
Pagi di rumah Alex terlihat sudah ramai dengan kedatangan Ryan dan Puput yang mendengar jika menantunya sedang sakit.
Puput memaksa suaminya untuk kembali lebih awal dari jadwal yang telah mereka tentukan.
Puput langsung menggedor pintu kamar anak dan menantunya.
Dor dor dor 💢
"Alex,buka pintunya !!" teriak Puput di depan pintu kamar putranya.
"Mi,ngapain teriak-teriak sih.Bisa dengan cara pelan buat mereka berdua bukain pintu," tegur Ryan pada istrinya.
"Papi gimana sih,papi memangnya lupa kalau anak kamu pastinya akan membuat istrinya capek di ranjang.Sebelas dua belas sama papi juga kan?!" ucap Puput pada suaminya.
Mendengar ucapan istrinya mendadak Ryan pun ingat di masa muda mereka yang tidak bisa berpisah terlalu lama.Jika itu terjadi Ryan akan membuat Puput tak bisa jalan karena Ryan anak menyekap Puput di dalam kamar berhari-hari.
"Oma sama Opa kenapa pagi pagi udah ribut sih," ucap Kevin yang keluar dari kamarnya.
"Itu opa kamu ,Oma cuma mau bangunin papa sama bunda kamu.Tapi,opa bilang kalau harus manggil papa kamu dengan cara halus.Itu kan nggak mungkin." adu Puput pada putranya itu.
"Iya juga sih,papa kalau sudah sama bunda pastinya akan sulit kita pisahkan.Tapi, nggak perlu pake otot juga sih Oma "ucap Kevin membuat Puput melotot ke arah Kevin karena ucapannya barusan.
Sementara Ryan hanya bisa mengulum senyumnya mengigat ucapan cucunya yang seketika berubah menjatuhkan kata-kata sang istri.
"Kamu...
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar Alex terbuka dan membuat Puput menunda untuk memarahi Kevin.
"Ada apa nih, pagi-pagi sudah reoni di depan kamar orang begini?!"
tanya Alex dengan nada santai dan tenang.
"Reoni gundul mu ! mami gedor-gedor pintu kamu dari tadi kenapa nggak di buka-buka.Mamimau ketemu sama Najla.Gimana keadaannya,kita bawa kerumah sakit sekarang.Mami takut kalau nanti dia kesakitan terus...
"Mami stop!!" seru Alex membuat Puput menghentikan ocehannya.
__ADS_1
"Aku memang mau bawa Najla ke Rumah Sakit mami,sebaiknya kita sarapan dulu biar urusan Najla Alex yang tangani.Buat kamu Kev.. siap-siap sekolah.Kita berangkat bareng sekalian anter bunda ke Rumah Sakit buat berobat." ucap Alex.
"Ternyata seorang dokter butuh dokter juga ya pah,nggak bisa periksa diri sendiri juga yah.."ucap Kevin dengan ekspresi wajah yang terlihat datar.
"Isssttt..kamu ini,sudahlah.Bunda kamu sudah minum obat tapi,memang dia harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut." ucap Alex.
Namun,saat pembicaraan itu tiba-tiba terhenti saat terdengar suara benda jatuh.
Prang 💢
Mendengar suara nyaring itu Alex langsung masuk ke dalam kamarnya lagi dan melihat sang istri yang sudah tergeletak di lantai.
"Astaghfirullahal'adzim Najla !" pekik Alex langsung menuju ke arah istrinya yang sudah tergeletak di lantai di samping tempat tidur.
Alex terlihat panik dan Ryan juga mami Puput serta Kevin tak kalah terkejut dan juga panik.
"Tenangkan dirimu Lex,kamu bawa istrimu ke Rumah Sakit sekarang.Papi tunggu di bawah." ucap Ryan langsung berlalu menuju lantai bawah untuk menyiapkan mobil.
Sementara Kevin mencoba menenangkan sang Oma yang terlihat syok dan Papanya yang sudah menggendong Najla untuk turun kebawah dan dengan segera menuju Rumah Sakit.
...****************...
