Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
#Belanja Bulanan


__ADS_3

Hari ini sepulang sekolah dua remaja berpakaian seragam putih abu-abu mengendarai motor mereka masing-masing masuk ke kompleks di mana tujuan mereka sama yaitu menuju rumah Najla.


Motor mereka terparkir di depan rumah Najla dan Brian berusaha menghubungi nomer telpon sang aunty.Brian mengatakan jika dirinya dan Kevin sudah ada di depan rumah auntynya.


Awalnya Najla yang akan ke Supermarket untuk belanja bulanan akhirnya dia urungkan karena harus segera sampai rumahnya.


Benar saja saat dia dan Nunik sampai rumah terlihat dua bocah remaja sedang duduk di teras sibuk dengan ponselnya masing-masing.


"Kalian kok nggak ngomong dari kemarin-kemarin kalau mau kesini?" tanya Najla pada keduanya.


"Jadi kita harus buat janji sama dokter Najla dulu kalau mau berkunjung?" cibir Brian membuat Najla merasakan serba salah.


"Bu_bukan gitu, sudahlah..ayo masuk !!" ucap Najla menghina perdebatan dengan mereka.


Mereka pun masuk.Kedua remaja itu pun seperti layaknya rumah sendiri mereka langsung berburu makanan yang ada di kulkas.


"Yahhh..kok cuma ada air putih sih," ucap Brian merasa kecewa.


"Lah,tumben kulkas bunda kosong melompong gini,"ucap Kevin dengan merebut botol air mineral yang ada di tangan Brian.


"Bunda belum belanja bulanan,awalnya niat bunda pulang kerja langsung belanja sama aunty Nunik tapi, mendengar ada tamu tak di undang akhirnya kita pulang dulu." ungkap Najla mendudukan pantatnya di kursi ruang makan.


"Gimana kalau kita belanja bulanan sekarang ?!" ucap Brian memberikan ide.


"Kalian bebersih dulu nanti kita akan belanja,terus..makan malam di luar saja yaa..," ucap Najla


"Wokeee !!" jawab kedua remaja itu.


Setelah berbagai macam drama akhirnya Najla mengajak dua remaja itu belanja bulanan.Sedangkan Nunik membersihkan rumah.


...****************...


Sampai di Supermarket kedua remaja itu langsung heboh mengambil kesukaan mereka masing-masing.


"Astaghfirullahal'adzim..kayak gini nih punya anak bujang dua,nggak bisa di bilangin."gumam Najla melihat tingkah dua remaja itu yang heboh belanja banyak makanan.


Brian mendorong troley ,Kevin yang terlihat mengambil barang-barang yang di ucapkan dan di tunjuk Brian.Sementara Najla pun sibuk dengan mengambil barang yang sudah di catatanya di kertas.


"Kev, tolongin bunda ambil kardus itu..!!" ucap Najla pada Kevin dengan menunjuk ke satu kardus yang lumayan tinggi jangkauannya.


Karena memang tinggi Najla hanya sepundak Kevin dan Brian apalagi dia dengan Alex hanya sebatas dada.


Kevin menurut dengan instruksi sang bunda.

__ADS_1


Satu jam mereka sudah berkeliling supermarket dan bisa di lihat dua troley besar yang saat ini antri di bagian kasir.Padahal biasanya Najla hanya belanja satu troley sedang.


"Kevin,Brian,sudah..cukup.Besok lagi terusin belanjanya !!" ucap Najla saat dua anak itu mau kembali ke rak pendingin mengambil sesuatu.


"Bun...


"Aunty...


Dua duanya pun memasang wajah memelas dan langsung saja Najla menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Oke bun, ngikut kata bunda." ucap Kevin akhirnya.


"Yahh..aunty berlagak miskin aja !' cibir Brian membuat mata Najla membulat mendengar sindiran julid keponakan nya.


Najla tak menghiraukan ucapan Brian dan itu membuat Brian kesal.


"Brian,Kevin..bantuin masukin belanjaan kalian ke tas belanja," ucap Najla menekan kata belanjaan kalian pada keduanya.


