Hasrat Cinta Mr Duda

Hasrat Cinta Mr Duda
Operasi


__ADS_3

"Mas,aku lapar ..." ucap Najla lirih.


"Astaghfirullahal'adzim,mas lupa sayang.. sebentar,mas ambil yaa ." ucap Alex.


Untung saja sebelum orang tuanya pulang,Nando sudah membawakan makanan untuk Najla dan Alex.


Setelah mengambil makanan untuk sang istri,Alex pun menyuapi Najla dengan telaten.


Perlahan Najla pun menerima suapan demi suapan dari tangan Alex.


Alex melihat Najla dalam keadaan baik-baik saja pastinya sangat bersyukur.Apalagi dalam keadaan hamil wanita itu butuh asupan makanan dan gizi dan nutrisi yang cukup.


Setelah beberapa hari di rawat inap akhirnya Najla di perbolehkan untuk pulang.


Hari-hari di lewati Najla dengan kegiatan yang dia lakukan di rumah.Khususnya menjadi istri dari pengusaha sukses Alexander Abraham dan juga seorang ibu dari Kevin yang merupakan anak sambungnya.


Kehamilannya sudah memasuki usia akan menginjak sembilan bulan.


Ditanya soal Irawan yang pernah menculiknya.Dengan banyak pertimbangan dan juga kebaikan Najla tentu saja dia memaafkan orang yang pernah menyakitinya.


Irawan pun sadar di hidupnya sekarang hanya butuh kedamaian.Dia menjalani kehidupan Rumah Tangga dengan istri barunya yang merupakan janda beranak satu berasal dari Brazil.


...----------------...


Saat ini Alex masih di sibukkan dengan proyek hotel dan resort yang aka segera beroperasi.


Hampir satu tahun pernikahan mereka Alex dan Najla berusaha saling melengkapi satu sama lain.


Tak jarang banyak masalah entah dari pekerjaan ataupun kenakalan Kevin dan Brian yang mereka hadapi bersama-sama.


.


.


"Semuanya sudah di pastikan dua bulan lagi akan siap di resmikan tuan.Tinggal finishing saja dan juga bisa nanti kita lihat dan meninjau kembali kesana."


Alex yang sedang meeting dengan beberapa klien nya yang terlibat dalam pembangunan sebuah hotel dan resort di Bali tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan sekretaris Alex yang tiba-tiba menerobos masuk ke dalam ruangan meeting.


"Lia,ada apa.Kenapa kamu nggak ketuk pintu dulu sebelum masuk.Kamu tahu kan,kalau meeting ini sangat penting?!" ucao Nando dengan menatap wajah Lia tajam.


Lia yang masuk dalam ruangan itu dengan wajah panik berusaha mengatur nafasnya karena sempat berlari menuju ruangan meeting.

__ADS_1


"Maaf pak Nando,tuan Alex saya tidak sopan langsung masuk begitu saja.Tapi, saya harus menyampaikan sesuatu yang penting pada tuan Alex." jelas Lia melihat wajah Nando dan Alex dengan perasaan takut.


"Hal penting apa sampai kamu tidak bisa menunggu Lia?" tanya Alex dengan nada dingin.


"Maaf tuan,tadi bi Tun ART di rumah tuan Alex menghubungi nomer kantor dan memberi kabar jika nona muda di larikan ke Rumah Sakit karena terjatuh di dapur tuan." ungkap Lia dengan suara bergetar.


Deg


Jantung Alex berdetak kencang mendengar penuturan Lia sang sekretaris.


" Najla di bawa ke Rumah Sakit mana Lia?" tanya Alex yang berusaha berpikir positif dan juga berusaha menguasai dirinya.


"Rumah Sakit tempat nona muda bekerja tuan." jawab Lia


"Baikla terima kasih Lia.Kamu boleh kembali ke tempat kamu." ucap Alex.


Lia pun keluar dari tempat meeting dan sementara itu tubuh Alex terasa lemas dan dengan cepat dia melonggarkan sedikit ikatan dasinya.Nafasnnya rasanya sesak.Pikirannya tiba-tiba kacau.Kepalanya rasanya pening mengingat kabar yang baru dia dapat.


"Tuan Alex,lebih baik meeting ini kita tunda dulu.Sebaiknya Kita jadwalkan ulang meeting ini setelah semuanya membaik."ucap salah satu klien Alex.


Semua peserta meeting pun sependapat dengan apa yang rekannya sampaikan.Sekalipun di teruskan pastinya Alex tak bisa fokus dengan kerjaanya.


