
Setelah tahu dan menceritakan tentang semua yang terjadi pada diri Alex sendiri.Ada rasa sedih dan bahagia sebagai orang tua.
Semua pasangan tak pernah menginginkan adanya perpisahan atau pengkhianatan di dalam rumah tangganya.Ketakutan sebuah komitmen dan juga ketakutan akan kegagalan sebuah trauma yang di bilang serius.
Alex hanya ingin menyembuhkan penyakitnya.Namun,dia tak mau begitu saja menjalin hubungan dengan wanita.Apalagi sebagai duda yang sudah punya anak,otomatis Alex juga memikirkan bagaimana anaknya nanti jika dia mempunyai ibu sambung.
Apalagi karakter Kevin yang persis dirinya yang tak mudah menerima orang baru dalam lingkungan nya begitu mudah.
Melihat kedekatan Kevin dan Najla akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Najla menikah.Saat niat nya itu di katakan pada kedua orang tuanya tentu saja tak serta merta kedua orangtua Alex menyetujui dalam artian mereka tak mengijinkan untuk menikah dengan Najla hanya untuk di peralat atau sekedar ingin menyembuhkan penyakitnya.
"Lalu bagaimana keputusan Najla saat kamu mengajak dia menikah?" tanya papi Ryan pada sang putra.
"Najla tidak menjawab apapun." jawab Alex.
"Menurut mami,cobalah kamu dekati dia dengan baik bukan hanya untuk sekedar menyembuhkan penyakit kamu.Tapi, cobalah belajar untuk menekan rasa takut gagal mu itu dengan banyak antisipasi." ujar sang mami.
"Dia terlalu takut untuk melangkah ke arah ku mi,"ucap Alex dengan wajah penuh asa.
" Itu juga karena pengalaman buruk nya di masa lalu.Dulu dia begitu mencintai kamu, walaupun kita tahu kalau umurnya dulu masih kecil.Tapi,pikiran dia lebih dewasa dibandingkan Vania dulu." ungkap mami Puput.
"Mami kenapa ngomong gitu,"ujar sang suami karena bagaimanapun Vania istri Alex yang sudah tiada.
"Mami nggak asal ngomong Lo pi,kalian coba pikir..di umur nya yang ngerasain cinta monyet..pastinya ada rasa ingin memiliki atau setidaknya diakui tapi, dia begitu rapi menyimpan perasaan itu sampai kita tahu dari buku diary nya dulu ."ucap mami Puput.
"Sudahlah, sekarang kamu fokus dengan terapi kamu.Untuk Najla itu masalah nanti."ujar papi Ryan.
"Tapi pi,kalau aku nggak cepat-cepat buat nikahin Najla takutnya nanti dia akan terima pinangan orang lain."ucap Alex.
"Lex,kalau pun kalian nggak bisa sama-sama,berarti belum jodoh."ucap papi Ryan.
"Kok gitu Pi," protes Alex.
__ADS_1
"Sudahlah sana bersih-bersih,sudah magrib juga nih...sudah tua bangka masih kayak bocah." gerutu papi Ryan.
Sementara Mami Puput sedang sibuk membalas chatt dari seseorang.
...****************...
Dua hari berlalu,sikap Kevin dan Brian layaknya seperti anak kembar.Dua kotak bekal yang di bawa oleh Brian dia kasihkan satu untuk Kevin.Karena memang itu bagian Kevin dari Najla.
Selama kedua orang tua Brian ke Milan dia tinggal di rumah Najla bersama Nunik juga
Najla mulai berperan layaknya seorang ibu dengan dua anak.
"Eemmm..ini enak banget sih,asli bunda nggak ada dua nya..!!" seru Kevin saat makan bekal di kantin sekolah bersama Brian.
"Kalau masalah masak,aunty emang best..apalagi kalau Lo udah serumah sama dia pastinya dari bangun tidur suaranya selalu terdengar layaknya alarm. Harus sarapan sebelum sekolah,minum susu,minum vitamin,olah raga,istirahat yang cukup,nggak boleh begadang,wahhh..banyak lagi deh aturan aunty Nana yang kadang gue bilang lebay tapi, saat aunty ke Indonesia gue kangen aunty yang kayak gitu." ungkap Brian.
