Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
Penculikan


__ADS_3

Setelah mendapatkan telpon dari bi Tun,tanpa berpikir panjang Kevin lari ke dalam kelasnya dan mengambil tasnya yang masih ada di kelas.


Brian dan Jasmine pun menyusul Kevin yang tiba-tiba pergi meninggalkan mereka tanpa ada kata-kata apapun terucap dari mulut Kevin.


Saat Brian akan masuk ke dalam kelas ,tepat Kevin pun akan keluar jadi,Brian dengan cepat menghentikan langkah sahabatnya itu.


"Kev,Lo kenapa ? apa yang terjadi?" tanya Brian penasaran kenapa sahabatnya itu terlihat panik.


"Bunda di culik." jawab Kevin singkat namun membuat Brian dan Jasmine terkejut.


"Awas,gue mau balik !' seru Kevin menyingkirkan Brian dan Jasmine yang ada di ambang pintu menghadangnya.


"Tu_tunggu gue !!" teriak Brian dan menyambar tasnya yang ada di kelas itu juga.


"Terus gue gimana?" tanya Jasmine dengan bingung.


"Lo tetep sekolah,nanti Lo bisa kerumah Kevin,kita minta salinan pelajaran hari ini." ucap Brian.


"Okelah,kalian hati-hati semoga tante Najla tidak apa-apa." ucap Jasmine dengan sedikit berteriak.


Kevin dan Brian langsung naik ke mobil Brian dan langsung pergi meninggalkan sekolah mereka.Entah nanti hukuman apa yang akan mereka terima.Mereka benar-benar tak peduli dengan hal lain kecuali kabar keadaan Najla.


Brian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.Bagaimanapun cueknya dia,tak bisa diukur sayangnya dia pada aunty satu-satunya itu.Sedari kecil mengenal saudara daddy nya itu,adalah wanita yang mandiri dan tangguh.


Walaupun Oma Maria memberikan segalanya namun,Najla bukanlah orang yang cuma terima enaknya saja.Dia berusaha untuk menjadi yang terbaik dengan usahanya sendiri.Walaupun memang keluarga mereka tak menuntut Najla menjadi nomer satu namun,tekadnya selalu membuat dirinya nomer satu di dalam pendidikan.


Setelah kurang lebih dua puluh menit mereka sampai di depan rumah Alex.Disana sudah ada Ryan dan Puput dan juga Alex pun sudah ada di rumah bersama Nando.


"Pah,mama gimana?" tanya Kevin saat masuk kedalam rumah mereka.


"Kev,Bri,kalian sudah pulang jam segini?" tanya Alex tak mengindahkan pertanyaan sang putra.


"Kita bolos Om,"

__ADS_1


"Kita bolos pah."


Jawaban kedua remaja itu hampir bersamaan membuat Alex menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


Kevin melihat Omanya sedang duduk dengan bi Tun.Mereka berdua terlihat menangis.


"Najla,kenapa harus dia yang di culik.Kenaoa bukan mami saja.Mami rela berkorban asal anak keturunan ku jangan sampai terluka." ucap mami Puput yang masih terisak.


"Maafkan saya nyonya,saya tidak bisa melindungi non Najla." ucap bi Tun merasa bersalah karena telah lalai menjaga Najla.


"Kenapa bisa kecolongan begini Do,kenapa harus Najla.Dia sedang hamil Do,aku takut dia kenapa-kenapa.Aku nggak sanggup kalau harus kehilangan dia lagi Do !!"


Alex terlihat sangat emosi dengan apa yang terjadi saat ini.Dia sudah menempatkan orang-orang yang mengawasi rumah mereka.Namun,kenapa sampai kecolongan.


"Sabar bro,kita harus berpikir tenang.Jangan sampai musuh kita senang melihat kita begini." ucap Nando memberikan pengertian pada sahabatnya itu.


"Kalian kenapa bisa lengah,kenapa kalian bisa seceroboh ini !!" bentak Alex pada dua orang yang merupakan bodyguard yang menjaga rumah milik Alex.


"Sebenarnya gimana kronologi nya bik?" tanya Kevin yang belum tahu kenapa bundanya bisa diculik.


