Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Ada Apa Dengan Kevin??


__ADS_3

Pertanyaan yang di ucapkan Najla membuat Alex tertegun sejenak kemudian menggenggam tangan istrinya itu dan mengecupnya berkali-kali.


"Kamu ngomong apa sih sayang,mas pastinya sangat senang. Alhamdulillah mas bisa menjadi seorang ayah lagi. Apalagi mengingat keinginan mas yang ingin punya anak banyak.Dengan hadirnya kamu ,mas bisa melewati semuanya.Waktu dengar kamu hamil pastinya mas senang dan sekaligus juga khawatir." ucap Alex dengan wajah yang terlihat berubah sendu.


"Khawatir,mas khawatir soal apa?" tanya Najla dengan mengusap punggung tangan suaminya.


"Mas khawatir jika mas nggak bisa menjadi ayah yang baik.Suami yang baik.Jadi please..mas minta,kamu fokus dengan kehamilan kamu dan soal ruang bisat bik Tun yang handle.Kamu bisa melakukan tugas seperti biasa setelah adek bayik lahir," ucap Alex.


Najla pun akhirnya mengangguk mengiyakan keinginan suaminya.


Melihat Najla mengangguk menuruti keinginan Alex ,dia pun tersenyum lega.


"Mas jangan lupa,mas sudah jadi papa yang hebat buat Kevin kok,jadi suami yang siaga juga buat aku." ucap Najla membuat Alex tersenyum.


...****************...


Beberapa minggu Najla sudah keluar dari Rumah Sakit.Perkataan Alex tak main-main soal Najla yang dia larang untuk mengerjakan pekerjaan Rumah Tangga.Semua di serahkan pada bik Tun.Kecuali untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya atau mengambilkan makanan saat di meja makan.Hanya itu yang bisa Najla kerjakan.


Dua laki-laki dalam rumah itu begitu memanjakan dirinya.


Najla yang biasa aktif mengerjakan pekerjaan rumah dan melakukan praktek sebagai dokter kini tiba-tiba berhenti .Walaupun memang dia masih menyesuaikan diri dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi seorang istri.


"Sayang,mas berangkat dulu yaa.."ucap Alex saat berpamitan pada Najla.


"Iya mas, hati-hati ya.." jawab Najla dengan mencium tangan suaminya dan Alex pun mengecup kening istrinya.


"Kamu juga,jangan sampai kecapean.Mas pergi.. Assalamualaikum," pamit Alex dan berjalan menuju mobilnya.


"Wa'alaikumsalam." jawab Najla melempar senyum pada sang suami saat Alex menoleh kearah dirinya.


.


.


.


Pulang sekolah Kevin sudah meminta ijin pergi bersama Brian untuk ke Mall guna membeli buku.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan ke arah salah satu toko buku di Mall tersebut.


Saat keduanya sama-sama sedang asyik mengobrol saat jalan dan sesekali melempar candaan tanpa sengaja Kevin bertabrakan dengan seseorang.


Brakk


Ada beberapa map jatuh dari genggaman seseorang dan tubuh Kevin pun sedikit terpental karena memang pengaruh tabrakan itu.


Kevin yang melihat beberapa map jatuh pun akhirnya berinisiatif untuk memungutnya namun,ada sesuatu yang membuat Kevin seperti terhempas ke dalam jurang yang dalam.


"Maaf pak,saudara saya tidak sengaja.Biar kami bantu bereskan."ucap Brian pada orang tersebut.


Kevin masih bergeming dalam keadaan jongkok dan tertunduk tangannya sudah mengepal menahan emosi.


"Kev,Kevin..map nya.." bisik Brian di samping Kevin.


Kevin yang mendengar penuturan sahabat plus sepupunya itu pun tersadar dari pikiran yang kalut.


Kevin memberikan map itu pada Brian tanpa berniat untuk meminta maaf atau mengembalikan map itu sendiri.


"Ini Om,punya om.Maaf ketidak sengajaan saudara saya.Om bisa periksa takut ada yang bilang soalnya takut tercecer ." ucap Brian dengan sopan.