"Pah,bunda pasti baik-baik saja.Kita kan tahu bunda orang tangguh." ucap Kevin mencoba menenangkan hati sang papa walaupun hatinya juga pastinya sangat khawatir.
Dia pun tak ingin terjadi apa-apa dengan Najla.Dia memanjakan dia dalam hati semoga Allah jaga Najla dengan baik.
"Pi,ini kenapa macet sih..aduh,gimana ini ," ucap mami Puput panik sendiri.
"Tenanglah mih,jangan panik gitu.Kalau kamu panik akan buat Alex makin kacau.Tenanglah..!" ucap Ryan pada sang istri untuk memintanya lebih tenang .
Akhirnya beberapa saat terjebak macet,mereka sampai di Rumah Sakit dan Najla langsung di bawa ke UGD dan langsung di tangani.
Tak berapa lama , dokter yang menangani Najla keluar dan memandang wajah para anggota keluarga Najla.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya dok?" tanya Alex yang tentunya sangat mencemaskan keadaan sang istri.
"Maaf tuan,bisa kita bicara di ruangan saya,ada beberapa yang harus saya sampaikan." ucap sang dokter membuat Alex makin cemas.
__ADS_1
"Papa sama opa juga opa nggak papa ke ruangan dokter.Kevin yang akan jagain bunda sampai sadar." ucap Kevin pada sang papa.
"Baiklah,tolong jaga bunda ya sayang .." ucap Alex pada sang putra.
Kevin mengangguk mengiyakan permintaan sang papa.
Alex dan kedua orangtuanya mengikuti langkah sang dokter sementara Kevin menuju dimana Najla terbaring di salah satu brangkar yang ada di ruangan UGD.
Kevin duduk di kursi dekat dengan brankar Najla.Dia menggenggam erat tangan wanita yang sudah menjadi ibu sambungnya.
Kevin merasa takut akan kehilangan sosok bunda untuk kedua kalinya.
Mata yang tadinya terpejam kini terbuka dengan perlahan.Najla mulai sadar dari pingsannya.Kepalanya masih terasa sangat pusing dan tak ada daya untuk bergerak.
Dia melihat ke arah samping dan terlihat putra sambungnya tertunduk sambil menggenggam tangannya dengan erat dan bahkan anak laki-laki itu pun mengecup punggung tangannya berkali-kali.
Melihat kelakuan remaja itu,Najla tersenyum tipis.Pasti bocah kesayangannya sedang cemas saat ini.
Tangan Najla yang tertancap selang infus pun terulur menyentuh kepala Kevin dan sontak membuat remaja itu mendongak ke arah Najla.
"Alhamdulillah, akhirnya bunda sadar juga.Kevin takut bunda kenapa-kenapa.Mana yang sakit bun,bilang sama Kevin " ucap Kevin menyelidik dan memeriksa keadaan bundanya.
"Sayang,bunda nggak kenapa-kenapa.Jangan khawatir gitu.Paling bunda cuma kecapean" ucap Najla mencoba menenangkan hati Kevin.
"Tetap saja Kevin khawatir sama bunda.Kevin takut bunda pergi ninggalin Kevin." ucap Kevin dengan wajah sedihnya.
"Maafin bunda sayang ,pasti kamu khawatir banget yaa..,papamu dimana nak..?" tanya Najla dengan melihat sekeliling tak ada sosok suaminya.
"Papa sama opa juga oma sedang ketemu dokter dulu." ucap Kevin.
Tak lama kemudian terlihat Alex dengan kedua orang tuanya masuk ke dalam ruang UGD.
"Mas,maaf buat kamu khawatir.Papi,Mami, maafin Najla yah.." ucap Najla dengan wajah yang terlihat sangat bersalah.
"Sudahlah,kamu harus jaga kesehatan kamu. Kita pindah ke kamar rawat ya sayang,kamu harus rawat inap sehari atau dua hari buat kamu pilih lagi." ucap mami Puput.
Sementara Alex masih diam saja dan entah mengapa tiba-tiba Najla merasakan ada sesuatu yang disembunyikan sang suami darinya.
__ADS_1
Bersambung