
"Papa hanya mengingatkan ke kamu agar lebih hati-hati." ucap Alex pada putranya.
"Bagaimana papa tahu kalau aku kena teror bangkai ayam?" tanya Kevin menyelidik.
"Papa sebenarnya tidak bisa lepas tangan begitu saja tanpa ada orang yang mengawasi kamu dan bunda dari jauh nak,papa sengaja menyuruh orang memantau kalian dari jauh. Masalahnya apa yang kamu alami itu masih kamu pantau.Jika memang anggota papa belum di butuhkan untuk bertindak mereka belum akan bertindak."Jabar Alex pada putranya.
"Papa minta anggota papa untuk lebih mendekat lagi pada kamu." ucap Alex.
"Bunda juga ada yang jagain kan pah,aku takut terjadi apa-apa sama bunda." ucap Kevin.
"Salama ini bunda nggak pernah pergi kemana-mana kalau sekiranya tidak penting.Kalaupun bunda keluar akan ada yang mendampinginya." ungkap Alex.
"Syukurlah.."ucap Kevin yang bisa bernafas sedikit lega.
"Lalu Kevin harus apa pah, kemungkinan orang-orang itu akan penasaran dengan ku karena aku masih nggak kepancing sama sekali."
"Tetap tenang,ikut instruksi papa dan anak buah papa.Kemariman ponselmu."ucap Alex menengadahkan tangannya ke arah putranya.
Kevin pun memberikan ponselnya dan Alex mulai membuka laptopnya dan mengambil sebuah benda dari laci kerjanya.
Entah apa yang di lakukan oleh Alex , untuk sekian lama Kevin hanya bisa diam dan melihat' apa yang di lakukan papanya.
"Ini,kalau ada bahaya apapun setidaknya kamu nggak bisa handle kamu tekan nomer 1 itu akan terkoneksi dengan papa dan beberapa orang anak buah papa.
Dan gunakan ini untuk alat komunikasi kamu,di dalam sini ada kamera tersembunyi dan kamu bisa emergency call dengan ini."jelas Alex menyerahkan sebuah jam tangan pada Kevin .
Jam tangan yang terlihat biasa saja tapi,itu sebuah alat komunikasi atau camera tersembunyi di dalam jam tangan itu.Alex pun memberikan arahan pada putranya cara mengoperasikan alat tersebut.
"Waahh..Kevin baru tahu kalau papa hebat,kayak detektif Conan..hehehe.." kelakar Kevin.
"Bisa saja kamu, sudahlah..kamu kekamar istirahat,besok masih sekolah kan?"
"Oke pah,papa jangan malam-malam juga kerjanya,kasihan bunda.Jaga kesehatan papa juga." ucap Kevin dan langsung melangkah keluar dari ruang kerja sang papa.
Alex terpaku sejenak mendengar ucapan putranya.Saat ini dia menjadi pribadi yang perhatian dan juga hangat.
...****************...
Seperti biasa di pagi hari keluarga kecil yang sedang menantikan kehadiran calon keluarga baru mereka kini sedang berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi bersama.
"Aku berangkat dulu pah,bun.." pamit Kevin setelah menyelesaikan sarapannya.
"Iya , hati-hati kamu kak." ucap Najla pada putra sambungnya itu.
"Okelah bun,adek bayik..kakak sekolah dulu yaa,kamu jangan nakal.."ucap Kevin dengan mengusap perut Najla yang sudah terlihat menonjol.
Cup
Cup
Tak lupa Kevin memberikan kecupan pada sang bunda dan juga calon adiknya yang masih ada di perut sang bunda.
__ADS_1
"Sudah dong,jangan lama-lama.Itu istri papa." protes Alex melihat tingkah putranya itu.
Dia tahu Kevin sedang meledeknya.
"Huhh, posesif!" cibir Kevin.
"Sudahlah,Kevin berangkat.. Assalamualaikum.." pamit Kevin menyalami kedua orang tuanya.
"Wa'alaikumsalam." jawab kedua orang tuanya.
"Jangan lupa pesen papa !" teriak Alex pada Kevin yang sudah melangkah menuju pintu keluar.
"Beres pah!" jawab Kevin dengan suara lantangnya.
"Kalian ini,kayak hutan saja.Teriak-teriak nggak ada akhlak !" semprot Najla.
"Sorry sayang,mas berangkat ke kantor yaa..kamu hati-hati di rumah." pamit Alex dengan beranjak dari tempat duduknya.