Terlihat orang tersebut membolak balikkan map dengan sedikit gusar.Namun,dia terlihat merasa lega saat menemukan apa yang dia cari masih ada di sana.


"Ah,kalau masalah dokumen ini nggak ada masalah.Cuma ada barang penting yang tak sempat saya simpan lagi di tempat biasa.Tapi,kamu tenang saja barang itu ada kok..saya permisi.." ucap orang itu dan langsung meninggalkan dua pemuda itu.


Melihat orang itu melenggang pergi akhirnya Brian mengalihkan pandangannya ke arah Kevin namun,Kevin sudah tak ada di posisi semula lalu Brian mengedarkan pandangannya ternyata Kevin sedang duduk di salah satu bangku dan menundukkan kepalanya.


Brian dengan cepat menghampiri sepupunya itu dan menepuk bahunya.


"Kev.Lo kenapa,lo baik-baik saja kan ?"tanya Brian dengan perasaan sedikit cemas.


"Gue nggak apa-apa. Kita balik saja deh..lo suruh Jasmine beli bukunya.Nanti gue kasih duitnya." ucap Kevin dan tanpa harus menjelaskan tentang apa yang terjadi dengan nya Kevin langsung melenggang pergi meninggalkan Brian dengan wajah bengong nya.


Brian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya yang mendadak badmood.


...****************...

__ADS_1


Sampai di rumah,Kevin pun langsung menuju kamarnya tanpa menyapa Najla yang sedang menonton TV.


"Kev,Kevin !!" panggil Najla dengan wajah bingungnya dengan tingkah laku putra sambungnya itu.


Tepat saat memanggil Kevin,bik Tun lewat di depan Najla lalu dia pun bertanya tentang Kevin namun,bik Tun pun langsung menjawab tidak tahu.Keduanya pun bingung dengan sikap Kevin barusan.


PRANG 💢


PRANG 💢


Suara benda jatuh yang terdengar begitu keras membuat Najla dan bik Tun terkejut.Keduanya saling pandang.


"Biar saya ke atas bi," ucap Najla beranjak dari sofa yang dia diduduki.


"Tapi non,inget harus hati-hati naik turun tangganya." ucap bik Tun menginginkan.


"Buat apa ada lift bik,tenang saja.Suami saya terlalu protektif sampe segala lift dia pasang buat saya nggak capek." ucap Najla pada bik Tun.


Memang benar,saat mendengar jika Najla hamil dan pastinya perubahan Alex yang protektif dan prosesif pada istrinya makin menjadi.Segala yang di perlukan untuk menjaga Najla agar tidak capek dia memasang lift untuk membuat dia lebih efektif naik turun ke lantai dua bahkan lantai tiga.


Tok tok tok


"Kevin,ini bunda nak.Buka pintunya dulu sayang..!" ucap Najla dengan suara yang terdengar keras.


"Aku mau sendiri dulu Bun,please." ucap Kevin dari dalam kamarnya.


"Jangan begitu sayang,coba cerita sama bunda.Ada apa sama kamu,apa ada masalah?" tanya Najla masih berusaha membujuk anaknya itu.


"Bunda tolong ngertiin Kevin bun,PERGI DARI SINI BUN.AKU INGIN SENDIRI,DENGAR KAN..AKU INGIN SENDIRI,PAHAM !!" bentak Kevin terdengar jelas di telinga Najla.


Mendengar suara Kevin yang sudah meninggi,ada rasa sakit di hati Najla.Karena,selama ini anak itu tidak pernah berkata kasar padanya.Namun,Najla mencoba untuk mengerti bahwa Kevin pun punya privasi.


Najla pun tak ingin memaksa untuk Kevin cepat,-cepat mengatakan ada apa dengan dirinya.Sebisa mungkin Najla akan menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan kembali ke Kevin nantinya.


Najla turun kembali ke lantai bawah.Terdengar suara notifikasi ponselnya dan ada sebuah pesan yang membuat dirinya makin bertanya-tanya dengan tingkah anak sambungnya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2