
Notifikasi pesan dari Brian yang menanyakan keadaan Kevin membuat hati Najla bertanya-tanya ada apakah dengan anak sambungnya itu?
"Non,non Najla..non.."panggil bi Tun menepuk bahu Najla yang sibuk melamun.
"Astaghfirullahal'adzim..bibi,
ngagetin Nana saja.Ada apa bi?" tanya Najla memandang wajah pembantunya yang terlihat bersalah.
"Maaf non Nana,habisnya bibi sudah panggil non dari tadi,nggak ada sahutan.Jadi bibi tepuk saja si non.Den Kevin kenapa non?"
Najla menghela nafas panjang memandang lantai atas sekilas.
"Nana juga nggak tahu kenapa Kevin bisa begitu,Brian saja nanyain ke Nana bi,lebih baik kita jangan ganggu dia dulu.Nana takut dia semakin tertutup sama kita."
Bik Tun pun mengangguk mengiyakan ucapan nona mudanya.
"Lalu,bibi nggak perlu nyuruh den Kevin buat makan non,tapi..kalau dia kelaparan gimana?"
"Nggak usah dulu,biar dia tenang dulu.Nanti kalau dia lapar pasti turun kok bi,kalau sampai nanti malam dia nggak turun,nanti saya akan coba bicara lagi sama dia." ucap Najla.
"Baik non,bibi ke dapur dulu kalau gitu." pamit bi Tun.
"Iya bi." jawab Najla singkat.
Sampai makan malam tiba,Kevin tidak terlihat bergabung dengan papa dan bundanya.
"Sayang,Kevin kemana? kok tumben dia belum gabung sama kita?" tanya Alex dengan menerima piring yang di sodorkan sang istri.
"Katanya ada tugas mas,biar nanti Nana yang anterin ke kamarnya langsung." ucap Najla menutupi apa yang terjadi tadi siang.
"Oke,dia nggak papa kan ?"tanya Alex memastikan.
Najla hanya menggeleng gelengkan kepalanya."Maaf mas,aku belum bisa cerita sama kamu soal kejadian tadi siang,aku akan cari tahu dulu ada apa dengan anak itu." batin Najla
Makan malam keduanya saling diam dalam keheningan.Biasanya akan ada Kevin yang selalu membuat rusuh karena selalu membuat papanya terprovokasi.
Setelah makan malam Alex seperti biasa harus menyelesaikan pekerjaan nya di ruang kerjanya.
Hal itu di manfaatkan Najla untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi pada Kevin hari ini.
__ADS_1
Tok tok tok
"Kevin,nak..ini bunda.Bisa buka pintunya nak..!" ucap Najla berdiri di depan kamar Kevin dengan membawa nampan berisi makanan untuknya.
Ceklek..
Pintu kamar Kevin pun akhirnya terbuka. Dia menatap wajah Kevin yang terlihat murung.Serta dia pun melihat sekeliling kamar anak itu yang terlihat berantakan.
"Kenapa bun?" tanya Kevin dengan nada lesu.
"Kamu makan dulu yaa..kalau mau ngamuk atau pun semacamnya,harus punya tenaga juga kan..?"
"Isttt..bunda, nggak marah gitu kalau anaknya ngamuk terus?"
Najla masuk ke dalam kamar Kevin dengan membawa nampan yang ada di tangannya dan dia letakkan di atas meja belajar putranya.Lalu dia pun duduk di pinggiran tempat tidur.
"Tergantung alasannya dong,makanya kalau bisa berbagilah dengan bunda.Setidaknya ada yang mendengarkan saja Insyaallah buat hati kamu lebih lega.Kalaupun ada solusi atau sarang Alhamdulillah."
"Kevin benci Bun,Kevin...Kevin ketemu sama orang yang buat mama terjerumus dalam Zina." ucap Kevin lirih.
Namun,ucapan Kevin bukan tak Najla dengar.Tapi, masih terdengar jelas apa yang Kevin bicarakan.
Tanpa basa basi Kevin langsung memeluk wanita yang saat ini sudah menjadi ibu sambungnya itu.