"Kapan yaa..gue bisa satu rumah sama bunda.Apalagi nanti bunda nikah,apa mau suaminya nerima gue,jadi takut gue. ." ucap Kevin membayangkan bagaimana dia tak bisa bertemu lagi dengan Najla karena suami dan keluarganya.
Kevin menatap wajah sahabatnya dengan pandangan yang tak bisa terbaca.
"Kenapa,Lo nggak mau bokap Lo nikah lagi? apa karena ada alasan lain ?" cecar Brian pada Kevin.
"Lalu nyokap gue gimana kalau bunda sama papa nikah?"
Mendengar pertanyaan Kevin sontak Brian menepuk jidatnya.
"Kevin Lo nggak cuma nyari alasan kan,begini deh..nyokap Lo tetep akan jadi nyokap Lo.Sekarang ini posisinya nyokap Lo udah meninggal.Bokap Lo statusnya duda di tinggal mati.Apa lo tega buat bokap Lo lontang lantung nggak punya rumah?"
"Emang bokap gue semakin itu,bokap gue punya rumah , apartement asal Lo tau tuh." bantah Kevin.
Brian menggeleng gelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya yang ubahnya seperti anak dung*
__ADS_1
"Bukan begitu konteks nya dodol,maksud gue..namanya pria dewasa itu perlu penyaluran,nah..seandainya ta* Tokai nya nggak di keluarkan dengan rutin atau jangka panjang yang ada tuh ta* bakal beku.Frozen !!"
Makin bingung kan otak Kevin yang belum terkontaminasi dengan adegan 21+.Respon Kevin hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahh..ampun dah punya temen badung di jalanan doang jadi gini,"gerutu Brian.
Plakđź’˘
Kevin menepuk bahu Brian yang sedari tadi sibuk menggerutu ,mengumpatnya.
"Apaan sih Lo ngedumel Mulu !!" seru Kevin.
"Lagian Lo nakal cuma modal celurit dan kawan-kawan. Ehhh.. Lo belum pernah mimpi ba_sah yah..?"
Pertanyaan konyol Brian mendapat toyoran dari Kevin.
"Fix Lo emang anak emak Lo,ehhh.. laki-laki itu emang kudu nakal jangan diem-diem nanti Lo bunting*n anak orang yang ada Lo di coret dari KK." umpat Brian yang super pusing ngadepin Kevin yang polos dalam urusan dunia percintaan dan peranja*gan.
Akhirnya Brian menjelaskan apa itu mimpi ba_sah itu,apa adegan 21+ dan itu membuat Kevin mual ingin mengeluarkan isi dalam perutnya.
"Anj*r, jorok banget Lo Bri...kalau ngomong gitu jangan di tempat umum juga kali Bri..!!" umpat Kevin pada sahabatnya itu.
"Jadi intinya bokap Lo perlu pelampiasan yang sudah tak dia dapatkan dari istrinya karena nyokap Lo meninggal.Lo tahu alasan utama perselingkuhan,itu salah satunya kurang bela*an dari pasangan yang memang mungkin cenderung mempunyai hubungan yang kurang baik dari komunikasi.Se* itu perlu dalam keharmonisan Rumah Tangga dan untuk kita pemahaman akan se* juga perlu untuk membuat kita waspada akan bahayanya se* bebas." ungkap Brian dengan panjang lebar.
"Lo tahu dari mana kayak gini ginian?"tanya Kevin.
"Bro,gue dari kecil sudah hidup di lingkungan yang menghalalkan yang namanya se* bebas,karena notabene nya gue keturunan yang mempunyai kultur negara yang melarang adanya se* bebas makanya dari dini gue di kasih bekal sama keluarga untuk menghindari akan hal itu.Aunty gue yang rajin untuk ngasih tahu dan karena kadang dia takut gue terjerumus akan hal itu dia akan mengecek kondisi kesehatan gue tiga bulan sekali." ungkap Brian
Kevin dengan wajah serius pun mendengar penjelasan Brian dengan seksama.Karena dalam keluarganya tak ada yang bisa mengarahkan akan hal itu.Kenakalan Kevin memang hanya sebatas adu jotos,tawuran dan trek-trekan ke club' pun belum pernah.
Bersambung
__ADS_1