Nyatanya memang belanja bulanan kali ini banyakan keperluan kedua remaja itu.Entah apa maksudnya,mereka membeli perlengkapan mandi dan juga cemilan kesukaan mereka masing-masing.


Mereka selesai membereskan belanjaan di bagasi belakang dan mereka akan makan di warung tenda pinggir jalan karena Nunik sudah menunggu disana.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di sebuah tempat yang terlihat ramai penuh dengan tenda-tenda pinggir jalan penjual makanan dan juga berbagai macam jajanan.


Melihat sekeliling tempat yang mereka kunjungi membuat kedua remaja itu saling pandang.Mereka baru merasakan makan di pinggir jalan model warung tenda.Malam ini adalah malam penuh dengan pengalaman.


"Gimana, tempat nya oke kan?" tanya Nunik pada dua remaja di depannya.


"Nggak mengecewakan juga." ujar Brian.


"Ramai pengunjung juga yaa..," ucap Kevin.


Seorang gadis menghampiri meja mereka dan menyapa keempatnya.


"Selamat malam maaf,mau pesen apa ?" tanya gadis itu memberikan kertas dan menu.


"Sisi !!" tegur Kevin melihat sosok gadis yang ada di samping nya.


"Lho Brian,Kevin,kalian.." ucap Sisi terkejut melihat teman sekolahnya.


"Kalian kenal sama mbak nya?' tanya Najla.


"Kenal Bun,"

__ADS_1


"Kenal Aunty ,"


Jawab kedua remaja itu secara bersamaan.


"Malam tante,silahkan pilih menu nya.." ucap Sisi sopan.


"Tapi, kayaknya kalau tidak salah saya pernah lihat kamu deh..," ucap Najla


"Ahhh..i_iya tante,di sekolah waktu Tante tanya ruang kepsek," ungkap Sisi.


"Owwhhh iya ,kamu kerja disini ? masih sekolah kan?" tanya Najla dengan wajah heran.


"Saya masih sekolah tan, saya kalau malam kerja di sini." ucap Sisi


Brian dan Kevin saling pandang dan terus terang kagum dengan sifat mandiri Sisi.


"Kerja, pulangnya malam dong..terus belajarnya kapan?"


"Belajarnya subuh tante,"jawab Sisi.


"Kenapa harus kerja ,kamu kan masih sekolah?" tanya Nunik menatap kasihan pada sosok Sisi.


"Kalau saya nggak kerja gimana uang jajan adek-adek saya Tante.." ucap Sisi dengan wajah sedih.


"Si..ini pesenan kita berdua,bunda sama aunty Nunik pesan apa?" tanya Kevin menyodorkan kertas dan alat tulis ke Sisi.


Akhirnya mereka menyamakan pesanan mereka dan makan dengan lahapnya.


Najla tanya-tanya Sisi pada Brian dan Kevin dan merasakan trenyuh hati nya.


"Sisi,sini !!" ucap Najla memanggil Sisi


"Iya Tante,ada yang bisa di bantu lagi?' tanya Sisi dengan tetap tersenyum manis.


Najla dan mereka berempat melihat sosok Sisi yang kecil harus angkat-angkat berat itu membuat hati mereka trenyuh.


"Sisi,kamu yakin mau kerja disini terus?" tanya Najla dengan suara lirih seperti berbisik.


"Inginnya saya keluar dan cari kerja part time lain tapi, susah Tante." ujar Sisi


"Kamu mau nggak kalau,setiap sepulang sekolah,kamu bersihkan rumah tante.Karena memang Tante juga Tante Nunik sudah terlalu capek kerja Si,apa mau bebenah di rumah tante.Kalau di tempat Tante,sudah kelar kerja bisa pulang langsung." ucap Sisi.


"Iya si,kamu nggak perlu pulang malam-malam.Biar bisa belajar maksimal," timpal Nunik.

__ADS_1


Sisi mendengar tawaran Najla tentu membuat dirinya sangat senang,apalagi melihat sifat Najla yang baik pastinya jika punya majikan seperti Najla pastinya akan betah.


Bersambung


__ADS_2