Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Kehidupan Baru


__ADS_3

ppHari-hari berlalu begitu cepat.Alex tiga hari cutinya sudah berakhir begitupun dengan Najla.


Pagi ini Najla seperti ibu rumah tangga pada umumnya sedang sibuk dengan urusan menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk mereka bawa bekerja dan juga Kevin sekolah.


Setelah satu jam berkutat dengan peralatan dapurnya.Setelah itu dia melangkah ke kamarnya untuk membersihkan dirinya lebih dulu.Setelah itu, dia membangunkan Alex yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Mas,bangun yuk..sudah siang." ucap Najla dengan membuka jendela tirai kamarnya dan juga jendelanya.


Alex yang masih bergeming tak ada reaksi apapun dari pria itu.Najla menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Mas,ayolah..sudah siang nih ..!" ucap Najla lagi dengan menyibakkan selimut tebal yang menutupi tubuh suaminya.


"Emmm.. morning kiss dulu dong Bun," ucap Alex dengan mata yang masih terpejam dan suara khas orang bangun tidur.


"Ck,modus !" protes Najla yang tahu kalau itu cuma akal-akalan suaminya saja.


"Please Bun, sedikit saja.Nggak ada orang yang lihat kok." bujuk Alex.


Najla pun membungkuk kan sedikit tubuhnya dan siap menci*m pipi Alex. Namun,Alex yang jahil pun akhirnya menarik pinggang istrinya itu membuat tubuh Najla pun terjatuh ke atas tubuh Alex.


Tak hanya itu Alex pun mengambil kesempatan untuk meraup bibir merah alami milik Najla.Pria dewasa itu ******* bermain sebentar di bibir istrinya itu.


Najla yang mendapatkan perlakuan yang tidak pernah terduga dari suaminya hanya bisa pasrah dan merasakan sensasu seperti sengatan listrik yang menjalar ke seluruh tubuhnya.Hanya beberapa detik Alex melakukan hal itu dan langsung melepaskan pagutan bibi*mereka dan dengan ibu jari nya yang bergerak menyapu bibir Najla yang basah karena ulahnya.


Najla mehirup udara dengan banyak banyak untuk mengembangkan kesadaran jiwa nya yang oleng karena ulah Alex.Apalagi debaran jantungnya berdetak kencang karena ulah Alex.


"Mas,mesum !!" umpat Najla dengan berajak dari atas tubuh Alex dengan susah payah.


Setelah berhasil berdiri Najla pun keluar dari kamarnya dengan wajah yang bersemu merah karena merasa malu.


Sedangkan Alex yang melihat wajah Najla yang sedang malu malah tertawa karena melihat istrinya itu begitu menggemaskan.

__ADS_1


Najla menggerutu menuju kamar Kevin.Betapa malunya dia saat mengingat jika dirinya begitu menikmati saat berciu*an dengan Alex.


"Ihh..kenapa beg* banget kamu Najla,kenapa selalu saja terbawa suasana saat kamu sama Alex gitu..iihh,sial jantung ku ini kenapa derdebar-debar gini." gumam Najla sampai dia menghentikan langkahnya di depan kamar Kevin.


Najla pun membangunkan Kevin.Untung saja Kevin dengan mudah dia bangunkan.Tidak seperti anak sekolah pada umumnya yang kadang susah untuk di bangunkan.


.


.


.


Najla dan juga Alex yang baru saja memulai harinya untuk bekerja kembali setelah tiga hari mereka mengambil cuti.


"Dokter Najlaaa !!" seru Nunik yang melihat Najla yang masuk ke lobby Rumah Sakit.


Nunik mendekati Najla dan mereka saling berpelukan.


"Akhirnya,dokter masuk juga."ucap Nunik menyambut gembira Najla.


"Alhamdulillah selama dokter tidak praktek langsung Dokter Thomas yang handle dan sejauh ini nggak ada masalah." terang Nunik .


"Alhamdulillah kalau gitu,yuk..!" ucap Najla mengajak patner kerjanya ke ruang prakteknya.


