
Pagi ini ada yang berbeda di kediaman keluarga Alexander Abraham.
Pagi-pagi sekali Alex sudah berada di dapurnya.
Karena kesepakatan Alex dan Najla yang sudah memutuskan ART akan masuk setelah mereka selesai sarapan.
Saat Kevin turun dari lantai dua dan berjalan kearah meja makan.Kevin mengernyitkan dahinya saat pagi ini terlihat papanya sudah ada di area dapur.Apalagi dengan tampilan yang tak pernah Kevin lihat.
Kevin melebarkan matanya melihat sosok Alex yang sibuk menata sarapan dengan air di tubuhnya.Yang jadi pertanyaan di hati Kevin dimana bunda Najla ya itu.
"Pagi pah." sapa Kevin mendekati sang papa dan menarik kursi dan duduk di sana.
"Pagi Kev,hari ini sarapannya roti panggang dulu ya Kev.Untuk hari ini kamu sama Brian makan siang di kantin dulu ya,nggak papa kan?" tanya Alex.
"Aku sih nggak masalah pah,sudah biasa juga.Tapi,bunda kemana pah?" tanya Kevin.
"Bunda ada di kamar,hari ini bunda harus istirahat.Karena bunda nggak boleh capek soalnya bunda lagi kurang enak badan."ungkap Alex.
"Hah,bunda sakit pah..aku mau lihat bunda pah." ucap Kevin yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
Namun,dengan cepat Alex menahan pergelangan tangan Kevin.
"Kamu mau kemana?" tanya Alex pada putranya.
"Kev mau lihat bunda dulu pah," jawab Kevin dengan perasaan khawatir mendengar jika Najla sedang tidak enak badan.
Nggak perlu Kev,maksud papa kamu kalau mau temuin bunda nanti saja.Bunda baru istirahat,nanti kalau kamu temuin bunda,yang ada bunda kamu nggak bisa istirahat lagi.Sekarang , mendingan kamu cepat habiskan sarapan kamu lalu berangkat." ucap Alex pada Kevin.
Mau tak mau Kevin pun menuruti perintah papanya.Memang benar adanya jika dia menemui Najla sekarang,yang ada bundanya tidak bisa istirahat maksimal.
"Pagi ini kamu naik taxi online nggak papa kan,kalau kamu nunggu papa buat siap-siap yang ada kamu nanti kesiangan." ucap Alex merapihkan meja makan.
"Oke pah,nggak masalah."jawab Kevin dengan cepat dia mengambil ponselnya dan memesan taxi online.
Setelah beberapa saat dia menunggu akhirnya Kevinpun berpamitan untuk berangkat ke sekolah.
Setelah memastikan putranya berangkat sekolah,Alex pun akhirnya langsung bersiap untuk segera kekantor.
Sebenarnya Alex malas untuk pergi ke kantor namun,mengingat hari ini ada meeting penting akhirnya dengan terpaksa dia juga harus berangkat kerja.
Rasanya ingin sekali bekerja di rumah saja.Apalagi mengingat keadaan Najla yang pastinya membutuhkan peran dirinya.
__ADS_1
...----------------...
Di kamar Najla dia sebenarnya sudah bangun sedari tadi namun,memang rasanya tenaganya untuk turun dari tempat tidur rasanya tak ada.
Terlalu lelah mengikuti permainan suami dudanya yang mengajak dirinya bermain sampai menjelang pagi tadi.
Kalau mengingat kembali kejadian semalam membuat Najla merasakan malu dimana suaminya merasa tidak ada puasnya.Mungkin akibat lama tak merasakan kenikmat*n secara biologis atau memang suami dudanya itu terlalu hipers*ks.
Najla masih memejamkan matanya saat terdengar pintu kamarnya terbuka.
Alex masuk kedalam kamar tidur membawa nampan dengan berisi satu gelas susu dan dua potong roti bakar yang dia letakkan diatas nakas dekat tempat tidur.
Alex menatap wajah istrinya yang matanya masih terpejam namun,dia tahu kalau isterinya itu sudah bangun sedari tadi.
Namun,dia maklum dengan sikap istrinya itu.Bagaimanapun memang ini adalah pengalaman pertama kalinya bagi Najla.Pasti dia akan merasa malu dengan kejadian semalam.Walaupun bagi Alex istrinya semalam sungguh membuat dirinya lupa diri.
