
Perkataan Alex sontak membuat Irawan kembali mengingat kembali apa yang dia lakukan dengan Vania di belakang Alex dan juga pasangannya terdahulu.
"Kamu mau menuntut apa dari ku ,supaya Vania kembali ke kamu itu nggak mungkin.Dia sudah meninggal dan sudah tenang ,jangan kamu beratkan dengan hal yang membuat dia di beratkan.Aku pun sudah ikhlas dengan rasa sakit yang pernah kalian tinggalkan padaku." ucap Alex dengan suara yang terdengar bergetar.
Irawan menatap Alex dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Aku bukan tidak terima takdir Tuhan,aku cuma ingin kamu merasakan apa yang pernah aku rasakan.Kehilangan calon anak.Kamu tahu ,itu adalah benih tarakhir dan tidak akan pernah mungkin ada benih-benih lain Lex,itu anakku yang sudah pergi dengan Vania !!"
Alex mendengar penuturan Irawan pun terkesiap tak percaya apa yang di katakan Irawan.
"Jadi,apa maumu? mau balas dendam pada ku dengan cara melibatkan istriku yang tak tahu apa-apa.Kamu tahu,istri ku adalah perempuan dan adik yang begitu disayangi Vania.Mereka sangat dekat seperti saudara satu rahim.Padahal mereka cuma sepupu.Tapi keduanya sama-sama menyayangi sati sama lain.Kalau kamu menyakiti istriku sama saja kamu membuat Vania sedih,Vania percaya dengan Najla apalagi ada Kevin anak kami yang begitu di sayangi oleh Vania.Dia mempercayakan Kevin pada Najla." ungkap Alex.
İrawan mengernyitkan dahinya dan memandang sekilas ke sampingnya.Semuanya tak sadar jika Najla sudah pingsan dari tadi.
"Najla ,Irawan lepaskan istriku.Kalau terjadi apa-apa dengan dia,akan aku berikan ganjaran setimpal buat kamu !!'
teriak Alex dan akan maju mendekati Najla namun,doa sudah di cegah oleh anak buah Irawan.
" Baj*ngan lepaskan istriku !!" teriak Alex yang mulai panik.
Dia melihat Irawan yang terlihat mulai membuka lakban yang ada di mulut Najla.
Bugh..
Bugh
Pukulan melayang ke arah orang-orang Irawan yang ada di depa Alex.
Alex sudah berada di batas kesabarannya.Dia takut terjadi apa-apa dengan Najla dan juga calon anak mereka.
Alex langsung berlari ke arah Irawan dan anak buah mereka sudah saling serang.
Bugh
Bugh
__ADS_1
" Anj*n* aku bilang lepasin istriku !!"
teriak Alex memukul Irawan dengan membabi buta.
"Stop Lex,urus Najla cepat..gue urus dia !" ucap Nando menghentikan Alex yang masih mencoba memukul Irwan.
Dengan cepat Alex membuka ikatan yang ada di tubuh istrinya dia pun langsung mengangkat tubuh Najla.
Terlihat Irawan yang tak berdaya di lantai.
"İngat,kalau terjadi apa-apa sama bini gue,nggak akan selamat Lo dari gue !!" teriak Alex yang sekarang membawa tubuh Najla keluar bangunan itu dan Nando pun ada di belakangnya.
Saat sampai dekat di mobilnya Nando mengambil alih kinci mobil dan Alex dan Najla ada di kursi penumpang.
"Irawan gimana kalau Lo sama gue?" tanya Alex saat mereka mulai meninggalkan tempat itu.
"Tenang saja gue serahin sama anak-anak .İrawan tidak dengan mudah buat kabur dia sama anak-anak di bawa ke markas." ucap Nando yang sekarang fokus di belakang kemudi.
"Sayang,yang,bangun sayang..bertahanlah.." ucap Alex mencium kening sang istri dan mendekapnya erat.
Jalanan yang terlihat padat langsung di sterilkan oleh orang-orang Alex yang stanby di jalan menuju RS.