"Terimakasih untuk semuanya.Maaf jika kita harus tunda pertemuan kita kali ini."ucap Alex dengan suara bergetar.


"Tidak masalah tuan,kamu mengerti.Kalau begitu,kami pamit.Semoga nyonya Pramudya cepat pulih." ucap nya.


"Amin.."Alex mengamini doa kliennya itu.


Setelah para klien nya pergi Nando dengan cepat ke tempat dimana mobil Alex berada.Dengan sigap mengantar Alex ke Rumah Sakit dimmana Najla di bawa.


Sepenjang perjalanan ke Rumah Sakit,Alex tak dapat lagi menyembunyikan kecemasannya.


Bayang-bayang dimana istrinya yang sedang kesakitan sendirian bergelayut di matanya.


"Berdoalah Lex, Insyaallah Najla akan baik-baik saja."


Ucapan Nando yang berusaha menenangkan perasaan Alex pun hanya direspon dengan anggukan lemah oleh Alex.


Tiga puluh menit perjalanan ke Rumah Sakit dan sepanjang perjalanan Alex berdoa dalam hati untuk keselamatan anak dan istrunya.


Sampai di Rumah Sakit,tanpa menunggu lama Alex keluar dari dalam mobil dan melangkah cepat menuju ruang operasi dan sementara Nando setia di belakangnya mengikuti Alex kemanapun dia berada.

__ADS_1


"Mami.." panggil Alex saat melihat mama Puput ada di kursi tunggu depan operasi.


Puput yang sedang menunduk dia pun langsung menoleh ke sumber suara.Benar dugaannya Alex sudah datang.


Alex jelas melihat wajah orang-orang yang ada di depan Operasi yang pastinya terlihat khawatir.


Alex langsung menuju sang mami dan memeluk ibunya itu.


" Najla baik-baik saja kan mih?" tanya Alex dengan suara yang terdengar bergetar.


"Insyaallah Lex,kita doakan istri kamu baik-baik saja nak.Maaf mami sama papi langsung mengambil keputusan tanpa menunggu kamu nak,Najla harus segera di operasi nak." ungkap mami Puput memeluk tubuh putranya itu.


Alex dan mami Puput kembali duduk di kursi depan operasi.Alex mengenggam tangan sang mami dengan erat.


"Bagaimana Najla bisa jatuh mi?" tanya Alex.


"Mami kurang tahu nak,bi Tun yang lebih baik menjelaskan ke kamu Lex." ucap mami Puput.


Alex menatap bi Tun yang terlihat matanya yang sembab.Sepertinya wanita paruh baya itu habis menangis.


"Maafkan bibi den,bibi tidak bisa menjaga non Najla dengan baik.Tadi setahu bibi non Najla memang bilang pengen makan buah segar.Terus bibi kebetulan lagi masak di dapur.Tiba-tiba non Najla habis ambil buah yang ada di kulkas sudah jatuh di di dekat ruang makan dan bibi juga baru tahu saat non Najla teriak minta tolong." ungkap bi Tun sedih.


Alex mengusap punggung bi Tun dan memang Alex tak ada niat untuk menyalahkan bi Tun atas musibah Najla barusan.


"Papah !" panggil seseorang dan ternyata Kevin serta Brian dan juga Ada Jasmine.


"Gimana keadaan aunty om?" tanya Brian pada Alex.


"Aunty Najla sedang di tangani dokter,kalian doakan supaya semuanya baik-baik saja." ucap Alex lemah.


Puput berusaha untuk menenangkan pikiran dan hati putranya.Puput tahu ketakutan sang putra apalagi saat ini adalah sat mereka tunggu yaitu kelahiran anak yang di kandung Najla.


Kevin pun terlihat sangat terguncang dengan kabar yang dia dapat dari bi Tun yang sempat menelpon dirinya.Dia takut kehilangan lagi.Dia tak mau kehilangan sosok ibu yang selama ini dia impikan.Sayangnya Kevin adalah sayang yang tulus pada Najla.


Ceklek..


Pintu ruangan operasi itu akhirnya terbuka dan menampakkan sosok dokter dengan seragam berwarna hijau yang baru saja selesai menangani Najla.Gurat kelelahan jelas di wajah sang dokter.


Dokter pun akhirnya menyampaikan hasil dari tindakan operasi yang mereka lakukan dan menerangkan tentang kondisi Najla.Alex dan Kevin tak dapat lagi membendung air matanya lagi keduanya menangis saling berpelukan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2