Sebenarnya Alex pun tidak beda dengan Najla.Alex baru merasakan kenikmat*n enak enak dengan wanita virgin.Karena memang awal menikah dengan Vania pun dia tahu jika Vania sudah tidak Virgin,buat dia tak masalah.Karena dia pun bukan pria baik-baik bisa di katakan Alex sosok yang mengalami fase dimana dia berada di pergaulan bebas.
Bagi Alex dia mencintai Vania dan sebaliknya Vania pun tak masalah dengan masa lalu Alex yang memang bukan anak yang baik.
Semalam Alex merasa bersyukur atas segala sesuatu yang Alex miliki saat ini.Apalagi dengan mengetahui fakta jika Najla berhasil menjaga kehormatan nya sampai saat dimana dia menyerahkan dirinya pada suami sahnya.
...----------------...
Tok tok tok
Terdengar ketukan pintu membuat perhatian Alex sedikit terganggu.
"Masuk" teriak Alex dengan lumayan kencang.
Ceklek.
Pintu ruangan Alex terbuka dan menampakkan sosok wanita yang menjadi sekretarisnya.
"Ada apa ?" tanya Alex dengan nada dingin.
"Maaf tuan,di luar ada tamu untuk tuan.Dia bilang kalau...
Brakk..💢
Pintu ruangan itu terbuka dengan sedikit kasar.Seorang wanita yang berpakaian sexy masuk dalam ruangan Alex.
__ADS_1
"Haiii Lex !" sapa wanita itu dengan senyuman lebar tersungging di bibirnya.
"Ju_Julia,kamu....
"Surprise !!" potong wanita bernama Julia itu merentangkan tangannya siap memeluk Alex dengan senyum bahagia.
Namun, dengan cepat Alex menggantungkan tangannya di udara pertanda untuk Julia menghentikan langkahnya.
"Kenapa Lex..?"tanya Julia dengan melirik kearah sekertaris Alex yang masih berdiri di samping meja Alex.
"Kamu nggak mau karyawan kamu tahu tentang kita yah,hehh..kamu pergi sana! ngapain kamu masih disini,nggak sopan!' semprot Julia pada Rahma sekretaris Alex.
Rahma tidak langsung meninggalkan ruangan itu,dia melihat ke arah Alex.
Alex pun akhirnya mengangguk dan memberikan kode pada Rahma. Sekertaris yang sudah lama bekerja dengan Alex itu tahu jika tuannya tidak nyaman dengan wanita yang ada di dalam ruangan kerjanya itu,setelah melihat bagaimana respon tuannya Rahma pun langsung keluar dari ruangan Alex langsung menghubungi seseorang.
"Kenapa kamu kayaknya nggak suka sama kedatangan aku deh Lex,kenapa kamu sekarang berubah?" tanya Julia dengan wajah sedihnya.
"Berubah,nggak ada yang berubah Juli..kita tetap teman." jawab Alex membuat Julia kecewa dengan ucapan Alex barusan.
Teman? hanya Teman? sekian lama tidak bertemu dan pertemuan mereka setelah bertahun-tahun lamanya dengan banyak memori indah antara mereka berdua dimasa di mana Alex dan Julia adalah teman satu kampus dan juga karena mereka sama-sama orang Indonesia jadi,sering berinteraksi.
Bukan hanya Alex,namun..Nando pun sama dia mengenal Julia yang Nando tahu seorang Julia yang terobsesi dengan sosok Alex.
"Teman,dengan segala memori indah antara kita Lex,kamu selalu menganggap aku tak ada." ucap Julia dengan wajah penuh kesedihan.
"Maaf Jul,bukan maksud aku mengecewakan kamu.Tapi,nyatanya aku nggak pernah ada rasa sama kamu.Baik dulu ,kemarin ,sampai kapanpun aku nggak bisa." ucap Alex dengan nada tegas.
Tanpa disangka oleh Alex ternyata Julia dengan beraninya dia memeluk tubuh Alex dengan erat.
"Jul,lepas.Jangan begini,kamu tetap temanku tapi..hanya sebatas teman biasa." ungkap Alex berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Juli yang begitu erat.
Bukannya melepaskan pelukan di tubuh Alex,Juli malah mengeratkan pelukannya.
"Nggak,nggak bisa.Aku nggak bisa lagi mengalah untuk orang lain Lex.Jagan tolak aku..hiks hiks.." ucap Juli dengan mata yang sudah menangis.
Brakk..💢
"Oh God,Shitt...!!" umpat seseorang menerobos masuk dengan mata melotot melihat pemandangan yang dia lihat.
Bersambung
__ADS_1