Sampai di Rumah Sakit Nando membuka pintu mobil dan dua perawat membawa brankar yang sudah menunggu kedatangan Alex.
Alek membopong Najla dan meletakkannya di brankar.Dengan secepatnya Perawat itu membawa brankar menuju UGD.Alex dengan cemas menunggu pemeriksaan Najla yang di Lakukan di UGD.
Setelah dokter tak mengijinkan Alex ikut masuk ke UGD,Alex hanya bisa duduk di kursi tunggu depan UGD.
Tak butuh waktu lama papi Ryan dan juga mami Puput serta Kevin juga ada Brian dan Jasmine,tak ketinggalan Nunik
"Lex gimana keadaan menantu mami?" tanya mami Puput pada sang putra.
"Mi ,pih,kalain kenapa pada Dateng kesini?" tanya Alex tanpa peduli dengan pertanyaan sang mami.
"Kita semua khawatir dengan keadaan bunda pah." jawab Kevin.
__ADS_1
"Jawab mami,gimana keadaan Najla?" tanya Puput lagi.
"Lagi di periksa mi,tadi Najla pingsan." ucap Alex.
Ceklek
Suara pintu terbuka dan menampilkan dokter yang bertugas di ruang UGD.
"Dokter,bagaimana keadaan istri saya?" tanya Alex yang terlihat tidak sabaran.
"Tenang tuan,nyonya Najla Alhamdulillah baik-baik saja hanya mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan makanan jadi beliau lemas,sekarang masih ada di dalam belum sadar kemungkinan tiga puluh menit baru bangun, untuk sementara nyonya Najla kami sarankan untuk istirahat di Rumah Sakit beberapa hari.
"Baik dok , terimakasih kami akan urus kamar nya."ucap Nando.
"Hemm..permisi kami pamit dulu ." ucap Dokter tersebut.
Setelah Nando mengurus keperluan yang harus dia urus untuk keperluan Najla.Saat ini Najla sudah di pindahkan ke ruang VVIP yang begitu nyaman dan seperti rumah sendiri.
Ruangan yang bersih ada barankar dan juga di ruangan depan ada kursi untuk penjenguk agar pasien lebih nyaman .
"Lebih baik kalian pulang,besok kan kalian harus sekolah." ucap Alex pada Kevin dan Brian serta Jasmine.
"Tapi Kevin mau jagain bunda pah,Kevin khawatir dengan keadaan bunda." ucap Kevin dengan wajah sendu.
"Heiii...sini,papa nggak larang kamu jagain bunda.Papa cuma ingin kamu bantu papa sehabis sekolah besok kalian baru kesini.Papa akan pergi sama om Nando buat satu urusan.Jadi,sekarang kamu pulang istirahat sepulang sekolah baru kesini.Kalau kalian bolos yang ada bunda akan marah."bujuk Alex dengan memeluk putranya.
Setelah banyak pertimbangan akhirnya Kevin pun menuruti perintah papanya.Begitu pun dengan orang tua Alex dan Nunik akhirnya mereka memilih untuk pulang dan besok mereka akan kembali ke Rumah Sakit.
Setelah semua pergi,Alex mendudukkan dirinya di kursi dekat dengan brankar Najla.Dia genggam tangan Najla dengan erat dan menciumnya.
"Maafkan aku yang sudah ceroboh.Aku yang mengakibatkan kamu seperti ini.Sayang papa,kamu baik-baik saja disana.Bangunin bunda sayang,jangan buat papa khawatir." ucap Alex dengan berbicara di hadapan perut yang sudah membuncit dan menciumnya.
"Pa_pah..."
Panggilan kata papa membuat Alex terkejut.Dia langsung mendongakkan kepalanya menatap Najla dan ternyata Najla sudah tersadar.
__ADS_1
"Sayang.. akhirnya kamu bangun juga.Ada yang sakit, sebentar aku panggil dokter dulu." ucap Alex merasa senang karena Najla sudah tersadar dari pingsan walaupun masih terlihat lemas dan pucat.
Bersambung