"Sebaiknya kamu makan dulu, setelah itu kamu bisa cerita lagi sama bunda.Soal apa yang kamu pikirkan.Jangan buat bunda khawatir nak, sekarang ada bunda yang siap untuk mendengar cerita kamu.Jadi,kendalikan emosi kamu..makan dulu yaa.." ucap Najla membujuk Kevin.
"Siapin Bun.." ucap Kevin.
"Haisstttt..mau jadi Abang,tetep saja manja.Tapi, nggak papa buat pangeran bunda,pasti bunda lakukan."
Mereka berdua tertawa karena memang keduanya tak bisa lama-lama untuk tidak bertegur sama satu sama lain dalam waktu lama.
Setelah selesai makan Kevin pun akhirnya menceritakan tentang apa yang dia lihat di Mall.
"Jadi, kamu yakin laki-laki itu adalah..maaf selingkuhan mama kamu? kenapa kamu yakin nak,bahkan kamu belum pernah bertemu sama orang itu?"
"Aku lihat sebuah foto yang tercecer diatara dokumen yang berserakan.Kevin jelas-jelas lihat foto itu foto mama sama laki-laki itu.Foto itu sangat mesra." ungkap Kevin dengan wajah sendu.
Najla menghembuskan nafas kasar dan menepuk bahu putranya.
__ADS_1
"Nak,apapun yang terjadi di dunia ini sudah ada jalan hidup kita masing-masing.Ikhlaskan apa yang sudah terjadi di masa lalu.Jadikan semua yang buruk menjadi pelajaran dan juga pengalaman.Dengan itu kita bisa memperbaiki diri kita lebih baik lagi." ucap Najla
"Aku takut dia dendam sama papa Bun.." ucap Kevin membuat Najla mengernyitkan dahinya.
Dendam..
Najla harus menanyakan semuanya pada Alex.Namun,dia pun harus hati-hati dalam menanyakan hal yang sangat sensitif bagi Alex.Karena bagaimana pun juga itu salah satu pengalaman buruk bagi Alex.
Najla akhirnya meminta pada Kevin untuk tidak memikirkan tentang kejadian yang membuat dirinya sangat begitu kesal.Karena dia yang dulu masih kecil dan tahu apa-apa kini dia sudah remaja dan pastinya dia akan paham dengan apa yang terjadi di masalalu orang tuanya.
...****************...
"Mas,boleh aku nanya sesuatu ke kamu.Tapi, ini sangat sensitif buat kamu." ucap Najla saat dirinya dan Alex sudah ada di atas tempat tidur mereka.
Alex yang tadinya sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya dia pun kembali mendudukkan dirinya bersandar di kepala ranjang dan menatap istrinya dengan senyuman.
"Ada apa sih,tumben kamu nggak langsung nanya malah sampe minta ijin.Soal apa sih?" tanya Alex jadi penasaran
"Ini soal kak Vania." ucap Najla lirih dan memandang wajah suaminya.
Alex tersenyum kecut mendengar ucapan Najla.Apalagi menyangkut masa lalunya.
"Apa yang ingin kamu tahu,masih pentingkah soal masa lalu mas,apa kamu...
Najla menutup mulut suaminya untuk menghentikan Alex berbicara lagi.
"Ssstttt..ini bukan mas sama kak Vania tapi,dengan selingkuhannya."ucap Najla ragu.
"Soal Vania dan selingkuhannya,ada apa ini..kenapa kamu tiba-tiba tanya soal kepar*t itu.Nggak ada yang penting soal mereka.Aku pun tak peduli." ucap Alex sedikit meninggi.
"Tapi,anak kamu sudah ketemu sama selingkuhan kak Vania." ucap Najla akhirnya jujur.
"Hahh.. maksudnya gimana?" tanya Alex dengan ekspresi wajah yang tak biasa.
Akhirnya Najla pun mengalirkan cerita tentang Kevin yang bertemu dengan seorang yang di duga menjadi selingkuhan mamanya dulu.
"Dia sudah kembali ..." gumam Alex dengan mengeraskan rahangnya.
Melihat reaksi Alex tentu saja Najla bisa menangkap jika antara mereka ada sesuatu yang belum selesai.
__ADS_1
Bersambung