"Non Najla tadi sempat mengirim bunga di depan dan melihat ada tukang rujak bebek.Dia bilang pengen beli rujak sebentar.Bibi sudah mau keluar ke buat beli,tapi..non Najla suruh bibi ambil piring buat tempat rujaknya.Terus saat keluar rumah pak Karyo sudah berantem sama tukang rujak itu.Bibi sudah nggak lihat non Najla disana,ada mobil yang membawa non Najla saat bibi lihat dan kejar itu mobil sudah tidak bisa dikejar.


Katanya portal depan saja satpamnya sampai di pukul karena tidak mau membuka gerbang." ungkap bi Tun.


"Lalu tukang rujaknya gimana?" tanya Brian.


"Tukang rujaknya menyemprotkan cairan pembius sama pak Karyo dan bibi den." jawab Bi Tun.


...----------------...


Semuanya menunggu kabar Najla dengan cemas.Tak mungkin Alex melaporkan langsung karena belum ada 24jam.Dia sudah menerka siapa dalang di balik kejadian ini.


Sekarang mereka sedang menunggu kemunculan tersangka utama yang sedang bermain-main dengan keluarga Abraham.

__ADS_1


Drrrttt Drrrrrttt


📞08*****


Ponsel Alex berdering dan menampakkan nomer asing di ponselnya itu.


Dengan perlahan dan berusaha tenang dia mengangkat sambungante telpon itu.


"Hallo.." ucap Alex saat menjawab telponnya.


"Hallo tuan Alexander Abraham yang terhormat,apa kabarnya hari ini?" ucap orang yang ada di sebrang sana dengan kekehan yang membuat Alex mengeraskan rahangnya menahan emosinya.


"Bang*at,dimana istriku !!" umpat Alex mengeratkan giginya menekan rasa emosi dalam dadanya.


"Sssttt..sabar,jangan emosi begitu tuan Alex,hahahaha.."


Suara tawa yang membuat orang-orang yang ada di dalam ruangan itu terasa geram.Alex sengaja membuat mode loud speaker ponselnya jadi semua orang yang ada di dalam ruangan itu jelas mendengar ucapan si penelpon yang tak lain adalah Irawan musuh bebuyutan Alex.


"Dimana Najla,jangan pernah berfikir kamu bisa melukai istriku Irawan,dia tak ada sangkut pautnya dengan masalah kita !" ucap Alex pada Irawan.


"Memanglah dia tak ada sangkut pautnya dengan masalah kita tapi,dia sedang mengandung calon anak mu Alex,apa kau lupa kalau Vania yang sedang mengandung anakku yang sudah lama aku idamkan dia harus pergi selamanya.Semua itu karena kamu Alex !!"ungkap Irawan dengan suara yang sudah mulai meninggi.


"Itu karena kecerobohan kamu Irawan,kenapa kau begitu saja membiarkan Vania pergi sendiri.Karena aku tidak pernah berpikir untuk melenyapkan dia.Walau bagaimanapun dia juga ibu dari anakku Kevin,aku hanya benci dan sakit hati atas pengkhianatan kalian.Vania dan kau sudah melanggar perjanjian yang kita buat.Percuma aku memberikan dia kesempatan demi Kevin anakku tapi,nyatanya dia masih berhubungan denganmu di belakangku sampai -sampai dia hamil dan itu buat aku tidak akan lupa dengan apa yang kamu lakukan pada ku juga anakku."ungkap Alex


"Akar dari semuanya itu dari mu Alex.Aku cuma ingin kau merasakan apa yang aku rasakan waktu itu.Rasanya ingin sekali aku melihat bagaimana rasanya menjadi seorang yang sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkan nyawa orang yang kita cintai.. hahaha.."


Tut..Tut..tuttttt..


"Hallo..hallo..Irawan..bang*at !!"


Sambungan telepon itu tiba-tiba terputus secara sepihak.Mendengar ucapan Irawan barusan membuat hati Alex dirundung rasa khawatir yang begitu besar.Dia tak ingin lagi kehilangan Najla apalagi saat ini Najla sedang mengandung anaknya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2