
"Baj*n*an !!" bentak Alex yang siap menyerang Irwan.
Brakkkđź’˘
Alex menendang salah satu bangku yang ada di dekatnya membuat beberapa pengunjung terkejut dan perhatian mereka mengarah padanya.Jika Nando tak cepat mengendalikan Alex pastinya Alex sudah menyerang Irwan dengan membabi buta.
"Woww..woww..woww..Tuan Alex,slow jangan marah-marah begitu.Anda marah karena anda menyesal atau anda marah karena omongan saya tadi benar adanya.
"Kau...
Alex siap akan menyerang kembali namun,Nando mencegah nya kembali dan membisikkan sesuatu membuat Alex urung dilakukan keributan.
"Lex..tenang Lex,ini tempat umum.Pasti akan ada banyak yang akan berusaha menghancurkan karier Lo.Apalagi jika mereka menaikkan cerita masalah Lo di masalalu.Itu akan berpengaruh dengan bisnis Lo."bisik Nando mencoba menghentikan kebrutalan Alex yang lama terpendam.
"Kenapa tuan Alex takut, anda takut jika dulu istri anda punya skandal." ucap Irwan masih memancing emosi Alex.
Alex mengepalkan tangannya menahan emosinya yang benar-benar sudah di ubun-ubun.
"Kami tidak bisa meladeni bualan anda tuan Irawan.Maaf boss saya terlalu sibuk ,karena banyak project besar yang sedang kami jalani.Permisi.." ucap Nando dan dia pun menyeret lengan Alex untuk mengikuti langkahnya.
Mendengar ucapan Nando tentu membuat Irawan kesal.
"Heiii.. asisten tidak ada sopan santun,tuan mu juga sedang ada urusan dengan ku.. heiii tunggu !" teriak Irawan yang melihat Alex dan Nando perlahan menjauh dari tempat itu.
"Sial !!" umpat Irawan.
"Sekarang kamu bisa lolos dari ku Alex,tapi..kamu akan bayar semua kesakitan Vania dan juga kehancuranku dulu."gumam Irawan mengepalkan tangannya.
...----------------...
"Ternyata dia sudah benar-benar kembali Nan.." ucap Alex saat dirinya dan Nando sudah ada di dalam ruangan kantornya.
__ADS_1
"Hemm..kamu benar,dan ini bukan mimpi.Dalam pelariannya dia menikah dengan seorang anak pengusaha dari Canada.Sekarang dia kembali dan berniat menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada di Indonesia." ucap Nando.
Alex menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan perlahan dengan memejamkan matanya sejenak untuk meredam segara amarah yang ada di dalam dadanya.
Dulu dia hanya bermain di belakang dan dia menghancurkan semua usah Irawan di bidang bisnisnya.Sampai dia benar-benar kehilangan semuanya.Irawan pun akhirnya pergi setelah beberapa bulan terpuruk dengan meninggalnya Vania dan juga bisnisnya yang musnah karena ulah seorang Abraham.
"Dia belum puas hati jika belum bisa berhadapan dengan ku Nan,entah apa maksudnya dia muncul lagi." ucap Alex.
"Dia ingin melakukan yang sama dengan mu pada perusahaan Abraham.Semua itu sudah aku prediksi Lex." ucap Nando santai.
Alex menatap wajah sahabatnya itu."Kenapa masalalu ku terangkat lagi Nan,Kevin..aku nggak mau dia kembali terpuruk." ucap Alex memikirkan putranya.
"Tenanglah,saat ini kamu harus jujur dengan Najla.Aku rasa Irawan juga mencari tahu tentang dirimu setelah kepergian Vania." ujar Nando.
Alex mengangguk dan dia pasti akan menyampaikan semuanya pada Najla.Apalagi pagi tadi Najla dengan terang-terangan sedang merajuk padanya.
...----------------...
Malam hari di rumah Alex, keluarga kecil itu sedang menikmati makan malam bersama.
"Bun,Ke_Kevin mau..