****************


Sementara di sekolah Kevin dan Brian mereka sedang menikmati bekal yang di siapkan Najla untuk dua kesayanganya.Di jam kosong mereka gunakan untuk tetap di kelas dengan menikmati makanan yang di bawakan oleh Najla.


"Kalau gini caranya kita harus gym nih," ucap Brian pada Kevin.


"Kenapa?" tanya Kevin santai.

__ADS_1


"Lo lihat saja,setiap hari kita di kasih bekal makanan enak-enak sama aunty Najla,apalagi kalau di rumah suka buat camilan yang super bikin makan dan makan lagi.Makanya waktu di Milan,kalau aunty Najla cuti kita selalu di masakin makanan yang benar-benar membuat timbangan kita nambah.Apalagi sekarang, scedule aunty Najla nggak seekstrim waktu aunty di Amerika." ungkap Brian sambil mengunyah shushi kesukaannya.


"Lo tahu nggak ,dulu bunda gue punya cowok nggak di Amerika?" tanya Kevin penasaran.


"Aunty Najla itu nggak pernah pacaran.Bukannya dia nggak laku,cuma memang aunty Najla orangnya dingin juga tegas.Nggak kayak sekarang,dia sudah banyak berubah. Senyumannya itu sudah full.Nggak kayak dulu yang super kaku.Lo tahu nggak,aunty Najla itu bucin sama bokap Lo sejak dia SMP." ucap Brian santai.


Mendengar ucapan Brian,Kevin menghentikan suapannya dan dia beralih menoleh ke arah Brian.


"Lo serius,tahu dari mana Lo?" tanya Kevin meletakkan sendok yang dia pegang.


"Itu sudah jadi rahasia umum di keluarga gue.Aunty Najla itu,awalnya tinggal sama keluarga mama Lo,terus mama Lo pacaran sama bokap lo, tapi..aunty Najla yang masih SMP udah suka sama om Alex.Saat Om Alex bertunangan sama mama Lo,aunty Najla mutusin buat tinggal sama Oma Maria ,Oma gue.Awalnya...


Brian menceritakan tentang sejarah yang dia tahu tentang percintaan aunty tersayang nya itu.Kevin yang mendengar penuturan Brian hanya diam dan mulai berpikir jika mamanya sudah tahu perasaan Najla dari dulu dan mamanya pernah bilang kalau dia rindu dengan adiknya dan meminta Kevin memanggil bunda pada Najla.Awalnya Kevin bingung namun,Vania memberikan foto seorang perempuan muda yang berfoti dengan mamanya.


Wajah Najla memang tidak begitu sama seperti saat ini karena memang foto itu diambil saat di acara pertunangan mamanya menurut cerita sang mama.


Walaupun Kevin waktu itu masih ragu memanggil Najla dengan sebutan bunda karena pertama kalinya Kevin bertemu dengan Najla memang wajahnya pun sudah berbeda tak seperti dulu yang masih terlihat bocah.Namun,saat melihat Name tag Najla Maulida itu mengingatkan dirinya dengan nama perempuan yang harus Kevin panggil bunda.


Benar saja ternyata instingnya benar,jika wanita yang pertama dia sebut bunda itu..adalah adik sepupu sang mama.


"Kev,Kevin..!!" seru Brian menepuk bahu Kevin yang sedang melamun.


"Eh..iya ,ada apa ?"tanya Kevin terkejut.


"Lo nggak papa kan, maksudnya..Lo nggak benci sama aunty Najla kan?" tanya Brian pada Kevin dengan wajah khawatir dengan auntinya.


"Kenapa gue harus benci sama bunda ,karena dialah papa sekarang lebih perhatian sama gue.Bunda juga sangat sayang sama gue.Walaupun nanti mereka punya anak pun gue pasti sayang sama anak mereka.Bagaimana pun anak mereka adalah adik gue Bri." ucap Kevin dengan tersenyum manis pada Brian.


"Gue jadi ngeri kalau liat Lo senyum gitu njir.." ucap Brian seolah dia takut dengan Kevin yang seperti up normal.


"Hahahaha.."

__ADS_1


Tawa Kevinpun pecah karena melihat tingkah sepupunya yang benar-benar bisa buat dia nyaman dalam berteman.


Bersambung


__ADS_2