"Iya mas,kamu juga harus hati-hati." ucap Najla.
Alex pun tak lupa memberikan kecupan lembut dan mesra untuk istri nya dan tak lupa dengan janin yang ada di dalam kandungan sang istri.
"Aku berangkat yaa.. Assalamualaikum." pamit Alex setelah mereka ada di teras rumah.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati mas !" pekik Najla.
Setelah melihat mobil suaminya pergi,Najla pun langsung masuk kedalam rumah kembali.
"Woii..kenapa nih,ngalamun Mulu Lo!" tegur Brian pada Kevin yang terlihat akhir akhir ini lebih banyak diam.
"Set*n lo ngagetin saja,gua lagi mikir saja." ungkap Kevin.
"Gaya Lo, mikir..kayak berat banget sih hidup Lo ." kelakar Brian.
"Lo inget kan kejadian kemarin."ucap Kevin.
"Makanan datangggggg!!" lengkingan Jasmine membuat Kevin menghentikan ucapannya barusan.
"Woww..tahu aja kita laperJas, thanks yaa.." ucap Brian mengambil satu mangkok bakso dan jus alpukat miliknya.
"Tahu dong,muka Lo kan emang rakus."ejek Jasmine.
"Yeee..kayak lo nggak aja."timpal Brian.
"Nggak,nggak salah maksudnya..hehehe.."balas Jasmin dengan kekehannya.
"Eh nih,bakso lo Kev sama es jeruk kan?"ucap Jasmine menaruh satu mangkok bakso dan es jeruk di hadapan Kevin.
"Thanks Jas.."ucap Kevin.
"Santai,tinggal nanti bon nya gue kasih Lo ya...hehehe ."
__ADS_1
"Iyaaa.."jawab Kevin singkat dan meracik bakso miliknya.
"Kelihatannya lo lagi ada masalah ya Kev,kayak kusut gitu?" tanya Jasmine melihat wajah Kevin sekilas.
"Sotoy lo,urusin aja bakso lo Jas.." tegur Brian.
"Bukannya sotoy,biasanya kan ini bocah kayak belatung nangka.Nggak ada diemnya sama sekali,sekarang kita lihat dia kayak ayam ngondo diem aja." ujar Jasmine.
"Sak karepmu lah Min.." balas Brian.
"Kok Min sih,emang nama gue Parmin,Jasmine bro Jasmine!" ucap Jasmine yang kesal dengan panggilan Brian padanya.
"Sudah-sudah jangan berantem.Tambah bikin otak gue pusing ."lerai Kevin peda kedua sahabatnya itu.
"Makanya cerita sama kita,Lo kenapa ? ada masalah?hutang ?putus cinta?"tanya Jasmine bertubi-tubi.
"Bisa diem nggak Lo,gue cabein tuh mulut baru tau rasa Lo!" ancam Brian pada Jasmine.
Mendengar ucapan Brian, Jasmine pun hanya bisa memanyunkan bibirnya.
"Kev,tadi Lo mau ngomong apa soal kejadian kemaren? Lo tahu siapa yang ada di balik teror itu?" tanya Brian pada Kevin.
"Kemungkinan besar musuh dari masalalu papa."jawab Kevin setelah menelan bakso yang ada di mulutnya.
"Musuh om Alex,Lo kenal?" tanya Brian.
"Dia selingkuhan nyokap kandung gue ."jawab Kevin dengan senyum kecutnya.
"Lalu gimana , maksudnya om Alex bertindak?" tanya Brian sudah mulai serius.
Sedangkan Jasmine tidak ada komentar untuk masalah yang mereka bicarakan.Namun, Jasmine tetap mendengar apa yang jadi pembahasan kedua sahabatnya itu sambil menikmati enaknya bakso berasa cabe miliknya.
"Papa minta kita waspada." ucap Kevin.
"Kita, maksudnya gue juga termasuk?' tanya Jasmine yang tiba-tiba ikut nimbrung.
Drrrrrttt Drrrttt
Ponsel Kevin berdering dan terlihat di layar panggilan nama bi Tun.
📞Bi Tun Calling..
"Bi Tun ada apa telp,tumben.Apa ada sesuatu terjadi sama bunda." batin Kevin.
Kevin pun langsung mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum bi,ada apa bi?"
".............
"APA !!"
__ADS_1
Bersambung