"Habiskan makananmu,jangan banyak bicara.Nggak baik banyak bicara di depan makanan." ucap Najla memotong omongan Kevin.
Kevin mengangguk dan urung mengatakan sesuatu pada Najla.
"Rasain kalian,kalian pikir aku nggak bisa mendiamkan kalian..awas saja kalau kalian nggak minta maaf.Malam ini juga aku akan minta jemput Daniel buat menginap di rumahnya."batin Najla
Selesai makan malam Najla membereskan sisa-sisa bekas makan mereka dengan bi Tun.Namun,saat Alex tiba-tiba berkata jika dia akan bicara sesuatu Najla pun menghentikan kegiatannya.
"Na,bisa bicara sebentar..biar bi Tun yang bereskan."ucap Alex pada Najla.
__ADS_1
"Pentingkah?"tanya Najla datar
"Penting !"seru dua laki-laki yang sekarang sudah tak tahan dengan aksi diam Najla hari ini.
"Kompak bener."gumam Najla mengulum senyum mendengar jawaban dua orang laki-laki kesayangannya.
"Pastilah bun kita harus kompak."ucap Kevin.
"Saking kompaknya sama-sama nggak mau ngomong sama bunda tentang masalah kalian.Kalian anggap apa bunda disini.Kalian anggap cuma jadi baby sitter buat kalian atau apa?"
Mendengar perkataan Najla kedua laki-laki itu pun sedikit kelabakan melihat reaksi Najla yang sedang kesal pada mereka.
"Bu_bukan begitu bunda,oke papa mau cerita tentang apa yang papa pikirkan sampai-sampai buat bunda kesal.Kevin pun begitu,walaupun papa nggak tahu kenapa dia bisa ikutan satu frekuensi sama papa." ucap Alex menyenggol lengan putranya.
"Dih..aku nggak ikutan papa yah,papa tuh yang ikutan aku.Lagian Kevin kan sudah bilang sama bunda soal apa yang Kevin alami kemarin.Tapi,memang Kevin masih kepikiran soal itu Bun.Kevin takut kalau orang itu akan macam-macam dengan keluarga kita." ucap Kevin dengan memeluk tubuh Najla.
Alex yang belum tahu soal apa yang terjadi pada putranya pun melihat dua kesayangannya saling berpelukan tentunya membuat dirinya kesal.
"Sudah,jangan lama-lama pelukannya.Bunda punya papa."protes Alex pada keduanya.
"Yeee..mana bisa gitu,bunda sama adek kecil itu punya aku pah." ujar Kevin tak mau kalah.
"Haisstttt.. sebenarnya kamu ada masalah apa,sampe kamu takut kalau orang itu macam-macam dengan keluarga kita?" tanya Alex menatap kedua kesayangannya dengan intens.
"Sebenarnya ini yang malam itu aku bahas sama kamu mas,soal orang di masa lalu kalian."ujar Najla dengan sedikit ragu untuk mengatakannya pada Alex.
"Ah iya,kamu tanya sama aku soal itu dan aku nggak bisa anggap sepele pertanyaan kamu Na, Kevin..apa yang terjadi sebenarnya.Apa dia mengganggu kamu?" tanya Alex.
Kevin pun akhirnya memilih untuk menceritakan tentang apa yang terjadi di Mall hari itu.Alex mendengarkan cerita putranya tentu saja merasa geram.
"Dia memang sudah kembali.Entah apa maksudnya dia kembali.Mungkin dia belum puas kalau belum benar-benar menghancurkan ku.Tadi siang kita bertemu, sepertinya dia masih menyalahkan papa tentang meninggalnya Vania.Apalagi di dalam diri Vania ada darah dagingnya yang ikut dalam peristiwa itu." ucap Alex dengan wajah yang sudah terlihat tak biasa .
__ADS_1
Kevin dan Najla saling pandang.Mereka tentu terkejut dengan apa yang di katakan oleh Alex.Masalalu yang masih menghantui kehidupan mereka.
Bersambung