..malah bikin gue kesel denger omongannya."batin Irawan
Irawan sangka jika istri Alex yang sekarang adalah perempuan manja dan pastinya penakut.Apalagi setelah dia tahu jika dirinya jadi korban penculikan.
"Banyak bac*t Lo yah!!" sentak Irawan yang tak tahan dengan Najla yang sedang menggerutu mengejeknya.
"Ya Allah,gue harus buat sesantai mungkin.Agar mereka mengira aku nggak takut dengan mereka.Kalau aku menampakkan rasa takut pada mereka,pastinya mereka akan semakin membuat aku khawatir dan takut.Setidaknya aku harus melindungi calon anak ku."batin Najla.
Terus terang dia sebenarnya merasa takut.Dia merasa takut kalau mereka akan melukai calon anaknya.Apalagi mengingat cerita dimana Vania meninggal dengan keadaan hamil anak hasil hubungan gelap mereka.
__ADS_1
...****************...
Sementara itu di rumah Alex,saat ini dia sedang merasa kesal pada dirinya sendiri.Kenapa dia tidak memberikan alat pelacak untuk istrinya.Dia hanya memberikannya untuk Kevin namun,dia kecolongan kenapa harus Najla yang menjadi target mereka.
Drrrttt Drrrrrttt
📞 Daddy calling..
Ponsel Brian tiba-tiba saja berdering.Ternyata Daniel menghubungi Brian.Mungkin dia juga khawatir dengan keadaan Najla.Karena Brian sempat mengabarkan bahwa Najla di culik.
"Daddy ," gumam Brian tanpa menunggu lama dia mengangkat panggilan itu.
"Hallo dad.." ucap Brian saat panggilan Daniel dia angkat.
"Ada perkembangan tentang aunty kamu nggak Bri?" tanya Daniel.
" Tadi penculiknya sempat telpon om Alex sih dad."
"Lalu apa yang mereka mau?"tanya Daniel penasaran.
"Bri nggak tahu dad,lebih baik daddy tanya om Alex." usul Brian.
"Bri loud speaker ya dad?"tanya Brian meminta persetujuan.
Brian pun akhirnya mengalihkan mode panggilan pada ponselnya.
"Ya..Niel,ada apa?" tanya Alex setelah Brian sempat memberi tahu Alex jika daddynya ingin bicara.
Walaupun serasa enggan untuk sekedar basa-basi Alex tetap harus melakukan itu demi kata persaudaraan.
"Apa yang di minta si penculik Lex? kalau aku bisa bantu akan aku bantu." ucap Daniel.
"Dia hanya ingin membalas dendam padaku Niel,jadi..."
Alexpun dengan secara singkat menerangkan tentang masa lalunya yang menyebabkan Najla di culik.
"Jadi begitu,ah..iya..apa Najla masih pakai cincin permata biru Lex?" tanya Daniel ketika mengingat sesuatu.
"I_iya dia pakai,aku rasa dia nggak pernah melepas dari jarinya.Kenapa memangnya Niel?" tanya Alex di buat penasaran.
__ADS_1
" Aku ingat,dulu karena dia tinggal jauh dari keluarga,Oma nyuruh aku memodifikasi cincin permata biru dari Oma.Aku taruh chip pelacak di cincin itu,semoga saja masih berfungsi dan chip pelacak itu bisa menangkap audio suara.Coba aku cek sebentar Lex.."
"Serius kamu Niel,kalau benar Alhamdulillah..aku memang belum sempat memberikan jam tangan yang juga aku taruh pelacak untuk Najla,baru Kevin yang aku kasih.Itu kecerobohan ku Niel.." ungkap Alex penuh dengan rasa bersalah.
"Sudahlah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri Lex,manusia wajar ada lupanya.Yang jelas jangan keseringan lupa yang ada gil* nanti." oceh Daniel sedikit mencairkan suasana.
Semua orang yang ada di rumah Alex pun mendengar penjelasan Daniel merasa sedikit lega,yang mereka pikirkan semoga chip itu masih berfungsi.
"Lex , Alhamdulillah..chipnya masih fungsi.Aku kirim ke surel kamu..kita pantau dulu,jangan sembarangan melangkah."ucap Daniel.
" Oke Niel, Alhamdulillah kalau gitu.Aku ambil laptop aku dulu." ucap Alex.
Alex terlihat sedikit berlari menuju ruang kerjanya untuk mengambil laptopnya.
Beberapa saat mengutak atik laptopnya dia tersenyum tipis.
"Niel,bisa kelacak Niel..mereka membawa Najla lumayan jauh dari Jakarta.Sepetinya di pinggiran kota Niel."jelas Alex.
Alex dan Daniel sama-sama memantau perkembangan di TKP dan Nando pun bersiap untuk mempersiapkan diri dengan para anggotanya.
Mereka memantau suasana di markas Irawan.Mereka pun mendengar ucapan yang di lontarkan Najla pada Irawan.
Mereka mendengar ucapan Najla tentu membuat mereka tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan Najla yang benar-benar membuat mereka sedikit lega.
"Gue bilang apa,aunty itu..orang kuat.Ajaib tingkahnya..kita disini khawatir sama keadaan dia.Disana dia malah bully Irawan.Pastinya penculik itu di buat kesal sama ucapan aunty." ucap Brian.
"Benar kata Lo Bri,bunda gue emang nggak ada duanya." balas Kevin.
"Syukurlah kamu bisa handle keadaan disana sayang,aku yakin kamu pasti takut..namun,sebisa mungkin kamu berusaha kuat buat kamu dan baby yang ada di dalam rahim mu.Pasti Irawan nggak sangka istriku begitu nyebelinnya kalau mode bully nya kumat."batin Alex.
Tak beda dengan Alex dan Kevin.Papi Ryan dan juga mami Puput pun sedikit merasa lega mendengar suara menantunya yang terdengar baik-baik saja.
Nando dan Alex serta anggota gengnya siap untuk ke lokasi di mana Najla di bawa.
"Hati-hati Lex,jangan biarkan Najla terluka.Mami nggak mau menantu mami kenapa-kenapa." ucap mami Puput pada putranya.
"Iya mi,doakan kita yaa ...Alex sama Nando berangkat.Kevin,semua harus tetap waspada.Takutnya anak buah mereka masih memata-matai kita.ucap Alex
Setelah berpamitan dan membuat taktik pengelabuan untuk lawan Alex dan Nando mulai bergerak tanpa mengundang kecurigaan sekitar mereka.
__ADS_1
Bersambung